Kawal Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, 10 Tahun Jokowi Catat Kemajuan Pesat Bidang Telemedicine

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Jum'at, 25 Oktober 2024 | 18:36 WIB
Kawal Masyarakat Indonesia Selama Pandemi Covid-19, 10 Tahun Jokowi Catat Kemajuan Pesat Bidang Telemedicine
Ilustrasi telemedicine [Dok. SehatQ]

Suara.com - Dalam 10 tahun masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo tercatat telah menetapkan penanganan pasien dengan cara telemedicine atau rumah sakit tanpa dinding. Situasi ini berangkat dari kondisi gawat darurat global saat pandemi Covid-19 merebak dan membutuhkan penanganan berkesinambungan selama dua tahun.  Termasuk masa pembatasan mobilitas masyarakat yang disebut sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebagaimana dikutip dari Presidenri.go.id, pada 13 April 2020 Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta.

Salah satunya Presiden meminta Menteri Kesehatan agar betul-betul mengatur manajemen penanganan pasien terdampak virus corona. Dengan adanya rumah sakit (RS) tanpa dinding atau telemedicine, maka tidak semua orang harus pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatannya. Sehingga risiko penularan kepada tenaga medis bisa dikurangi.

Mantan Presiden Jokowi menyapa ratusan ribu warga di ruas Jalan Adi Sucipto, Solo menuju kediaman pribadi kawasan Sumber, Banjarsari, Minggu (20/10/2024). [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]
Presiden Jokowi purna tugas, menyapa ratusan ribu warga di ruas Jalan Adi Sucipto, Solo menuju kediaman pribadi kawasan Sumber, Banjarsari, Minggu (20/10/2024). [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

"Jangan semuanya masuk ke rumah sakit yang ada. Yang ringan, yang sedang, akan lebih baik kalau dibawa ke Wisma Atlet. Ini semua rumah sakit harus tahu. Kemudian yang perlu penanganan intensif, bisa dibawa ke rumah sakit yang ada, dan kalau yang tidak perlu penanganan intensif, bisa dirawat di rumah dengan isolasi mandiri," demikian papar Presiden Joko Widodo saat itu.

"Saya juga sangat menghargai. Ini yang belum banyak diungkap: bahwa kita memiliki rumah sakit tanpa dinding, telemedicine. Ini akan sangat bagus kalau ini bisa disampaikan, ini saya kira bedanya kita dengan negara lain," tandasnya memberikan apresiasi.

Dengan adanya fasilitas telemedicine, risiko penularan kepada tenaga medis bisa dikurangi.

"Saya mendapatkan laporan bahwa sekarang beberapa perusahaan aplikasi teknologi sudah masuk dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Dari yang sebelumnya hanya 4 juta, sekarang sudah mencapai lebih dari 15 juta orang menggunakan aplikasi ini. Ini sangat bagus," ujar Presiden Jokowi memaparkan semakin tingginya aplikasi telemedicine di kalangan masyarakat kita.

Sementara itu, dikutip dari kantor berita Antara, di masa pandemi Covid-19, Presiden Jokowi menyatakan bahwa telemedicine menjadi pilihan untuk mengurangi beban fasilitas kesehatan dari puskesmas hingga rumah sakit.

"Ini penting agar fasilitas kesehatan kita bisa lebih fokus untuk menangani pasien dengan gejala berat mau pun pasien-pasien penyakit lain yang membutuhkan layanan intensif," tandas Presiden Jokowi.

"Perbaikan berbagai sarana dan prasarana fasilitas kesehatan disesuaikan dengan karakter varian Omicron yang berbeda dengan varian yang sebelumnya dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula," ungkap beliau menjelang akhir 2021, saat varian virus Covid-19, Omicron masuk Indonesia.

Data laju harian COVID-19 dan vaksinasi pada Rabu (21/6/2023). (Satgas COVID-19)
Data laju harian COVID-19 dan vaksinasi pada Rabu (21/6/2023) [Satgas COVID-19]

Menurut Presiden Jokowi, salah satu perbaikan yang dilakukan pemerintah adalah melalui layanan telemedicine aplikasi layanan kesehatan.

Kehadiran telemedicine dalam 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi semasa pandemi Covid-19 termasuk masa New Normal turut memberikan dampak positif dalam transformasi ketahanan kesehatan. Khususnya penguatan sistem deteksi dini dan respon cepat.

Di mana dalam pelaksanaannya, berlaku sistem pelaporan dan informasi secara digital, dan secara mekanisme melakukan respon cepat untuk menghadapi wabah atau kejadian luar biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transformasi Kesehatan, 10 Tahun Jokowi, JKN Jangkau 98 Persen Rakyat

Transformasi Kesehatan, 10 Tahun Jokowi, JKN Jangkau 98 Persen Rakyat

News | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 16:24 WIB

10 Tahun Jokowi, Indonesia Menjadi Negara yang Berhasil Menangani Pandemi Covid-19

10 Tahun Jokowi, Indonesia Menjadi Negara yang Berhasil Menangani Pandemi Covid-19

News | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 11:20 WIB

Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara Diserang, Militer Israel Tembaki Ruang Perawatan Anak

Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara Diserang, Militer Israel Tembaki Ruang Perawatan Anak

News | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 11:15 WIB

Senjata Jokowi Lewat Program DD, Berhasil Basmi Kemiskinan, Staf Desa di Bogor: Terima Kasih Pak

Senjata Jokowi Lewat Program DD, Berhasil Basmi Kemiskinan, Staf Desa di Bogor: Terima Kasih Pak

News | Kamis, 24 Oktober 2024 | 22:07 WIB

10 Tahun Jokowi: Tol Laut Sukses Tekan Disparitas Harga, Barang di Timur Indonesia Tak Lagi Mahal

10 Tahun Jokowi: Tol Laut Sukses Tekan Disparitas Harga, Barang di Timur Indonesia Tak Lagi Mahal

Bisnis | Kamis, 24 Oktober 2024 | 16:08 WIB

10 Tahun Jokowi, Bansos BLT Hingga PKH Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem

10 Tahun Jokowi, Bansos BLT Hingga PKH Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem

Bisnis | Kamis, 24 Oktober 2024 | 15:18 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB