Deep Brain Stimulation: Harapan Baru bagi Penderita Distonia dan Sindrom Tourette

Agatha Vidya Nariswari, Dinda Rachmawati

Rabu, 19 Maret 2025 | 14:03 WIB
Deep Brain Stimulation: Harapan Baru bagi Penderita Distonia dan Sindrom Tourette
Ilustrasi Kedutan Wajah (Freepik)

Suara.com - Bagi banyak orang, istilah distonia dan sindrom Tourette mungkin masih terdengar asing. Namun, jika disebutkan gejala seperti kedutan wajah, gerakan leher yang tidak terkendali (tengleng), atau suara yang keluar secara spontan, mungkin sebagian besar langsung memahaminya.

Dua gangguan neurologis ini dapat menyebabkan gangguan gerak yang signifikan dan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk kondisi yang berat, terapi konvensional seperti obat-obatan dan fisioterapi sering kali tidak cukup. Salah satu solusi medis yang kini semakin berkembang adalah Deep Brain Stimulation (DBS).

RS Siloam Lippo Village menjadi salah satu rumah sakit di Indonesia yang mengembangkan prosedur ini dengan pendekatan multidisiplin dan teknologi mutakhir. Bagaimana DBS bekerja? Dan siapa yang bisa menjalani prosedur ini?

Distonia: Gangguan Gerak yang Sering Tak Disadari

Distonia adalah gangguan saraf yang menyebabkan kekakuan otot berkepanjangan, gerakan berulang, serta postur tubuh yang tidak normal.

Menurut Dr. dr. Rocksy Fransisca V. Situmeang, SpN (K), dokter spesialis neurologi di RS Siloam Lippo Village, gejala yang muncul dapat mengenai berbagai kelompok otot.

Seperti di daerah leher yang orang awam sebut dengan "tengleng" atau "tengeng", otot-otot wajah yang dikenal sebagai kedutan, otot vokal yang menimbukan suara aneh yang tidak terkontrol, dan otot-otot tangan serta kaki yang dapat menimbulkan gerakan aneh seperti menari.  

Lebih lanjut dr. Rocksy menambahkan distonia jarang terdiagnosis dengan baik karena gejalanya sering dianggap sepele. Diagnosisnya memerlukan evaluasi klinis mendalam, termasuk wawancara medis, MRI, hingga tes genetik.

Sindrom Tourette: Lebih dari Sekadar Kedutan

baca juga

Sindrom Tourette adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan tics, yaitu gerakan atau suara yang muncul tanpa disengaja. 

Tics ini dapat berupa kedutan pada wajah, otot sekitar mata dan pipi (motor tics), hingga suara-suara tidak disengaja seperti berdehem atau bahkan teriakan mendadak yang tidak dapat dikontrol (vocal tics). 

Gejala ini sering kali membuat penderitanya kesulitan dalam berinteraksi sosial dan dapat menimbulkan kecemasan atau depresi. 

"Gangguan ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dan sering dikaitkan dengan faktor genetik serta stres ibu saat hamil," tambah dia. 

Dr. Rocksy menjelaskan bahwa Tourette sering kali disertai gangguan lain seperti OCD (Obsessive Compulsive Disorder) atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Untuk menilai keparahan sindrom Tourette, digunakan skala khusus seperti Yale Global Tic Severity Scale (YGTSS). Jika skornya melebihi 35 dari 50, maka prosedur DBS bisa menjadi opsi pengobatan.

Deep Brain Stimulation (DBS): Harapan Baru bagi Pasien

DBS adalah prosedur di mana elektroda ditanamkan di otak untuk mengirimkan stimulasi listrik ke area yang mengontrol gerakan. Teknik ini telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala distonia dan sindrom Tourette yang berat.

Menurut Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, SpBS, spesialis bedah saraf di RS Siloam Lippo Village, prosedur DBS hanya direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi berat yang tidak merespons pengobatan biasa.

"Prosedur ini bekerja dengan cara menanamkan elektroda di dalam otak yang memberikan stimulasi listrik ke area yang mengontrol gerakan, sehingga gejala dapat berkurang secara signifikan," jelas dia lagi.

Keberhasilan DBS di RS Siloam Lippo Village mencapai 78%-82%, setara dengan standar internasional. Distonia memiliki tingkat perbaikan lebih tinggi dibandingkan sindrom Tourette, terutama jika faktor psikologis juga ditangani dengan baik.

DBS bukanlah pengobatan sekali jalan. Stimulasi dapat disesuaikan, dan baterainya perlu diganti setelah beberapa tahun. Meski begitu, prosedur ini secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien yang sebelumnya mengalami gangguan gerak yang menghambat aktivitas mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Hemifacial Spasm: Kedutan Wajah Tak Terkendali yang Bisa Ganggu Kepercayaan Diri

Kenali Hemifacial Spasm: Kedutan Wajah Tak Terkendali yang Bisa Ganggu Kepercayaan Diri

Lifestyle | Senin, 17 Maret 2025 | 11:12 WIB

Mitos Mata Kedutan, Tiba-Tiba Disinggung Anies Baswedan di X

Mitos Mata Kedutan, Tiba-Tiba Disinggung Anies Baswedan di X

Lifestyle | Kamis, 06 Maret 2025 | 14:55 WIB

Mata Kanan Atas Kedutan Terus? Waspada, Ini Artinya Secara Medis

Mata Kanan Atas Kedutan Terus? Waspada, Ini Artinya Secara Medis

Lifestyle | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:17 WIB

Terkini

IHSG Bergerak di Level 6.200 Pagi Ini, Saham TALF Terbang

IHSG Bergerak di Level 6.200 Pagi Ini, Saham TALF Terbang

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:19 WIB

Harga Minyak Melonjak 20 Persen Sepanjang Juli

Harga Minyak Melonjak 20 Persen Sepanjang Juli

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:18 WIB

Penjualan MARK Naik 50%, Kenaikan Biaya Produksi Mulai Tekan Margin

Penjualan MARK Naik 50%, Kenaikan Biaya Produksi Mulai Tekan Margin

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:11 WIB

6 Sabun Cuci Muka Niacinamide yang Mencerahkan, Wajah Kusam Jadi Glowing Sesuai Review

6 Sabun Cuci Muka Niacinamide yang Mencerahkan, Wajah Kusam Jadi Glowing Sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:05 WIB

Siapa Setya Budi Dias Oktavianto? Staf KPK yang Terlibat Kasus Korupsi Bupati Pemalang

Siapa Setya Budi Dias Oktavianto? Staf KPK yang Terlibat Kasus Korupsi Bupati Pemalang

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:03 WIB

Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste

Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:01 WIB

Cara Merawat Pintu Mobil Keluarga Sliding Door, plus 10 Opsi Mulai 50 Jutaan Kabin Luas

Cara Merawat Pintu Mobil Keluarga Sliding Door, plus 10 Opsi Mulai 50 Jutaan Kabin Luas

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:01 WIB

Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?

Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 09:00 WIB

Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi

Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:58 WIB

6 Manfaat Testosteron Menurut Androlog, Tidak Cuma Soal Gairah Seks

6 Manfaat Testosteron Menurut Androlog, Tidak Cuma Soal Gairah Seks

Health | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:57 WIB

×