Kenali Tanda Polio Sejak Dini, Kelumpuhan Permanen Sulit Pulih Sepenuhnya

M Nurhadi

Selasa, 23 Januari 2024 | 10:14 WIB
Kenali Tanda Polio Sejak Dini, Kelumpuhan Permanen Sulit Pulih Sepenuhnya
Imunisasi polio penting untuk cegah penularan wabah polio dari Papua Nugini. (Shutterstock)

Suara.com - Tanda-tanda awal penyakit polio tidak spesifik dan sering kali menyerupai gejala infeksi saluran pernapasan umum, dengan masa inkubasi berkisar antara 7 hingga 21 hari sebelum berkembang menjadi kondisi serius yang berupa kelumpuhan.

"Gejala awal mencakup demam, sakit tenggorokan, batuk, pilek, nyeri otot, dan kelelahan. Setelah itu, sekitar 7-14 hari setelah gejala awal tersebut, seseorang dapat mengalami sensasi kebas, terutama di kaki, serta kelemahan di kedua kaki yang dapat menyulitkan berjalan dan memegang benda dengan tangan," ungkap Dokter Spesialis Anak dari RS Sari Asih Karawaci Kota Tangerang, Miky Akbar, Selasa (23/1/2024).

Ia menambahkan, polio merupakan salah satu jenis penyakit infeksi pada sistem saraf yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang baik sistem saraf pusat maupun perifer, dan dapat menyebabkan kelumpuhan yang bersifat permanen.

Virus polio biasanya menyebar melalui rute fecal-oral, yang berarti dapat ditransmisikan melalui kontak langsung atau melalui makanan dan air yang terkontaminasi dengan tinja (feses) penderita yang terinfeksi virus polio.

“Virus tersebut kembali ada dimungkinkan akibat virus polio yang tertidur dalam tubuh seorang anak yang pernah terinfeksi. Virus akan berkembang saat tubuh dalam kondisi imun lemah . Hal ini diistilahkan dengan sindrom pasca-polio,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Polio terbagi dua jenis, yakni Polio non-Paralitik dan Polio Paralitik. Untuk yang non-paralitik lebih ringan dari penyakit, menyebabkan gejala flu-like syndrome seperti demam, sakit tenggorokan, mual, dan muntah. Bentuk polio non-paralitik ini biasanya tidak meninggalkan kerusakan jangka panjang.

Untuk Polio Paralitik adalah bentuk yang lebih berat. Virus ini mempengaruhi sistem saraf pusat dan perifer, menyebabkan kelemahan otot dan dalam kasus yang parah mengakibatkan kelumpuhan yang seringkali bersifat permanen atau ireversibel.

"Semua batas usia anak berisiko jika tidak memiliki status imunisasi lengkap, bahkan tidak pernah diimunisasi. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak di bawah usia dua tahun bisa terganggu jika terkena infeksi virus polio," katanya.

Polio yang mengakibatkan kelumpuhan permanen sulit untuk pulih sepenuhnya, kecuali pada jenis polio non-paralitik yang masih dapat mengalami perbaikan melalui rehabilitasi.

baca juga

"Dalam 20-30 persen kasus, fungsinya dapat mengalami perbaikan dalam waktu enam bulan, namun untuk mencapai perbaikan minimal diperlukan waktu 1-2 tahun," ujar sumber tersebut.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah mengeluarkan imbauan kepada orang tua agar melengkapkan imunisasi dasar anak di 1.092 posyandu dan 39 puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menyatakan bahwa target sasaran imunisasi polio mencakup 38.909 anak untuk oral polio satu dan 39.422 anak untuk oral polio 2-4 serta IPV1 dan IPV2.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Lumpuh karena Polio Padahal Imunisasi Lengkap, Kok Bisa? Pakar Ungkap Faktanya

Anak Lumpuh karena Polio Padahal Imunisasi Lengkap, Kok Bisa? Pakar Ungkap Faktanya

Health | Kamis, 18 Januari 2024 | 10:48 WIB

Viral Polio Tetes Bill Gates Sebabkan Anak Sakit Polio, Kemenkes: Pemahaman yang Salah!

Viral Polio Tetes Bill Gates Sebabkan Anak Sakit Polio, Kemenkes: Pemahaman yang Salah!

Health | Kamis, 18 Januari 2024 | 08:18 WIB

Indonesia KLB Polio, IDAI Ingatkan Orangtua Beri Anak Vaksin Polio Inaktif Dosis Kedua: Begini Cara Memberinya!

Indonesia KLB Polio, IDAI Ingatkan Orangtua Beri Anak Vaksin Polio Inaktif Dosis Kedua: Begini Cara Memberinya!

Health | Rabu, 17 Januari 2024 | 12:26 WIB

Marak Vaksin Polio Bikin Lumpuh, Guru Besar FKUI Minta Capres-Cawapres Juga Serius Bahas Kesehatan

Marak Vaksin Polio Bikin Lumpuh, Guru Besar FKUI Minta Capres-Cawapres Juga Serius Bahas Kesehatan

Health | Rabu, 17 Januari 2024 | 09:04 WIB

Temuan 4 Kasus Polio di Indonesia, Kemenkes Laporkan Target Imunisasi

Temuan 4 Kasus Polio di Indonesia, Kemenkes Laporkan Target Imunisasi

Health | Selasa, 16 Januari 2024 | 19:46 WIB

Waspada Polio Tak Bergejala Pada Anak, Gejala Bisa Muncul Setelah 40 Tahun

Waspada Polio Tak Bergejala Pada Anak, Gejala Bisa Muncul Setelah 40 Tahun

Health | Senin, 15 Januari 2024 | 12:00 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×