Subhanallah, Dokter Ungkap Puasa Bikin Kondisi Pasien Ginjal Kronis Lebih Baik

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 20 Maret 2025 | 12:16 WIB
Subhanallah, Dokter Ungkap Puasa Bikin Kondisi Pasien Ginjal Kronis Lebih Baik
Ilustrasi pasien ginjal (freepik)

Suara.com - Fakta menarik diungkap dokter spesialis penyakit dalam yang mengatakan ibadah puasa Ramadan bisa membuat kondisi pasien sakit ginjal kronis lebih terkendali. Eits, tapi ada syaratnya dan tidak boleh sembarangan ya!

Manfaat puasa Ramadan ini diungkap langsung Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Donnie Lumban Gaol, Sp.PD-KGH yang menemukan pasien dengan sakit ginjal kronis, sudah dalam tahap harus rutin cuci darah alias dialisis alami kondisi tubuh yang terkendali saat sedang berpuasa.

"Pasien-pasien saya yang cuci darah dengan puasa, malah banyak yang lebih terkendali. Dari sisi minum, cairannya, jadi banyak yang artinya lebih bagus," ujar dr. Donnie dalam acara Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) oleh PT Finusolprima Farma Internasional di Jakarta Selatan, Sabtu (15/3/2025).

Namun dr. Donnie memperingatkan, meski puasa bagus untuk kesehatan ginjal tapi tidak semua pasien dengan cuci darah bisa melakukan puasa. Bahkan di beberapa kondisi seperti sakit ginjal stadium akhir alias gagal ginjal, puasa bisa memperburuk kondisinya.

"Jadi boleh puasa, tapi pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir, di mana stadium (eGFR atau penyaringan) di bawah 15, kita enggak sarankan puasa. karena itu makin memperberat, harmful (berbahaya) untuk penyakit ginjalnya," papar dr. Donnie.

Adapun pasien sakit ginjal yang diizinkan berpuasa menurut dr. Donnie, yaitu jika masih di tahap stadium 3 dan 4. Dalam kondisi tersebut puasa tidak akan memperberat beban kerja ginjal, namun tetap perlu dalam pemantauan dokter.

"Kalau stadium 3 hingga 4, kita masih perbolehkan dengan memperhatikan kondisi ginjalnya sendiri. Jadi banyak hal yang kita bisa nilai," jelasnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Donnie Lumban Gaol, Sp.PD-KGH saat memberikan edukasi di Jakarta Selatan, Sabtu (15/3/2025)
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Donnie Lumban Gaol, Sp.PD-KGH saat memberikan edukasi di Jakarta Selatan, Sabtu (15/3/2025)

Perlu diketahui kondisi penyakit gagal ginjal sangat dipengaruhi laju filtrasi glomerulus (eGFR) atau kemampuan ginjal menyaring darah . Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik menyaring darah, maka ia umumnya memerlukan tindakan dialisis atau cuci darah menggunakan mesin dialis di rumah sakit.

Adapun stadium penyakit ginjal kronis di antaranya yakni, stadium 1 saat eGFR masih lebih dari 90 mililiter (ml) per menit dengan kerusakan ginjal ringan.

baca juga

Stadium 2 yaitu eGFR 60 hingga 89 ml per menit, dengan kerusakan ginjal ringan. Stadium 3 dengan eGFR 30 hingga 59 ml per menit, dengan penurunan GFR sedang. Stadium 4 yakni eGFR 15 hingga 29 ml per menit, dengan penurunan GFR berat.

Lalu stadium akhir alias stadium 5 yang sudah masuk dalam tahap gagal ginjal, yaitu eGFR kurang dari 15 ml per menit, ginjal hampir tidak berfungsi, dan membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal.

Dokter yang berpraktik di Mayapada Hospital Jakarta Selatan itu menjelaskan prevalensi penyakit ginjal kronis alias PGK semakin meningkat di Indonesia, dan sayangnya banyak kasus ditemukan dalam kondisi yang cukup parah. Kalau sudah seperti itu, banyak pasien yang harus jalani tindakan cuci darah seumur hidup.

Inilah sebabnya menurut dr. Donnie masyarakat perlu lakukan deteksi dini PGK dengan mengenali gejalanya. Apalagi penyakit ini juga lahir dari komplikasi diabetes dan hipertensi.

"Kondisi diabetes dan hipertensi menjadi salah satu faktor key-risk terbesar pada PGK, yang jika tidak ditangani dengan serius akan menyebabkan gagal ginjal. Sebaliknya, deteksi dini PGK menjadi kunci pencegahan untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit ginjal,” ungkapnya.

Group Marketing Head PT Finusolprima Farma Internasional, dr. Siswandi mengatakan karena kasus ginjal kronik meningkat dari tahun ke tahun, pihaknya menggelar edukasi sekaligus lakukan pemeriksaan ureum dan keratinin untuk karyawan, hingga edukasi pada komunitas ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sampai Keliru! Ini Waktu yang Tepat Minum Kopi saat Puasa Ramadan

Jangan Sampai Keliru! Ini Waktu yang Tepat Minum Kopi saat Puasa Ramadan

Lifestyle | Rabu, 19 Maret 2025 | 15:03 WIB

5 Golongan Ini Wajib Qada atau Fidyah Puasa Ramadan. Kamu Termasuk?

5 Golongan Ini Wajib Qada atau Fidyah Puasa Ramadan. Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 17 Maret 2025 | 14:58 WIB

Sejarah Puasa Ramadan: Dijalankan Nabi Muhammad Sejak Tahun Kedua Hijriah

Sejarah Puasa Ramadan: Dijalankan Nabi Muhammad Sejak Tahun Kedua Hijriah

Lifestyle | Senin, 17 Maret 2025 | 12:59 WIB

Terkini

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Bahlil Sebut Ketum Partai Jangan Kebanyakan Pidato

Bahlil Sebut Ketum Partai Jangan Kebanyakan Pidato

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Bawa Keranda Bertuliskan Keadilan, Mahasiswa Jayabaya Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

Bawa Keranda Bertuliskan Keadilan, Mahasiswa Jayabaya Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:14 WIB

Soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil: Golkar Taat Hukum

Soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil: Golkar Taat Hukum

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Uang Hingga Perhiasan Ditemukan Penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten

Uang Hingga Perhiasan Ditemukan Penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Beredar Video Nusron Wahid Ditangkap, KPK: Bukan Jemput Paksa

Beredar Video Nusron Wahid Ditangkap, KPK: Bukan Jemput Paksa

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:40 WIB

6 Tahun Berjuang, Korban KSP Indosurya Sedikit Bernafas Lega Usai Terima Pencairan Dana Pertama

6 Tahun Berjuang, Korban KSP Indosurya Sedikit Bernafas Lega Usai Terima Pencairan Dana Pertama

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Infrastruktur Berkembang, Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Lokasi Rumah?

Infrastruktur Berkembang, Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Lokasi Rumah?

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:31 WIB

×