BPOM Tegaskan Tidak Ada Kejadian Pembekuan Darah karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 06 Mei 2024 | 09:56 WIB
BPOM Tegaskan Tidak Ada Kejadian Pembekuan Darah karena Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Ilustrasi Vaksin Covid-19.(Unsplash/towfiquy barbiquy)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan saat ini tidak ada kejadian trombosis with thrombocytopenia syndrome (TTS) atau pembekuan darah yang disebabkan efek samping vaksin AstraZeneca.

Hasil ini didapatkan dari pemantaun bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMNAS PP KIPI).

TTS atau pembekuan darah adalah kondisi yang membuat adanya penggumpalan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh, mulai dari otak, perut, paru-paru, vena ekstremitas, hingga arteri.

"Hingga April 2024, tidak terdapat laporan kejadian terkait keamanan termasuk kejadian TTS di Indonesia yang berhubungan dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca," ujar BPOM melalui keterangan yang diterima suara.com, Senin (6/5/2024).

Pemantauan ini termasuk pelaksanaan surveilans aktif terhadap Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK) pada program vaksinasi Covid-19 selama periode Maret 2021 hingga Juli 2022 pada 14 rumah sakit sentinel (lokasi pelaksanaan surveilan aktif) di 7 provinsi di Indonesia.

BPOM juga menegaskan pemberian vaksin AstraZeneca dipastikan manfaatnya lebih besar dibanding efek samping yang dihasilkan seperti TTS. Apalagi sesuai hasil kajian Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO kejadian TTS termasuk kategori yang sangat langka.

"Hasil kajian WHO menunjukkan bahwa kejadian TTS yang berhubungan dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca dikategorikan sebagai sangat jarang atau very rare yaitu kurang dari 1 kasus dalam 10.000 kejadian," jelas BPOM.

Ilustrasi vaksin (Freepik/freepik)
Ilustrasi vaksin (Freepik/freepik)

Adapun jika TTS terjadi pada penerima vaksin AstraZeneca, maka hanya akan terjadi pada periode 4 hingga 42 hari setelah pemberian dosis vaksin Covid-19. Di luar periode itu, maka dipastikan pembekuan darah yang dialami penerima dosis vaksin bukan karena efek samping vaksin AstraZeneca. 

"Pemantauan terhadap keamanan vaksin COVID-19 AstraZeneca masih terus dilaksanakan dalam bentuk surveilans rutin selama penggunaan vaksin ini dalam program imunisasi," papar BPOM lagi.

Perlu diketahui, BPOM telah melakukan langkah monitoring sebagai bagian dari Post Authorization Safety Study (PASS). Apalagi AstraZeneca sudah menerima Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat sejak 22 Februari 2021. Bahkan vaksinnya sudah ada dan lebih dari 73 juta dosisnya dalam program vaksinasi di Indonesia.

Mengenal cara kerja vaksin AstraZeneca untuk Covid-19 

Adapun kandungan vaksin AstraZeneca memanfaatkan adenovirus yang telah dimodifikasi. Adenovirus ini merupakan jenis virus yang umumnya menyebabkan infeksi ringan seperti pilek.

Namun, dalam vaksin Covid-19 AstraZeneca, adenovirus ini telah dimodifikasi sehingga tidak dapat berkembang biak atau menyebabkan penyakit. Adenovirus ini berperan sebagai vektor untuk mengirimkan informasi genetik virus corona ke dalam tubuh.
   
Cara kerja vaksin AstraZeneca untuk melindungi tubuh Covid-19, yaitu adenovirus yang dimodifikasi masuk ke dalam sel-sel tubuh lalu melepaskan informasi genetiknya, yang kemudian digunakan oleh sel untuk membuat protein spike virus  virus SARS CoV 2.

Selanjutnya tubuh akan mengenali protein spike tersebut sebagai benda asing dan memproduksi respons imun. Hasilnya sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi untuk melawan protein spike, ditambah sel-sel T juga bisa menghancurkan sel yang terinfeksi virus  virus SARS CoV 2.

Vaksin AstraZeneca juga mampu merangsang pembentukan sel-sel kekebalan yang disebut sel memori. Sel-sel memori ini dapat 'mengingat' virus SARS CoV 2 sehingga jika tubuh terpapar virus yang sebenarnya di masa mendatang, sistem kekebalan dapat segera merespons dengan cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 usai Viral Kasus AstraZeneca

Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 usai Viral Kasus AstraZeneca

Tekno | Minggu, 05 Mei 2024 | 16:55 WIB

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Health | Kamis, 02 Mei 2024 | 12:47 WIB

Cegah Kematian karena Infeksi Bakteri Pneumokokus, Ini Pentingnya Vaksinasi Bagi Orang Dewasa

Cegah Kematian karena Infeksi Bakteri Pneumokokus, Ini Pentingnya Vaksinasi Bagi Orang Dewasa

Health | Rabu, 01 Mei 2024 | 08:10 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB