Waspada, Ibu Depresi Usai Melahirkan Bisa Sakiti Bayi dan Diri Sendiri: Ini Cara Antisipasinya

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 03 Mei 2024 | 19:21 WIB
Waspada, Ibu Depresi Usai Melahirkan Bisa Sakiti Bayi dan Diri Sendiri: Ini Cara Antisipasinya
Ilustrasi Ibu Depresi Usai Melahirkan (Freepik/freepik)

Suara.com - Psikolog sekaligus konselor Lieke Puspasari menegaskan depresi setelah melahirkan alias postpartum depression (PPD) bisa dialami ibu sebelum ia melahirkan, dan salah satu tandanya tampak gejala baby blues pada ibu hamil.

Lieke mencontohkan peristiwa ini pernah dialami artis Jessica Mila yang merasa khawatir berlebihan bakal mengalami baby blues setelah melahirkan anak pertamanya. Kekhawatiran yang bisa memicu depresi ini dapat memicu takut tidak bisa memberi ASI yang cukup.

"Takut tidak dapat menjadi seorang ibu yang baik untuk anaknya kelak merupakan kekhawatiran yang Mila tuangkan dalam tayangan di media sosial Tiktoknya. Untuk mengatasi rasa khawatir dan ketakutannya tersebut, Mila memilih untuk bercerita dengan sang ibu," ungkap Lieke melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (3/5/2024).

Lieke juga mengingatkan depresi sebelum dan setelah melahirkan ini bukan hanya ditandai dengan baby blues, tapi juga bisa mengarah ke kondisi yang lebih berat, yaitu PPD dengan tingkat kecemasan yang lebih kuat dan dapat terjadi pada kelahiran selanjutnya.

"Untuk penanganan PPD, baik pada ibu ataupun ayah dapat dengan melakukan konselor kepada tenaga medis di bidang kesehatan mental seperti konselor, psikolog ataupun psikiater. Ibu juga perlu berkonsultasi dengan dokter obgyn untuk mengidentifikasi gejala depresi dan melakukan perawatan," papar Lieke.

Tidak hanya itu, ada juga kondisi depresi setelah melahirkan yang disebut psikosis postpartum. Ini adalah kondisi psikologis dengan gejala yang lebih buruk dari PPD dan tergolong penyakit mental. Meski jarang terjadi, namun psikosis post partum dapat terjadi pada siapa saja yang baru melahirkan, terutama pada ibu dengan riwayat kondisi kesehatan mental tertentu.

“Selain baby blues dan PPD, depresi postpartum yang terakhir adalah psikosis postpartum. Dimana depresi ini telah tergolong sebagai penyakit mental serius. Psikosis postpartum dapat terjadi dengan cepat dalam kurun waktu 3 bulan pertama setelah melahirkan," jelas Lieke.

"Pada kasus psikosis postpartum, gejala yang umum terjadi adalah halusinasi, perubahan mood ekstrim, mood manic, bingung, curiga dan takut, delusi, menjadi agresif, paranoid hingga berencana untuk menyakiti diri sendiri maupun bayi,” sambungnya.

Pentingnya support system ibu hamil dan menyusui

baca juga

Perlu diketahui, periode 1.000 hari pertama kehidupan adalah waktu yang tepat untuk membentuk bonding atau kelekatan emosional antara ibu dan bayinya. 1.000 hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan buah hati. Oleh karena itu penting pada periode ini untuk memperhatikan tidak hanya asupan gizi ibu namun kesehatan psikologisnya.

Ketika memasuki masa persalinan, dukungan emosional dari orang terdekat menjadi penting untuk dapat mengenali lebih awal kondisi psikologis ibu. Jika kondisi psikologis ini tidak diperhatikan, perubahan suasana hati ibu yang naik turun membuat pembentukan bonding jadi kurang optimal.

“Dukungan orang terdekat menjadi sangat krusial dalam mencegah depresi pasca persalinan bagi seorang ibu. Selama periode ini, kesehatan mental sang ibu sangat penting untuk diperhatikan karena berkaitan erat dengan kesehatan fisik bayi yang dirawatnya, apalagi di masa tersebut kesehatan fisik ibu juga masih dalam pemulihan,” jelas Lieke

Perlu diketahui jika depresi postpartum bukanlah sebuah bentuk kekurangan atau kelemahan seorang ibu. Terkadang hal tersebut terjadi karena komplikasi melahirkan. Ketika terlihat ibu mengalami gejala depresi postpartum, keluarga dan pasangan dapat segera memberikan perawatan pada ibu.

"Pentingnya dukungan pasangan sejak awal kehamilan, memberikan perhatian kepada pasangan dapat mengurangi stress yang ibu alami," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris! 70 Persen Ibu Baru Alami Baby Blues Sehari Setelah Melahirkan, Ini Cara Mengatasinya

Miris! 70 Persen Ibu Baru Alami Baby Blues Sehari Setelah Melahirkan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 03 Mei 2024 | 10:03 WIB

Curhat di Tempat Gelap, Reza Arap Akui Lagi Depresi

Curhat di Tempat Gelap, Reza Arap Akui Lagi Depresi

Entertainment | Selasa, 30 April 2024 | 13:41 WIB

Bahas Kesehatan Mental di Buku Kupikir Segalanya akan Beres Saat Aku Dewasa

Bahas Kesehatan Mental di Buku Kupikir Segalanya akan Beres Saat Aku Dewasa

Your Say | Kamis, 25 April 2024 | 19:02 WIB

Terkini

Kemampuan Multibahasa GenZ: Gaul & Fasih Bahasa Asing Tanpa Lupa Bahasa Ibu

Kemampuan Multibahasa GenZ: Gaul & Fasih Bahasa Asing Tanpa Lupa Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter

Diam-Diam Bertemu Kapolri, Erick Thohir Bahas Langkah Tegas soal Kekerasan Suporter

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Apa Perbedaan Lip Mask Emina Hijau dan Pink? Kenali Varian hingga Kandungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Penyegar Wajah Ovale yang Cocok untuk Kulit Kusam, Begini Cara Pakainya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Cara Lapor Kecurangan dan Kendala TKA 2026 ke Posko Pengaduan Ombudsman RI

Cara Lapor Kecurangan dan Kendala TKA 2026 ke Posko Pengaduan Ombudsman RI

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:14 WIB

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

3 Urutan Skincare Kahf untuk Kulit Pria Sensitif, Bantu Jaga Skin Barrier

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Cara Mengatasi Risiko Rem Blong Pada Motor Matik Saat Melintasi Turunan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

Demo Rusuh Prancis Jadi Ajang Iklan Gratis Kaca Antipecah China, Kok Bisa?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

Jakarta Ramai Aksi Hari Ini: 61 Demo Digelar dari BEM UNJ sampai Gerakan Ojol Bersatu

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Profil Supra Sekuritas: Broker Terafiliasi Pejabat Danantara di Pusaran Skandal DSSA

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:07 WIB

×