Kenali Penyebab Nyeri Dada, IDI Bima Berikan Informasi Pengobatan

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 23 Desember 2024 | 21:48 WIB
Kenali Penyebab Nyeri Dada, IDI Bima Berikan Informasi Pengobatan
(Freepik)

Suara.com - Menurut informasi dari idibima.org, salah satu penyakit yang bisa menyerang secara mendadak adalah rasa nyeri pada dada. Angina pectoris adalah kondisi yang terjadi ketika otot jantung kekurangan oksigen yang lebih banyak tetapi tidak dapat memperolehnya. Ini menyebabkan nyeri di dada yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar ke jantung. Kondisi ini sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan benar.

IDI Kota Bima adalah cabang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berfungsi sebagai organisasi profesi bagi dokter di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mendukung pengembangan profesi kedokteran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan.

IDI Kota Bima rutin untuk memberikan pelatihan dan pendidikan, serta melakukan advokasi untuk kepentingan anggota dan masyarakat. IDI Kota Bima saat ini sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit nyeri dan sakit pada dada serta pengobatan yang tepat bagi penderitanya.

Apa saja ciri-ciri terjadinya nyeri pada dada?

Dilansir dari laman https://idibima.org, nyeri pada dada dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan memiliki ciri-ciri yang berbeda tergantung pada penyebabnya. Berikut adalah ciri-ciri utama terjadinya nyeri pada dada meliputi:

1. Sensasi tertekan atau berat
Penderita angina pectoris mungkin mengalami sensasi berat atau tekanan pada dada mereka. Mereka juga mungkin merasakan dada mereka lebih berat atau seperti ditekan. Perasaan membawa beban berat di dada biasanya digambarkan sebagai sensasi ini. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama dalam hal aktivitas sehari-hari.
2. Nyeri disertai sesak nafas
Faktor lain yang dialami termasuk sesak napas dan nyeri tak tertahankan. Rasa sakit dapat muncul dan hilang dalam waktu lebih dari beberapa menit. Intensitasnya berubah seiring aktivitas dan sering memburuk.
3. Mengalami keringat dingin
Selain itu, nyeri dada dapat menyebabkan keringat berlebih atau keringat dingin. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat menjadi lebih serius dan berbahaya jika tidak diobati dengan segera.
4. Rasa terbakar dan tajam
Beberapa orang melaporkan rasa nyeri yang tajam atau terbakar di dada, yang dapat disebabkan oleh masalah pencernaan seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau kondisi lain

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengurangi gejala nyeri pada dada?

IDI Kota Bima telah meneliti lebih lanjut tentang penyakit Angina Pectoris atau nyeri pada dada. Untuk mengurangi gejala angina pectoris (nyeri dada), beberapa jenis obat yang umum direkomendasikan meliputi:

1. Nitrokaf Retard
Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri dada akibat angina pektoris dengan cara melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung. Dosis biasanya 2-3 kali sehari, sesuai dengan petunjuk dokter.
2. Cardio Aspirin
Obat Aspirin digunakan untuk mencegah pembekuan darah dan mengurangi risiko serangan jantung. Ini juga dapat membantu meredakan nyeri dada yang terkait dengan masalah jantung.
3. Polysilane
Obat antasida yang efektif menetralkan asam lambung dan meredakan nyeri dada akibat masalah pencernaan seperti GERD atau tukak lambung. Dosis biasanya 1-2 jam setelah makan.
4. Symbicort Turbuhaler
Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri dada akibat asma dengan cara melebarkan saluran pernapasan dan mengurangi peradangan.

baca juga

Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, terutama untuk kondisi serius seperti penyakit jantung. Jika Anda mengalami nyeri dada, penting untuk mencari bantuan medis segera untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Penyebab Mata Juling, IDI Gunung Mas Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Mata Juling, IDI Gunung Mas Berikan Informasi Pengobatan

Health | Senin, 23 Desember 2024 | 21:41 WIB

Kenali Penyebab Angin Duduk, IDI Enarotali Berikan Informasi Pengobatan yang Tepat

Kenali Penyebab Angin Duduk, IDI Enarotali Berikan Informasi Pengobatan yang Tepat

Health | Minggu, 22 Desember 2024 | 22:18 WIB

Cegah Penyakit Radang Panggul Sejak Dini, IDI Dogiyai Berikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Radang Panggul Sejak Dini, IDI Dogiyai Berikan Informasi Pengobatan

Health | Minggu, 22 Desember 2024 | 22:05 WIB

Cegah Sindrom Mata Kering, IDI Gedong Tataan Bagikan Informasi Pengobatan

Cegah Sindrom Mata Kering, IDI Gedong Tataan Bagikan Informasi Pengobatan

Health | Minggu, 22 Desember 2024 | 21:57 WIB

Cegah Penyakit Rematik, IDI Burmeso Memberikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Rematik, IDI Burmeso Memberikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 21 Desember 2024 | 17:20 WIB

Cegah Penyakit Sirosis Hati, IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Sirosis Hati, IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 21 Desember 2024 | 17:07 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×