10 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Fakta Menarik Hari Kesehatan Mental Sedunia

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 10 Oktober 2024 | 12:17 WIB
10 Oktober Hari Apa? Ini Sejarah dan Fakta Menarik Hari Kesehatan Mental Sedunia
10 Oktober hari apa? (freepik)

Suara.com - Setiap tahunnya, tanggal 10 Oktober diperingati sebagai hari yang penting bagi masyarakat di dunia. Lantas, 10 Oktober hari apa?

Tanggal 10 Oktober merupakan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian global terhadap kesehatan mental, menumbuhkan kesadaran tentang berbagai isu terkait, serta memberikan dukungan kepada mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Berikut adalah ulasan mengenai sejarah, tema, dan serba-serbi Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2024.

Sejarah Hari Kesehatan Mental Sedunia

Hari Kesehatan Mental Sedunia berawal dari kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, yang muncul setelah Perang Dunia II. Kesadaran ini mendorong pembentukan Federasi Kesehatan Mental Dunia atau World Federation for Mental Health (WFMH) pada 18-21 Agustus 1948, atas prakarsa WHO.

Setelah menilai perlunya advokasi kesehatan mental pasca perang, WHO mendukung pembentukan WFMH. Wakil Sekretaris Jenderal WFMH, Richard C. Hunter, kemudian menginisiasi peringatan pertama Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober 1992.

Pada 1994, peringatan ini mulai dirayakan dengan tema. Sejak saat itu, Hari Kesehatan Mental Sedunia dirayakan setiap tahun pada 10 Oktober, dengan tujuan meningkatkan kesadaran global akan kesehatan mental melalui kolaborasi dan tindakan berkelanjutan.

Tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024

Mengutip dari situs resmi WHO, tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024 adalah "Mental Health at Work" atau kesehatan mental di tempat kerja. Pada peringatan tahun ini, WHO bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekankan pentingnya hubungan antara kesehatan mental dan lingkungan kerja.

Namun, kondisi kerja yang tidak ideal, seperti stigma, diskriminasi, pelecehan, dan kondisi kerja yang buruk dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental, kualitas hidup, serta partisipasi dan produktivitas di tempat kerja.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, pengusaha, organisasi pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya yang bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan pekerja untuk bekerja sama dalam meningkatkan kesehatan mental di tempat kerja.

Mengingat 60% populasi global bekerja, diperlukan tindakan yang cepat untuk mencegah risiko terhadap kesehatan mental serta melindungi dan mendukungnya di tempat kerja.

Kerja sama antara pemerintah, pengusaha, organisasi pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk meningkatkan kesehatan mental di lingkungan kerja.

Fakta Unik dan Menarik tentang Hari Kesehatan Mental Sedunia

1. Disiarkan di Televisi Tiga Tahun Berturut-turut

Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992. Awalnya, tidak ada tema khusus yang diusung. Tujuan utamanya adalah mempromosikan kesehatan mental dan mengedukasi masyarakat tentang isu-isu terkait hal tersebut.

Pada tiga tahun pertama, yaitu 1992, 1993, dan 1994, disiarkan program televisi global berdurasi 2 jam melalui satelit dari studio di Tallahassee, Florida, yang mendapat respons positif dari berbagai belahan dunia.

2. Mengusung Tema Berbeda Setiap Tahun

Pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya, WFMH memilih tema berbeda yang sesuai dengan isu-isu kesehatan mental terkini. Tema pertama diusung pada 1994 atas saran Sekretaris Jenderal WFMH, Eugene Brody, dengan topik "Improving the Quality of Mental Health Services throughout the World". Kampanye ini mendapatkan umpan balik dari 27 negara, dan sangat berpengaruh di Australia dan Inggris.

3. Penunjukan Menteri Pencegahan Bunuh Diri Pertama di Inggris

Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia 2018, Perdana Menteri Theresa May menunjuk Jackie Doyle-Price sebagai menteri pencegahan bunuh diri pertama di Inggris. Hal ini terjadi ketika pemerintah menyelenggarakan pertemuan puncak kesehatan mental global pertama.

4. Program Edukasi Jangka Panjang

Sejak pertama kali diperingati hingga saat ini, Hari Kesehatan Mental Sedunia bukan hanya sekadar peringatan satu hari. Ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk mengedukasi dan mengingatkan pentingnya kesehatan mental.

Program ini terus berkembang dan diadopsi di seluruh dunia, dengan banyak kegiatan yang diadakan oleh komunitas dan organisasi. Selama lebih dari 26 tahun, WFMH telah menjalankan program ini untuk mempromosikan kesehatan mental dan meningkatkan kesadaran akan masalah terkait penyakit mental.

Demikianlah informasi terkait 10 Oktober hari apa. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nikita Mirzani Lulusan Mana? Ledek Penyakit Mental Rachel Vennya, Ini Pendidikannya

Nikita Mirzani Lulusan Mana? Ledek Penyakit Mental Rachel Vennya, Ini Pendidikannya

Lifestyle | Rabu, 09 Oktober 2024 | 14:39 WIB

Nikita Mirzani Senggol Penyakit Mental Rachel Vennya, Warganet: Jahat Banget

Nikita Mirzani Senggol Penyakit Mental Rachel Vennya, Warganet: Jahat Banget

Lifestyle | Rabu, 09 Oktober 2024 | 12:33 WIB

Ulasan Buku 'No More Burnout', Strategi Jitu Menjaga Kesehatan Mental

Ulasan Buku 'No More Burnout', Strategi Jitu Menjaga Kesehatan Mental

Your Say | Selasa, 08 Oktober 2024 | 09:48 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB