Peneliti Ungkap 3 Cara Cegah Stres pada Caleg Gagal di Pemilu 2024

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 21 Maret 2024 | 21:17 WIB
Peneliti Ungkap 3 Cara Cegah Stres pada Caleg Gagal di Pemilu 2024
Ilustrasi stres pada caleg gagal. (freepik.com/jcomp)

Suara.com - Partai PPP dan PSI dipastikan gagal masuk ke parlemen di Pemilu 2024. Fakta ini juga mengungkap kenyataan banyaknya caleg gagal duduk di kursi parlemen. Hasilnya, tidak sedikit ditemukan para caleg ini yang mengalami stres hingga depresi.

Ketua Tim Peneliti dan Inisiator Kaukus, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan bahwa banyaknya caleg stres dan depresi karena gagal terpilih tidak lepas dari tingginya ekspektasi dan harapan di Pemilu 2024.

Kata Dr. Ray, kondisi ini disebabkan tidak hanya karena uang habis untuk kampanye, tapi karena caleg tersebut tidak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah saat mental tertekan atau coping stres yang baik.

"Karena bukan soal kehilangan apa dan berapa. Tapi soal ketidakmampuan seseorang, terutama dalam hal ini caleg, untuk copping with expectation and reality, karena begitu dia siap maju sebagai caleg pasti ada ekspektasi, yaitu ekspektasi untuk terpilih, untuk menjadi bagian komunitas dan sebagainya," ujar Dr. Ray kepada suara.com beberapa waktu lalu.

Adapun mental caleg bisa tertekan karena adanya letupan emosi yang cukup berat karena ekspektasi tinggi tapi tidak terpilih. Jika tekanan ini tidak bisa diatasi dengan coping stres yang baik, maka memicu anxiety (kecemasan) hingga depresi.

"Ketika ekspektasi tidak sesuai realitas, seperti misalnya kalah, maka pasti akan ada letupan emosi. Kalau tekanan terlalu berat, pasti akan lebih tidak terkendali. Ini anxiety dan depresi akan langsung muncul," jelasnya.

"Lalu anxiety dan depresi ini pintu awal untuk menjadi kondisi lebih berat, mulai dari self harm (menyakiti diri sendiri) sampai suicide atau bunuh diri," lanjutnya.

Kata Dr. Ray, jika kondisi ini terjadi, maka akan memicu keributan di masyarakat, sehingga penting mengetahui cara mencegah stres pada caleg, yang bisa dilakukan keluarga maupun lingkungan sekitar dengan beberapa langkah berikut ini:

1. Ajak konseling ke pakar atau ahli

Menurut dokter yang juga Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) MKK FKUI itu, caleg gagal yang berisiko stres sudah tidak lagi membutuhkan tahap pencegahan normatif, tapi langsung diarahkan untuk konseling dengan ahlinya.

"Jadi kita jangan lagi bicara soal mencegah internalisasi diri, sepertinya sudah terlambat. Nomor satu langsung skrining, langsung assessment, langsung menuju ke profesional psikolog maupun ahli kesehatan jiwa dan psikiater," ujar Dr. Ray.

2. Arahkan kembali ke realita

Meksi tidak seperti di Filipina maupun Amerika Serikat yang didampingi pemerintah, namun penting untuk caleg gagal ini mendapat pendampingan usai pemilu selesai digelar untuk mencegah tekanan mental berlebih yang dialami.

"Baik mereka ada gejala maupun tidak ada sama sekali, pendampingan itu bagian dari tips untuk mencegah," jelasnya.

3. Bersihkan semua konten politik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelakuan Tak Lazim Caleg Stres Kalah Pemilu: Bolak-balik Naik Kereta Bogor-Jakarta, Berjam-jam Duduk Di Taman Topi

Kelakuan Tak Lazim Caleg Stres Kalah Pemilu: Bolak-balik Naik Kereta Bogor-Jakarta, Berjam-jam Duduk Di Taman Topi

Kotak Suara | Minggu, 17 Maret 2024 | 17:15 WIB

Takut Cedera Lakukan Pijat Langsung, Begini Cara Musisi Iskandar Widjaja Lakukan Relaksasi Tubuh Untuk Hindari Stres

Takut Cedera Lakukan Pijat Langsung, Begini Cara Musisi Iskandar Widjaja Lakukan Relaksasi Tubuh Untuk Hindari Stres

Lifestyle | Jum'at, 15 Maret 2024 | 12:54 WIB

Ada Adik Ahok Hingga Nama Menpora, 9 Caleg Terkenal Ini Gagal Ke Senayan

Ada Adik Ahok Hingga Nama Menpora, 9 Caleg Terkenal Ini Gagal Ke Senayan

Kotak Suara | Kamis, 14 Maret 2024 | 04:04 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB