Velove Vexia Jadi Duta Kesehatan Jantung, Masih Makan Gorengan Gak?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 22 November 2023 | 07:30 WIB
Velove Vexia Jadi Duta Kesehatan Jantung, Masih Makan Gorengan Gak?
Velove Vexia. (Instagram/@vaelovexia)

Suara.com - Artis Velove Vexia jadi duta edukasi kesehatan karena memiliki gaya hidup sehat, yang membuatnya jadi panutan perempuan lebih waspada pada sakit jantung. Pertanyaanya, dia masih makan gorengan tidak ya?

Menurut Velove, setelah dirinya didapuk sebagai Duta Go Red for Women yang diinisiasi Yayasan Jantung Indonesia, perempuan berusia 33 tahun itu bakal memberikan contoh pola hidup sehat agar terhindar dari sakit jantung.

"Saya sebagai duta berikan contoh apa yang namanya hidup sehat, saya tidak merokok dan tidak minum-minuman keras, dan bukan begadang yang memiliki gaya hidup malam seperti itu, jadi paling utama itu memberikan contoh dulu," ujar Velove di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2023).

Meski begitu Velove tidak menampik jika sangat sulit untuk sama sekali tidak menyantap gorengan, karena perempuan kelahiran 13 Maret 1990 sekali percaya semua orang pasti menyukai gorengan.

"Sebenarnya kan nggak mungkin sepenuhnya bisa kita hindari yang namanya gorengan, siapa sih yang tidak suka gorengan?," dalih Velove.

Velove Vexia jadi Duta Yayasan Jantung Indonesia. (Dini/Suara.com)
Velove Vexia jadi Duta Yayasan Jantung Indonesia. (Dini/Suara.com)

Sehingga alih-alih tidak menyantap gorengan sama sekali, dirinya lebih menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan penyebab kolesterol tersebut. Bahkan ia juga melarang untuk konsumsi gorengan setiap hari.

"Oke, kamu makan gorengan hari ini, cuma sudah habis semalam makan, jangan hari ini makan lagi, cuma memang itu harus ada kesadaran dari kita sendiri, dan lebih sering konsumsi makanan yang berserat," jelasnya.

Terakhir, ia merekomendasikan beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk kesehatan jantung yaitu sayuran, buah, oatmeal, dan makan dengan kandungan serat lebih tinggi.

Uniknya, Velove berkelakar sebaiknya minum air putih yang banyak lebih dulu sebelum menyantap gorengan. Ini karena cara tersebut akan membuat perut lebih kenyang dan keinginan menyantap gorengan jadi lebih sedikit.

"Artis Velove Vexia jadi duta edukasi kesehatan karena memiliki gaya hidup hidup sehat, yang membuatnya jadi panutan perempuan lebih waspada pada sakit jantung. Pertanyaanya, dia masih makan gorengan tidak ya?

Menurut Velove setelah dirinya didapuk sebagai Duta Go Red for Women yang diinisiasi Yayasan Jantung Indonesia, perempuan berusia 33 tahun itu bakal memberikan contoh pola hidup sehat agar terhindar dari sakit jantung.

"Saya sebagai duta berikan contoh apa yang namanya hidup sehat, saya tidak merokok dan tidak minum-minuman keras, dan bukan begadang yang memiliki gaya hidup malam seperti itu, jadi paling utama itu memberikan contoh dulu," ujar Velove di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2023).

Meski begitu Velove tidak menampik jika sangat sulit untuk sama sekali tidak menyantap gorengan, karena perempuan kelahiran 13 Maret 1990 sekali percaya semua orang pasti menyukai gorengan.

"Sebenarnya kan nggak mungkin sepenuhnya bisa kita hindari yang namanya gorengan, siapa sih yang tidak suka gorengan?," dalih Velove.

Sehingga alih-alih tidak menyantap gorengan sama sekali, dirinya lebih menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan penyebab kolesterol tersebut. Bahkan ia juga melarang untuk konsumsi gorengan setiap hari.

