China Dilanda Wabah Flu A dan Virus HMPV, Bagaimana Perkembangan Terkini?

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 30 Desember 2024 | 19:06 WIB
China Dilanda Wabah Flu A dan Virus HMPV, Bagaimana Perkembangan Terkini?
Ledakan Kasus Flu di China Gejala Mirip COVID-19, Era Pandemi Baru? (aboluowang.com)

Suara.com - Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan wabah flu di China yang menyebar dengan cepat. Berbagai rumah sakit di kota-kota besar di China kembali penuh dengan pasien yang mengalami demam tinggi, batuk, dan flu. Situasi ini mengingatkan banyak orang pada awal pandemi COVID-19 di akhir 2019 karena gejalanya cenderung mirip.

Di media sosial, banyak beredar video yang menunjukkan antrean panjang di rumah sakit, terutama di bagian anak-anak. Banyak orang tua datang ke rumah sakit sejak dini hari untuk mendapatkan nomor antrean agar anak mereka bisa segera ditangani.

Ruang infus dipadati pasien hingga tak ada tempat kosong tersisa. Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat, terutama karena sebagian besar warganet mencurigai bahwa gejala ini lebih serius daripada flu biasa.

Lantas, bagaimana perkembangan terkini dari kasus wabah flu di China yang cepat menyebar seperti COVID-19 ini, dan apakah masyarakat akan menghadapi pandemi baru di depan mata? Berikut ulasannya.

Data Pemantauan dan Lonjakan Kasus

Peningkatan kasus ini terlihat di berbagai institusi medis di China. Li Hongye, Kepala Dokter di Rumah Sakit Perempuan dan Anak di Zhumadian, melaporkan bahwa jumlah pasien rawat inap pada bulan Desember meningkat hingga sepuluh kali lipat dibandingkan November.

Mengutip dari China Daily, dalam periode 2 hingga 8 Desember 2024, tercatat 40 wabah flu di berbagai provinsi, baik di Tiongkok selatan maupun utara. Virus HMPV juga menjadi perhatian khusus karena tingkat positifnya meningkat, terutama pada anak-anak di bawah usia 14 tahun.

Pihak kesehatan China menyebut lonjakan kasus ini disebabkan oleh penyebaran Influenza A (flu A) dan Virus Human Metapneumovirus (HMPV). Namun, banyak orang masih meragukan hal ini, karena gejalanya dinilai mirip dengan awal infeksi COVID-19.

Kan Biao, Direktur Institut Penyakit Menular di Pusat Pengendalian Penyakit China, menyebutkan bahwa peningkatan kasus ini merupakan bagian dari penyebaran musiman flu yang intens. Ia menegaskan bahwa tingkat infeksi COVID-19 tetap berada pada level rendah.

Namun, virus HMPV, yang turut menjadi penyebab ledakan kasus ini, belum memiliki obat atau vaksin khusus, sehingga kekhawatiran masyarakat sangat tinggi.

Para dokter juga menyampaikan bahwa sebagian besar kasus flu ini dapat sembuh sendiri dalam lima hingga tujuh hari, terutama pada orang dengan fungsi kekebalan tubuh yang baik. Namun, kelompok rentan seperti lansia, bayi, ibu hamil, dan individu dengan imunitas rendah berisiko mengalami komplikasi serius.

Selain itu, laporan pemantauan terbaru menunjukkan peningkatan jumlah infeksi human metapneumovirus, terutama pada anak-anak di bawah usia 14 tahun. Virus ini diketahui dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut seperti bronkiolitis, asma, dan pneumonia, terutama pada bayi, anak kecil, serta individu dengan sistem imun yang lemah.

Apakah Era Pandemi akan Terjadi Lagi?

Meskipun situasi ini mengingatkan publik pada awal pandemi COVID-19, para ahli menekankan bahwa wabah flu ini berbeda karena tingkat keparahan kasus dan angka kematian relatif rendah. Selain itu, vaksinasi COVID-19 yang telah masif dilakukan memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Influenza A dan HMPV? Bikin Geger usai Isu Wabah Virus Mirip Covid di Tiongkok

Apa Itu Influenza A dan HMPV? Bikin Geger usai Isu Wabah Virus Mirip Covid di Tiongkok

Lifestyle | Senin, 30 Desember 2024 | 17:06 WIB

China Uji Coba Sistem Pemantau Pneumonia Misterius, Apa Pelajaran untuk Indonesia?

China Uji Coba Sistem Pemantau Pneumonia Misterius, Apa Pelajaran untuk Indonesia?

News | Senin, 30 Desember 2024 | 14:57 WIB

Rumah Sakit di China Kembali Kewalahan Pasien 'Flu' Parah Mirip Covid-19

Rumah Sakit di China Kembali Kewalahan Pasien 'Flu' Parah Mirip Covid-19

Lifestyle | Senin, 30 Desember 2024 | 12:59 WIB

3 Drama China yang Dibintangi Meng Zi Yi di WeTV, Terbaru Ada Blossom

3 Drama China yang Dibintangi Meng Zi Yi di WeTV, Terbaru Ada Blossom

Your Say | Minggu, 29 Desember 2024 | 20:42 WIB

Sesumbar Brand Tiongkok: 5 dari 10 Top Mobil Global akan Dikuasai China

Sesumbar Brand Tiongkok: 5 dari 10 Top Mobil Global akan Dikuasai China

Otomotif | Minggu, 29 Desember 2024 | 17:22 WIB

Sinopsis The Top Speed, Drama China Bertema Medis Dibintangi Tong Da Wei

Sinopsis The Top Speed, Drama China Bertema Medis Dibintangi Tong Da Wei

Your Say | Minggu, 29 Desember 2024 | 18:30 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB