Heboh Rumah Kena Denda Rp 50 Juta Jika Ada Jentik Nyamuk BDB, Memang Seberbahaya Itu?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 05 Juni 2024 | 15:28 WIB
Heboh Rumah Kena Denda Rp 50 Juta Jika Ada Jentik Nyamuk BDB, Memang Seberbahaya Itu?
Ilustrasi Nyamuk (pexels/icon com)

Suara.com - Heboh warga Jakarta Timur (Jaktim) yang rumahnya ditemukan jentik nyamuk penyebab sakit demam berdarah dengue (DBD) akan kena denda Rp 50 juta. Memang seberbahaya itukah jentik nyamuk aedes aegypti?

Adapun denda Rp 50 juta diberikan pada rumah yang ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti, usai ditetapkannya Perda DKI Jakarta nomor 6 tahun 2007 tentang pengendalian penyakit DBD.

Namun denda ini tidak ujug-ujug diberikan, karena Pemprov DKI Jakarta akan lebih dulu memberikan surat peringatan alias SP1, SP2 dan seterusnya hingga diberikan denda. Tidak kurang dari 24 warga yang di rumahnya ditemukan jentik nyamuk.

Adapun pemberian sanksi ini secara langsung diberikan oleh Satpol PP, yang bertugas memberikan sosialisasi pada masyarakat terkait adanya Perda tersebut, termasuk ancaman sanksi yang bisa didapatkan masyarakat.

DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk bernama aedes aegypti. Beberapa gejala demam berdarah, seperti demam hingga 40 derajat Celcius yang diikuti dengan rasa sakit kepala parah, serta nyeri otot dan sendi hingga area di belakang mata.

DBD bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah, bahkan berpotensi menyebabkan kematian. Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-22 tahun 2023, jumlah kumulatif kasus dengue di Indonesia sebanyak 35.694 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 270.

Melansir situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberantas sarang nyamuk (PSN) aedes aegypti jadi salah satu langkah 3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang yang kemungkinan jadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

Berbeda dengan nyamuk malaria yang biasa berkembang biak di air yang keruh, khusus nyamuk aedes aegypti ini memilih air jernih sebagai tempat berkembang biak seperti bak mandi, tempat penampungan air, hingga air hujan yang tertampung di wadah.

Perkembangan nyamuk aedes aegypti penyebab DBD

baca juga

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama penyebar beberapa penyakit tropis yang signifikan, termasuk demam berdarah, Zika, chikungunya, dan demam kuning. Perkembangan nyamuk Aedes aegypti meliputi empat tahap kehidupan utama yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa.

Adapun siklus hidup nyamuk aedes aegypti dari telur hingga nyamuk dewasa, siklus hidup Aedes aegypti biasanya berlangsung sekitar 8 hingga 10 hari dalam kondisi yang ideal yaitu suhu hangat dan air yang cukup.

Kehidupan nyamuk aedes aegypti juga dipengaruhi lingkungan harus bersuhu lembap, dengan ketersediaan air sangat mempengaruhi durasi siklus hidup nyamuk ini. Siklus hidup bisa memanjang dalam kondisi yang kurang ideal.

Untuk bisa mengendalikan dan mencegah nyamuk aedes aegypti ini dengan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk dengan menguras, menutup, atau membuang wadah yang dapat menampung air.

Bisa juga menggunakan insektisida untuk membunuh larva dan nyamuk dewasa. Lalu untuk membutuhkan larva atau jentik nyamuk aedes aegypti perlu menggunakan bahan kimia. Jangan lupa juga untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk seperti menggunakan kelambu, pakaian pelindung atau bahan kimia topikal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Jakarta Bakal Didenda Rp50 Juta Jika Ada Jentik Nyamuk di Rumahnya, Said Didu: Ide Gila Apalagi Ini?

Warga Jakarta Bakal Didenda Rp50 Juta Jika Ada Jentik Nyamuk di Rumahnya, Said Didu: Ide Gila Apalagi Ini?

News | Rabu, 05 Juni 2024 | 13:48 WIB

Warga Tak Boleh Biarkan Rumahnya Jadi Sarang Nyamuk Aedes Aegypti, Bisa Didenda Satpol PP!

Warga Tak Boleh Biarkan Rumahnya Jadi Sarang Nyamuk Aedes Aegypti, Bisa Didenda Satpol PP!

News | Selasa, 04 Juni 2024 | 13:56 WIB

Catat! Inilah Sanksi Tak Bayar Iuran Tapera Per Bulan, Peringatan Tertulis hingga Besaran Denda

Catat! Inilah Sanksi Tak Bayar Iuran Tapera Per Bulan, Peringatan Tertulis hingga Besaran Denda

Bisnis | Sabtu, 01 Juni 2024 | 22:03 WIB

Terkini

Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify

Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:52 WIB

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:48 WIB

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:46 WIB

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

×