"Oke, kamu makan gorengan hari ini, cuma sudah habis semalam makan, jangan hari ini makan lagi, cuma memang itu harus ada kesadaran dari kita sendiri, dan lebih sering konsumsi makanan yang berserat," jelasnya.

Terakhir, ia merekomendasikan beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk kesehatan jantung yaitu sayuran, buah, oatmeal, dan makan dengan kandungan serat lebih tinggi.

Uniknya, Velove berkelakar sebaiknya minum air putih yang banyak lebih dulu sebelum menyantap gorengan. Ini karena cara tersebut akan membuat perut lebih kenyang dan keinginan menyantap gorengan jadi lebih sedikit.

"Minum air dulu yang banyak, udah ngerasa kembung baru. Mungkin (gorengan) itu aku nggak bisa menghindar sepenuhnya, karena tidak mungkinlah justru kalau hindar sepenuhnya, kalau kita kelepasan itu justru nggak terkontrol," pungkas Velove.

Sementara itu melansir Medical News Today, mengonsumsi makanan yang digoreng dikaitkan dengan peningkatan risiko kardiovaskular yang utama, termasuk serangan jantung dan stroke.

Hal ini juga dikaitkan dengan hasil dari 19 penelitian dan 17 di antara berkaitan dengan penyakit jantung, bahkan 6 di antaranya terkait dengan kematian. Peneliti juga menemukan, risiko sakit jantung semakin bertambah seiring bertambahnya porsi gorengan sebesar 4 ons atau 114 gram.

Berikut ini alasan lain gorengan penyebab sakit jantung, yang perlu diwaspadai:

1. Kandungan Lemak Jenuh Tinggi

Gorengan seringkali mengandung lemak jenuh yang tinggi, terutama jika minyak yang digunakan untuk menggoreng adalah minyak yang kaya lemak jenuh seperti minyak kelapa atau minyak sawit. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Paparan Minyak yang Teroksidasi

Proses penggorengan pada suhu tinggi dapat menghasilkan minyak yang teroksidasi atau mengalami perubahan kimia. Minyak yang teroksidasi dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang bersifat proinflamasi dan berpotensi merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko peradangan dan aterosklerosis.

Ilustrasi gorengan (Freepik/Tyasindayanti)
Ilustrasi gorengan (Freepik/Tyasindayanti)

3. Peningkatan Kolesterol Trans

Proses penggorengan dalam minyak tertentu dapat membentuk senyawa-senyawa yang mengandung kolesterol trans. Konsumsi kolesterol trans telah terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung karena dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

4. Penyerapan Minyak oleh Makanan

Makanan yang digoreng dapat menyerap jumlah minyak yang signifikan selama proses penggorengan. Ini meningkatkan jumlah kalori dan lemak dalam makanan, yang dapat berkontribusi pada kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung.

5. Efek Glycemic Index Tinggi

Beberapa jenis gorengan, seperti kentang goreng, dapat memiliki indeks glikemik tinggi. Konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi telah terkait dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Gorengan: Pengertan, Ciri-ciri dan Alasan Wajib Dihindari Investor

Saham Gorengan: Pengertan, Ciri-ciri dan Alasan Wajib Dihindari Investor

Bisnis | Selasa, 21 November 2023 | 10:29 WIB

Banjir Cuan, Nino Kuya Raup Omzet Rp17 Juta Hasil Jualan Gorengan di AS

Banjir Cuan, Nino Kuya Raup Omzet Rp17 Juta Hasil Jualan Gorengan di AS

Your Say | Rabu, 15 November 2023 | 15:21 WIB

Kesadaran Gaya Hidup Sehat Tumbuh dari Lingkungan Rumah yang Bersih, Ini Buktinya

Kesadaran Gaya Hidup Sehat Tumbuh dari Lingkungan Rumah yang Bersih, Ini Buktinya

Health | Sabtu, 28 Oktober 2023 | 21:46 WIB

Terkini

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB