Dampak Polusi Udara di Jabodetabek, Kasus Penyakit Pernapasan Meningkat Sampai 34 Persen

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 27 September 2023 | 21:25 WIB
Dampak Polusi Udara di Jabodetabek, Kasus Penyakit Pernapasan Meningkat Sampai 34 Persen
Ilustrasi Sesak Napas / penyakit pernapasan akibat polusi udara. (Pexels)

Suara.com - Dampak polusi udara di wilayah Jabodetabek menyebabkan peningkatan angka kesakitan penyakit pernapasan yang diidap masyarakat. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan platform digital pemantau kualitas udara, Nafas Indonesia bersama Halodoc mencatat adanya peningkatan kasus penyakit pernapasan sampai 34 persen.

Peningkatan jumlah orang yang sakit itu bersamaan dengan kenaikan polusi udara PM2.5 sebesar 10 μg/m3 pada periode Juni-Agustus 2023. Chief of Medical Halodoc dr. Irwan Heriyanto, MARS., mengatakan bahwa kondisi udara yang buruk itu menimbulkan beberapa keluhan masalah kesehatan terkait pernapasan seperti batuk, pilek, dan demam.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan juga seperti meningkat, dilihat dari tren meningkatnya konsultasi terkait gangguan pernapasan di Halodoc.

"Oleh karena itu, akses telemedisin seperti Halodoc menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk dapat berkonsultasi dengan dokter terpercaya, khususnya sebagai deteksi awal gejala gangguan pernapasan, sebelum berkembang menjadi penyakit yang serius," kata dr. Irwan dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/9/2023).

Ilustrasi polusi udara (Pexels.com/Natalie Dmay)
Ilustrasi polusi udara (Pexels.com/Natalie Dmay)

Pada studi itu juga disebutkan bahwa semakin sering terjadinya polusi tinggi, maka risiko juga makin besar untuk terjadinya keluhan penyakit pernapasan dalam kurun waktu 12 jam. Data internal Halodoc bahkan mencatat adanya keluhan terkait sinusitis dan asma kemunculan kasus tercepat pada 3 samapi 48 jam.

Jumlah kasus terkait asma dan bronkitis juga mengalami peningkatan sampai lima kali lipat. Peningkatan kasus penyakit pernapasan tertinggi terjadi pada kelompok sensitif, yaitu sebesar 48 persen terjadi pada usia di atas 55 tahun dan 32 persen di kelompok usia 0-17 tahun.

Mengingat dampak polusi udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan, Nafas menilai bahwa diperlukan lebih banyak lagi kajian lokal untuk menghadirkan temuan yang lebih relevan terkait polusi PM2.5 dan hubungannya dengan penyakit pernapasan di Jabodetabek.

"Semoga melalui laporan studi ini, masyarakat dapat lebih memahami risiko kesehatan akibat polusi udara yang dampaknya dirasakan mulai dari jangka pendek, tidak hanya jangka panjang saja," kata Co-founder & Chief Growth Officer Nafas Piotr Jakubowski.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurus Erick Thohir Tangkal Polusi udara: Perintahkan Pegawai BUMN Tanam Pohon di Kantornya Masing-masing

Jurus Erick Thohir Tangkal Polusi udara: Perintahkan Pegawai BUMN Tanam Pohon di Kantornya Masing-masing

Bisnis | Rabu, 27 September 2023 | 14:01 WIB

Makin Pekat Dan Sesak, Udara Palembang Sangat Tidak Sehat Karena Asap

Makin Pekat Dan Sesak, Udara Palembang Sangat Tidak Sehat Karena Asap

Sumsel | Selasa, 26 September 2023 | 22:24 WIB

Intip Fitur Canggih Mitsubishi XForce Atasi Polusi Udara di Perkotaan

Intip Fitur Canggih Mitsubishi XForce Atasi Polusi Udara di Perkotaan

Otomotif | Selasa, 26 September 2023 | 17:15 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB