Dokter Benarkan Bahwa Perempuan Lebih Jarang Mengalami Sakit Jantung Daripada Laki-Laki, Tapi...

Senin, 07 Oktober 2024 | 16:56 WIB
Dokter Benarkan Bahwa Perempuan Lebih Jarang Mengalami Sakit Jantung Daripada Laki-Laki, Tapi...
Ilustrasi Perempuan Sakit Jantung (Freepik/Jcomp)

Suara.com - Selama ini, penyakit jantung lebih banyak menyerang laki-laki dibandingkan perempuan. Hal ini pun kemudian menimbulkan anggapan bahwa perempuan lebih aman dan terlindungi dari penyakit jantung dibandingkan laki-laki. Benarkah anggapan tersebut?

Fakta ini dijelaskan langsung Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur, dr.Zakky Hazami, Sp.JP, yang mengatakan berkat hormon estrogen, kesehatan pembuluh darah perempuan usia produktif cenderung memang lebih terjaga dibandingkan laki-laki.

"Benar, salah satunya adalah karena perempuan punya hormon estrogen. Jadi hormon estrogen itu punya efek melindungi pembuluh darah, sehingga salah satunya dia melebarkan pembuluh darah. Sehingga, perempuan cenderung tekanan darahnya bisa lebih baik daripada lelaki, jadi tidak tinggi," jelas dr. Zakky dalam acara diskusi Eka Hospital beberapa waktu lalu.

Hormon estrogen adalah salah satu jenis hormon seks perempuan yang diproduksi oleh ovarium alias rahim. Tak main-main, hormon estrogen ini mampu menurunkan peluang sakit jantung koroner 3 kali lipat dibandingkan pada laki-laki usia produktif.

Dr. Zakky yang kerap melakukan penanganan intervensi jantung itu menambahkan, hormon 'istimewa' milik perempuan itu juga punya manfaat khusus, yaitu efek antioksidan sehingga bisa mencegah penyumbatan darah yang memicu penyakit jantung koroner.

"Kemudian kedua, dia punya efek antioksidan, sehingga mencegah pembentukan plak-plak atau kerak-kerak yang ada di pembuluh darah, sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, itu fungsinya estrogen," jelasnya.

Lebih jauh, ia juga menambahkan hormon estrogen ampuh untuk mengendalikan stres yang dialami perempuan. Hanya saja, saat periode menstruasi, keseimbangan hormon cenderung terganggu. Itu sebabnya, perempuan kerap mengalami mood swing alis perubahan drastis pada suasana hatinya.

"Makanya kadang-kadang kalau gangguan menstruasi salah satunya karena gangguan hormonal yang terganggu, karena estrogen sebenarnya sangat memproteksi dan juga dipengaruhi stresor, jadi biasa turun produksinya. Kalau estrogennya turun, jadi efek proteksinya rendah," jelas dr. Zakky.

Namun, sebaiknya para perempuan jangan merasa di atas angin, karena jika kondisi tubuh tidak dijaga dengan baik, maka setelah menopause dan produksi hormon estrogen menurun, maka risiko sakit jantung koroner akan setara dengan laki-laki.

Baca Juga: Cegah Penyakit Jantung dengan Deteksi Dini, Bagaimana Langkah yang Tepat?

"Kalau kejadian gangguan pada pembuluh darah koroner sebelum wanita menopause dibandingkan laki-laki itu adalah 1:3, jadi laki-laki peluangnya lebih besar 3 kali lipat dibanding perempuan sebelum menopause, tapi ketika sudah menopause maka peluangnya sama," pungkas dr. Zakky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI