Bolehkah Ibu Hamil Muda Trimester 1 Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Kandungan!

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Senin, 03 Maret 2025 | 12:05 WIB
Bolehkah Ibu Hamil Muda Trimester 1 Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Kandungan!
Ilustrasi hamil. (Freepik)

Suara.com - Dokter kandungan memperolehkan ibu hamil berpuasa dengan syarat perkembangan janin sehat. Pertanyaanya, bolehkah ibu hamil muda puasa Ramadhan?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Poliklinik Women & Children Mitra Keluarga Bekasi, dr. Agustinus Gatot Suwarna Hadiwijana, Sp.OG ternyata tidak menganjurkan ibu hamil muda alias kehamilan trimester pertama untuk berpuasa.

Ini karena saat trimester satu atau di 3 bulan pertama kehamilan, ibu hamil sering mengalami morning sickness alias mual dan muntah karena perubahan hormon atau sensitif pada aroma tertentu. Kondisi mual dan muntah inilah yang berisiko membuat ibu hamil kekurangan gizi.

Hasilnya karena kondisi yang rentan itu dikhawatirkan memengaruhi perkembangan tahap awal janin, yang sangat memerlukan banyak gizi. Sedangkan mual dan muntah pada ibu hamil berisiko membuat makanan yang masuk ke tubuh kembali ke luar.

"Prinsipnya tetap sama. Kalau pemberian makanan dari ibu ke bayi baik, trimester pertama memang kita tidak anjurkan. Kenapa? Biasanya trimester pertama masih muntah-muntah, masih mual, nggak bisa makan. Masa mau puasa lagi. Itu trimester pertama," ujar dr. Agustinus dalam acara Grand Opening Poliklinik Women & Children Mitra Keluarga Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025).

 Acara Grand Opening Poliklinik Women & Children Mitra Keluarga Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Acara Grand Opening Poliklinik Women & Children Mitra Keluarga Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Namun jika kondisi ibu tidak mengalami morning sickness atau sudah memasuki usia kehamilan trimester 2 dan trimester 3, dr. Agustinus mengatakan ibu hamil boleh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

"Tapi kalau trimester ke-2, ke-3 biasanya makanan sudah baik. Sudah bisa menambah makanan sendiri, yaitu silahkan trimester ke-2, trimester ke-3," jelas dr. Agustinus.

"Kalau seandainya dari USG-nya bagus, kenapa nggak? Jarang loh bisa puasa, khatam sampai selesai. Itu kan anugerah untuk ibu hamil. Jadi kenapa nggak? Kalau bisa, puasa," lanjutnya.

Ia menambahkan, boleh tidaknya ibu hamil berpuasa dengan lebih dulu memastikan kondisi ibu dan perkembangan janin baik. Salah satunya bisa dilihat dengan melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, apalagi kini pasien bisa lebih leluasa Poliklinik Women & Children Mitra Keluarga Bekasi memiliki jalur pemeriksaan khusus soal ibu dan anak.

baca juga

"Kamu (ibu hamil) mau puasa? 'Iya dokter'. Kita kasih tahu, kamu boleh, bayimu oke, air ketuban baik. Jadi periksanya tergantung kehamilannya, trimester ke-1 dan ke-2 itu kan sebulan sekali. Nanti 28 minggu sampai minggu ke-36 itu 2 minggu sekali. Terus 36 minggu ke atas baru seminggu sekali," jelas dr. Agustinus.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Poliklinik Women & Children Mitra Keluarga Bekasi, dr. Agustinus Gatot Suwarna Hadiwijana, Sp.OG di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Poliklinik Women & Children Mitra Keluarga Bekasi, dr. Agustinus Gatot Suwarna Hadiwijana, Sp.OG di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Selain ibu dan anak, poliklinik ini juga menyediakan layanan gastrohepatologi clinic terkait saluran cerna anak, alergi dan imunologi care untuk anak, hingga pediatric urology clinic dengan layanan spesialis untuk anak.

Meski begitu, dr. Agustinus juga tetap mengingatkan ada beberapa kondisi ibu hamil yang sebaiknya tidak memaksakan diri berpuasa, seperti bayinya kecil atau pertumbuhan janin terhampat, ibu dengan anemia tanpa pendampingan obat tambah darah.

Sedangkan dari sisi makanan, demi memastikan asupan ibu hamil tetap terpenuhi untuk perkembangan janin, dr. Agustinus sarankan menambah waktu makan di luar waktu buka puasa dan sahur.

"Yaudah, nanti ketika buka puasa maka dilanjutkan dengan penambahan-penambahan gizi. Tidak hanya buka puasa kemudian makan sahur. Jadi di antara buka puasa dan sahur itu diberikan makanan-makanan yang bergizi," paparnya.

"Terutama protein, karbohidrat, dan multivitamin. Jangan lupa juga air minum. Karena kalau dehidrasi, kasihan bayinya," pungkas dr. Agustinus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Masturbasi Tidak Batalkan Puasa? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya Menurut Mazhab Syafii

Benarkah Masturbasi Tidak Batalkan Puasa? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya Menurut Mazhab Syafii

Lifestyle | Senin, 03 Maret 2025 | 11:32 WIB

5 Restoran di Pesisir Jakarta untuk Buka Puasa Bersama Keluarga

5 Restoran di Pesisir Jakarta untuk Buka Puasa Bersama Keluarga

Lifestyle | Senin, 03 Maret 2025 | 10:40 WIB

Nonton Mukbang Saat Puasa, Batal Gak Sih? Ini Kata Ustaz!

Nonton Mukbang Saat Puasa, Batal Gak Sih? Ini Kata Ustaz!

Religi | Minggu, 02 Maret 2025 | 21:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×