Kemenkes Ungkap 38 Persen Orang Tua Tidak Membawa Anaknya Imunisasi, Karena Takut Efek Sampingnya?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Senin, 18 Maret 2024 | 15:29 WIB
Kemenkes Ungkap 38 Persen Orang Tua Tidak Membawa Anaknya Imunisasi, Karena Takut Efek Sampingnya?
Petugas kesehatan memberikan imunisasi polio kepada murid sekolah saat berlangsung vaksinasi massal di Kota Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (28/11/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp]

Suara.com - Imunisasi menjadi salah satu faktor untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak dari berbagai penyakit. Dengan imunisasi, tubuh memiliki antibodi yang kuat untuk melawat berbagai virus, kuman, sehingga tidak menjadi sakit.

Namun, pada fakta lapangannya rupanya masih banyak anak yang tidak menjalani imunisasi. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, MKM mengatakan, jumlah anak yang belum mendapat imunisasi dari 2018-2023 mencapai 1.879.820 orang.

Berdasarkan survei Kemenkes dengan bantuan UNICED dan Survei Nielson, alasan banyaknya anak tidak melakukan imunisasi ini karena berbagai faktor termasuk orang tua. Sekitar 38 persen orang tua tidak mau mengimunisasi karena takut imunisasi ganda.

Bidan Puskesmas Cisimeut memberikan vaksin polio kepada seorang anak Suku Baduy di Kampung Cisadane, Lebak, Banten, Jumat (26/8/2022) malam. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj]
Bidan Puskesmas Cisimeut memberikan vaksin polio kepada seorang anak Suku Baduy di Kampung Cisadane, Lebak, Banten, Jumat (26/8/2022) malam. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj]

“Kalau kita lihat apa alasan orang tua enggak membawa anaknya imunisasi itu 38 persen tidak mau karena takut imunisasi ganda. Memang kalau kita lihat jadwal di beberapa usia ada yang imunisasinya harus ganda sehingga anaknya dapat imunisasi jadwalnya ideal,” ucap dr. Prima konferensi pers Pekan Imunisasi Dunia 2024 bersama Kemenkes, Senin (18/3/2024).

Kondisi imunisasi ganda ini dikhawatirkan karena kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dialami anak akan menjadi besar. Oleh sebab itu, beberapa orang tua memilih untuk tidak melakukan imunisasi kepada anaknya. Padahal, menurut dr. Prima, selama ini KIPI yang dirasakan tidak terlalu besar sehingga aman untuk anak.

“Itu sudah terjadi di berbagai negara, itu cukup aman tidak membuat KIPI bertambah, enggak membuat anak jadi nangis lebih panjang, enggak juga. Sama aja. Tapi tetap orang tua enggak mau. Padahal, mereka enggak maunya karena denger-denger aja,” sambung dr. Prima.

Menambahkan hal ini, Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr Hartono Gunardi, Sp.A mengatakan, perilaku orang tua khususnya ibu sangat berpengaruh pada imunisasi anak. Penelitian menemukan, perilaku ibu ini yang memengaruhi imunisasi ini dipengaruhi berbagai faktor di antaranya:

1. Interaksi dengan petugas kesehatan

Interaksi dan sikap petugas kesehatan memengaruhi ibu kepada imunisasi. Jika semuanya baik, maka ibu akan senang membawa anaknya untuk imunisasi.

baca juga

“Orang tua atau ibu ini dipengaruhi oleh petugas kesehatan, sikap, atau interaksi dengan petugas kesehatan dari interaksi sebelumnya kalau baik dan dipercaya,” kata dr. Hartono.

2. Pengetahuan ibu

Pengetahuan ibu juga menjadi hal yang memengaruhi apakah dirinya membawa anaknya untuk melakukan imunisasi.

3. Pengaruh agama

Pengaruh agama juga bisa memengaruhi keputusan ibu dalam memberikan imunisasi kepada anaknya.

“Pengaruh agama, ada yang mengatakan bahwa vaksin itu tidak halal, itu sangat memengaruhi,” jelas dr. Hartono.

4. Pemegang keputusan ayah

Pihak suami atau ayah dari anak juga memengaruhi peran penting dalam imunisasi. Jika mereka mengambil keputusan untuk tidak imunisasi ini akan memengaruhi ibu. Hal tersebut bisa membuat anak menjadi tidak dapat imunisasi.

“Jangan lupa di Indonesia ini, ayah merupakan pemegang keputusan. Kalau ibu mau (anaknya) diimunisasi dan ayahnya ‘tidak’, maka enggak terjadi itu. Jadi ayah penentu kebijakan,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuma Antar Anak Imunisasi, Outfit Bella Bonita Ditaksir Bisa Buat Beli Honda Beat Baru

Cuma Antar Anak Imunisasi, Outfit Bella Bonita Ditaksir Bisa Buat Beli Honda Beat Baru

Lifestyle | Senin, 18 Maret 2024 | 11:18 WIB

Kahiyang Ayu Dinobatkan Jadi Tokoh Nasional, Jhon Sitorus Skakmat Putri Jokowi: Karyanya Apa?

Kahiyang Ayu Dinobatkan Jadi Tokoh Nasional, Jhon Sitorus Skakmat Putri Jokowi: Karyanya Apa?

Lifestyle | Senin, 18 Maret 2024 | 09:36 WIB

Panduan Lengkap Puasa Setengah Hari Saat Bulan Ramadhan: Syarat, Ketentuan, dan Hukumnya

Panduan Lengkap Puasa Setengah Hari Saat Bulan Ramadhan: Syarat, Ketentuan, dan Hukumnya

Lifestyle | Minggu, 17 Maret 2024 | 17:00 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×