Sering Disepelekan, Ini 5 Penyakit Komplikasi Hipertensi yang Mengancam Nyawa

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 20 Mei 2024 | 10:47 WIB
Sering Disepelekan, Ini 5 Penyakit Komplikasi Hipertensi yang Mengancam Nyawa
Ilustrasi hipertensi (freepik.com/freepik)

Suara.com - Hipertensi hingga kini masih jadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, meski demikian banyak masyarakat kerap menganggap remeh penyakit tersebut. Padahal jika diabaikan bisa menyebabkan komplikasi hipertensi penyakit berbahaya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Cibubur, dr. Gerald Toreh, SpPD-FINASIM mengatakan hipertensi merupakan silent killer atau pembunuh diam-diam, karena penderitanya tidak merasakan gejala apapun.

"Dalam beberapa kasus, penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi," ujar dr. Gerald melalui keterangan yang diterima suara.com, Senin (20/5/2024).

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri meningkat. Lantaran tidak bergejala tapi berbahaya, dr. Gerald lantas mengingatkan agar tidak terjadi komplikasi penting untuk memeriksa tekanan diri secara rutin. Tekanan darah dikatakan normal jika berada di kisaran 140/90 mmHg. 

"Melakukan pemantauan rutin akan membantu Anda, mengidentifikasi peningkatan tekanan darah sebelum menjadi masalah serius, menilai efektivitas perubahan gaya hidup atau pengobatan yang sedang dijalani, mencegah komplikasi yang lebih parah dengan intervensi yang tepat waktu," ujar dr. Gerald.

Adapun jika hipertensi terjadi terus menerus tapi tidak dilakukan penanganan, maka bisa terjadi komplikasi. Ini karena tingginya tekanan darah di dinding arteri bisa menganggu kinerja organ tubuh. Beberapa komplikasi hipertensi serius di antaranya sebagai berikut:

  1. Penyakit jantung koroner, ini karena hipertensi dapat merusak arteri, meningkatkan risiko serangan jantung.
  2. Stroke, kondisi ini terjadi karena tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak atau menghambat aliran darah, menyebabkan stroke.
  3. Gagal ginjal karena saat tekanan darah meningkat di pembuluh darah ginjal maka akan memicu kerusakan hijgga dapat menyebabkan gagal ginjal.
  4. Aneurisma, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan menggembung, yang dapat berakibat fatal jika pecah.
  5. Kerusakan mata bisa juga dialami bila seseorang mengalami hipertensi, karena kondisi tersebut merusak pembuluh darah di retina, yang pada akhirnya terancam kehilangan penglihatan.

Perlu diketahui, menurut World Health Organization (WHO), setiap tahunnya sekitar 7,5 juta orang meninggal akibat komplikasi hipertensi. 

Sedangkan di Indonesia, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan studi kohor penyakit tidak menular (PTM) 2011-2021, hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian keempat dengan persentase 10,2 persen.

Data SKI 2023 menunjukkan bahwa 59,1 persen penyebab disabilitas gangguan penglihatan, pendengaran dan kemampuan berjalan pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53,5 persen penyakit tersebut adalah PTM, terutama hipertensi dengan angka mencapai 22,2 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perut Buncit Tiga Kali Lipat Berisiko Hipertensi, Usia Muda Jangan Merasa Aman!

Perut Buncit Tiga Kali Lipat Berisiko Hipertensi, Usia Muda Jangan Merasa Aman!

Health | Sabtu, 18 Mei 2024 | 18:22 WIB

Gelombang Panas Mengancam Jemaah Haji, Dokter Ingatkan Pengidap Hipertensi Harus Waspada

Gelombang Panas Mengancam Jemaah Haji, Dokter Ingatkan Pengidap Hipertensi Harus Waspada

Health | Sabtu, 18 Mei 2024 | 09:30 WIB

Harus Diminum Seumur Hidup, Obat Hipertensi Memang Enggak Buat Ginjal Rusak? Begini Kata Ahli

Harus Diminum Seumur Hidup, Obat Hipertensi Memang Enggak Buat Ginjal Rusak? Begini Kata Ahli

Health | Minggu, 25 Februari 2024 | 06:01 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB