Bisa Meninggal, Dokter Ortopedi Ingatkan Risiko Pasien Skoliosis Nekat Pijat Kretek Abal-abal!

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 17 Mei 2024 | 08:14 WIB
Bisa Meninggal, Dokter Ortopedi Ingatkan Risiko Pasien Skoliosis Nekat Pijat Kretek Abal-abal!
Ilustrasi pijat kretek alias chiropractic. (Shutterstock)

Suara.com - Menjamurnya pijat kretek alias chiropractic menjadi perhatian dokter ortopedi. Sebab, ada risiko bahaya bagi pasien tulang bengkok alias skoliosis yang datang berobat tanpa persiapan apa-apa.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Dr. dr. Phedy Sp.OT (K) Spine menegaskan tindakan chiropractic tidak bisa digunakan untuk mengatasi skoliosis atau tulang belakang melengkung. Bahkan ia mengatakan tindakan tersebut bisa berakibat kematian.

Dr. Phedy mengatakan sensasi rileks atau perasaan lega setelah menjalani kretek abal-abal karena adanya bebunyian disebabkan karena adanya letupan pas di dalam tulang.

Ilustrasi chiropractic
Ilustrasi chiropractic. (shutterstock)

"Jadi yang bunyi itu sebenarnya dari letupan gas. Ketika ada gerakan tiba-tiba si sendi itu kan ada cairannya di dalam, dia tidak bisa mengimbangi jadi terbentuk gas yang meletup," ujar Dr. Phedy melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (16/5/2024).

Lebih lanjut dokter yang juga Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD menjelaskan praktik kretek tulang ini juga identik dengan gerakan tiba-tiba. Sehingga gerakan tiba-tiba dan memaksa inilah yang bisa menyebabkan tulang sendi orang dengan skoliosis bergeser.

"Pada saat disentak sendinya terbebani. Kalau tidak hati-hati sendinya bisa bergeser apalagi yang punya kelainan yang tumbuhnya sudah bengkok (skoliosis), tulangnya sudah berputar dan gerakannya berbeda ditekuk paksa. Sampai waktu itu pernah ada korban meninggal dunia," papar Dr. Phedy.

Perlu diketahui, skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang ditandai dengan bentuk punggung melengkung seperti huruf C atau S. Skoliosis lebih sering ditemukan pada anak-anak sebelum masa pubertas, yaitu sekitar usia 10 hingga 15 tahun.

Skoliosis ada beragam jenisnya, yaitu skoliosis kelainan yang dialami anak sejak lahir lalu mulai terlihat pada masa pubertas karena tulang anak mulai tumbuh.

Lalu ada juga skoliosis postural yang dipengaruhi gaya hidup seperti kebiasaan duduk tidak tegak hingga membawa beban berat, yang bisa diatasi dengan memperbaiki postur tubuh dengan kebiasaan duduk tegas dan ergonomis.

Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]
Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]

Lebih lanjut, Dr. Phedy mengatakan larangan kretek tulang ini bukan hanya berlaku pada untuk orang dengan skoliosis, tapi juga semua orang pada umumnya. Ini karena tindakan chiropractic hanya akan membuat badan lebih cepat pegal, karena bantalan sendi tulang lebih cepat haus.

"Karena otot dan kapsul sendinya meregang pada saat itu. Jadi sebenarnya sama saja efeknya saat kita stretching namun kalau stretching itu kan terjadi pelan-pelan dia aman. Tapi kalau di kretek kaya di kagetin itu kan membebani sendi," jelasnya.

Mirisnya, kretek tulang ini juga banyak dimanfaatkan oleh para lansia yang sudah mengalami pengapuran tulang. Dokter yang beberapa kali kali memenangkan Indonesian Orthopaedic Investigator Award ini mengingatkan, lansia bisa mengalami rasa sakit yang lebih kentara.

"Pada kasus yang berat pada orang tua itu tulang beradu tulang karena cairan sendinya sudah tidak ada. Sisa tulang yang terkadang sudah pengapuran ditekuk paksa ya dia beradu jadinya sakit," ungkap Dr. Phedy.

Bahkan akibat pengapuran tulang para lansia lalu menjalani sesi kretek abal-abal, mereka bisa berisiko alami patah tulang.

"Iya untuk lansia selain sendinya sudah pengapuran bisa juga tulang beradu dengan tulang. Gerakan tiba-tiba pada tulang yang keropos bisa membuat patah. Misalnya tulangnya sudah keropos terus dikretek, bukannya bantalannya yang bergerak tapi tulangnya yang jadi patah," pungkas Dr. Phedy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesama Pijat Kretek, Ini Beda Metode Tit Tar vs Chiropractic untuk Perbaiki Postur Tubuh Agar Seimbang

Sesama Pijat Kretek, Ini Beda Metode Tit Tar vs Chiropractic untuk Perbaiki Postur Tubuh Agar Seimbang

Health | Minggu, 28 April 2024 | 07:52 WIB

Perempuan Skoliosis Sering Sakit Pinggang, Aman Gak Sih untuk Hamil?

Perempuan Skoliosis Sering Sakit Pinggang, Aman Gak Sih untuk Hamil?

Health | Jum'at, 02 Februari 2024 | 13:58 WIB

Doktor Gatam Institute Eka Hospital Temukan alat Bantu Koreksi Tiga Dimensi Skoliosis Idiopatik Remaja

Doktor Gatam Institute Eka Hospital Temukan alat Bantu Koreksi Tiga Dimensi Skoliosis Idiopatik Remaja

Health | Sabtu, 06 Januari 2024 | 08:58 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB