Waduh! Jakarta Selatan Jadi Kota dengan Kasus DBD Terbanyak di DKI Jakarta

M. Reza Sulaiman

Selasa, 26 Maret 2024 | 14:32 WIB
Waduh! Jakarta Selatan Jadi Kota dengan Kasus DBD Terbanyak di DKI Jakarta
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengonfirmasi bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah mereka kini menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Ibu Kota.

Melansir ANTARA, Kepala Suku Dinas Kesehatan, Jakarta Selatan (Sudinkes Jaksel) Yudi Dimyati, data terbaru menunjukkan bahwa kasus DBD di Jaksel telah mencapai 221 kasus, melampaui angka di enam wilayah lainnya di DKI Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Timur, Barat, Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Dibandingkan dengan data bulan yang sama tahun lalu, jumlah kasus DBD meningkat hingga dua kali lipat dari 100 kasus menjadi 221 kasus," ungkap Yudi. "Tingkat peningkatan ini sesuai dengan prediksi yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan."

Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)
Positif terinfeksi demam berdarah. (Shutterstock)

Yudi menjelaskan bahwa gejala DBD biasanya dimulai dengan demam tinggi, dan ia menyarankan agar sebelum dibawa ke rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya, penting untuk memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang lebih banyak. Pencegahan lainnya termasuk menurunkan panas dengan kompres dan obat penurun panas.

Berdasarkan data yang ada, Jakarta Selatan menjadi penyumbang kasus DBD terbanyak di DKI Jakarta, diikuti oleh Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa prediksi mereka menunjukkan kasus DBD masih akan terus meningkat hingga Mei 2024, yang disebabkan oleh kondisi iklim. Namun, ia berharap bahwa perubahan iklim yang lebih baik dapat membantu menurunkan kasus DBD di Jakarta.

Pemerintah setempat terus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi peningkatan kasus DBD, sambil terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan perawatan yang tepat untuk menghindari penyakit ini.

Praktisi Kesehatan Masyarakat Ungkap Alasan Kasus DBD Melonjak

raktisi Kesehatan Masyarakat, Ngabila Salama, menyoroti peningkatan kasus demam berdarah (DBD) di Indonesia yang diyakini terkait erat dengan perubahan cuaca yang semakin ekstrem.

baca juga

Menurutnya, fenomena kenaikan kasus DBD sering terjadi secara periodik, dengan puncaknya terjadi per tiga tahun, seperti yang terjadi pada tahun 2016, 2019, dan 2022. Namun, pada tahun ini, prediksi puncak kasus DBD terjadi sedikit lebih cepat, diduga disebabkan oleh peralihan cuaca dari La Nina ke El Nino yang sedikit berbeda.

Ngabila menekankan pentingnya keterlibatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta ahli entomologi (ahli nyamuk) untuk mencari solusi terkait pengaruh iklim dan cuaca terhadap pola perilaku nyamuk yang dapat mempengaruhi penyebaran DBD.

"Perubahan iklim, terutama kelembapan udara dan tetesan air hujan, memiliki peran penting dalam naik turunnya kasus DBD," katanya.

Dia juga memberikan penjelasan terkait indikasi demam yang dicurigai sebagai DBD, serta pentingnya melakukan penapisan infeksi lain, seperti influenzae, parainfluenzae, adenovirus, dan lainnya.

Salah satu langkah pencegahan yang dianggap penting adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pendekatan 3M Plus, yang tidak hanya dilakukan di rumah atau pemukiman, tetapi juga di taman dan area publik lainnya.

Ngabila juga menekankan pentingnya surveilans aktif berbasis masyarakat, peningkatan sistem rujukan dari puskesmas ke rumah sakit, serta pentingnya pelaporan kasus DBD secara cepat untuk memungkinkan penyelidikan dan tindakan yang diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Syahnaz Sadiqah Terkena DBD sampai Dilarikan ke Rumah Sakit, Sempat Rawat Jalan

Kronologi Syahnaz Sadiqah Terkena DBD sampai Dilarikan ke Rumah Sakit, Sempat Rawat Jalan

Lifestyle | Selasa, 26 Maret 2024 | 13:58 WIB

Syahnaz Sadiqah Terkena DBD, Apa Bedanya Demam Berdarah pada Anak dan Orang Dewasa?

Syahnaz Sadiqah Terkena DBD, Apa Bedanya Demam Berdarah pada Anak dan Orang Dewasa?

Health | Selasa, 26 Maret 2024 | 12:05 WIB

Syahnaz Sadiqah Sakit Apa? Dilarikan ke RS usai Kondisinya Semakin Drop dan Memprihatinkan

Syahnaz Sadiqah Sakit Apa? Dilarikan ke RS usai Kondisinya Semakin Drop dan Memprihatinkan

Lifestyle | Selasa, 26 Maret 2024 | 07:55 WIB

Terkini

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Mengintip Kunci The 5 AM Club pada Buku The Miracle Morning for Muslims

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Khusus Nasabah Private BRI, Nikmati KPR Take Over dengan Bunga Mulai 3,17%!

Khusus Nasabah Private BRI, Nikmati KPR Take Over dengan Bunga Mulai 3,17%!

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Kabel Sinyal Whoosh Dicuri, Perjalanan Kereta Cepat Sempat Terganggu, 6 Orang Ditangkap

Kabel Sinyal Whoosh Dicuri, Perjalanan Kereta Cepat Sempat Terganggu, 6 Orang Ditangkap

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:56 WIB

Keanehan di Laga Indonesia vs Bangladesh: La Grande Menghilang, Ultras Garuda Tak Kelihatan

Keanehan di Laga Indonesia vs Bangladesh: La Grande Menghilang, Ultras Garuda Tak Kelihatan

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Kasus HGB Rp106 Miliar, KPK Didesak Segera Periksa Nusron Wahid!

Kasus HGB Rp106 Miliar, KPK Didesak Segera Periksa Nusron Wahid!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Investor Pasar Modal Tembus 31,9 Juta, Naik 3 Kali Lipat dalam 5 Tahun

Investor Pasar Modal Tembus 31,9 Juta, Naik 3 Kali Lipat dalam 5 Tahun

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Malaysia Unggul Cepat 1-0, Mitchell Baker Bawa Indonesia Unggul GBK Bergemuruh

Malaysia Unggul Cepat 1-0, Mitchell Baker Bawa Indonesia Unggul GBK Bergemuruh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:48 WIB

×