Alasan Dokter Tidak Rekomendasikan Ibu Hamil Lakukan Operasi Caesar

Vania Rossa

Kamis, 18 Juli 2024 | 12:01 WIB
Alasan Dokter Tidak Rekomendasikan Ibu Hamil Lakukan Operasi Caesar
Ilustrasi: Operasi Caesar. (Shutterstock)

Suara.com - Oleh sebagian ibu hamil, operasi Caesar sering kali dianggap sebagai pilihan yang lebih mudah dan nyaman dibandingkan dengan persalinan normal. Namun faktanya, operasi Caesar memiliki beberapa risiko dan komplikasi yang perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, dokter tidak selalu merekomendasikan operasi Caesar untuk semua ibu hamil.

Salah satu yang tidak merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan operasi Caesar adalah dr. Fransiscus Octavius Hari Prasetyadi, Sp.OG, Dokter Spesialis Kandungan Sub Spesialis Fetomaternal National Hospital Surabaya.

Dalam acara daring yang berlangsung Selasa (16/7/2024), dr. Fransiscus mengatakan bahwa selama ibu hamil bisa melahirkan secara normal, maka tak perlu memilih operasi Caesar.

"Walaupun trennya masyarakat menengah atas ini banyak yang takut sakit, jadi kalau takut sakit ini apapun yang terjadi maunya Caesar," kata sang dokter.

Menurutnya, operasi bukan tanpa risiko. Bahkan, lantaran banyaknya ibu hamil yang melahirkan lewat operasi Caesar, belakangan tenaga medis kerap mendapat tambahan kasus yang sebetulnya bisa dihindari. Salah satunya adalah plasenta akreta.

"Bisa dicegah, yaitu plasenta akreta, yaitu menempelnya plasenta itu nggak normal, melekatnya ke dinding rahim itu melebihi yang seharusnya, kadang sampai menembus dinding rahim. Bahkan sampai ke luar menembus ke jaringan sekitarnya, ususnya di kantung kencing janin, risikonya besar sekali," papar dr. Fransiscus.

Kondisi plasenta akreta ini memang bisa diprediksi dengan alat USG canggih yang ada saat ini. Saat periksa kehamilan, dokter bisa melihat kondisi pembuluh darahnya secara detail, sehingga waktu mau operasi, punya gambaran mana yang harus jadi fokus perhatian.

Meski begitu, dr. Fransiskus tetap berkeyakinan bahwa selama ibu hamil bisa lahir normal, maka tak perlu melakukan operasi Caesar. Dan dengan begitu, risiko terjadinya plasenta akreta pun bisa dicegah.

Penting juga untuk diingat bahwa setiap kehamilan berbeda-beda. Dalam menentukan metode persalinan, setiap dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kesehatan ibu hamil, kondisi bayi, dan riwayat kehamilan sebelumnya.

baca juga

Ibu hamil juga disarankan untuk mendiskusikan semua pilihan persalinan dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang akurat dan membuat keputusan yang terbaik untuk diri sendiri dan bayinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Full Coverage! Ini 3 Rekomendasi Cushion Lokal Aman untuk Bumil dan Busui

Full Coverage! Ini 3 Rekomendasi Cushion Lokal Aman untuk Bumil dan Busui

Your Say | Rabu, 17 Juli 2024 | 17:15 WIB

Selain Perut Turun seperti Syahrini, Ini Tanda Wanita Hamil akan Segera Melahirkan

Selain Perut Turun seperti Syahrini, Ini Tanda Wanita Hamil akan Segera Melahirkan

Lifestyle | Selasa, 16 Juli 2024 | 18:46 WIB

Momen Mesra Syahrini & Reino Barack Jelang Persalinan Malah Dinyinyiri Netizen: Kok Perutnya...

Momen Mesra Syahrini & Reino Barack Jelang Persalinan Malah Dinyinyiri Netizen: Kok Perutnya...

Your Say | Senin, 15 Juli 2024 | 16:23 WIB

Terkini

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

×