Tak Cuma Gula, Nasi dan Tepung Juga Biang Keladi Diabetes? Ini Penjelasan Dokter

Riki Chandra

Senin, 14 April 2025 | 20:47 WIB
Tak Cuma Gula, Nasi dan Tepung Juga Biang Keladi Diabetes? Ini Penjelasan Dokter
Mengecek kondisi kadar gula tubuh. [Dok. Antara]

Suara.com - Penyebab diabetes melitus tak hanya datang dari makanan dan minuman manis. Konsumsi karbohidrat berlebihan dari makanan berbahan dasar tepung dan nasi juga berkontribusi besar terhadap risiko munculnya penyakit gula.

"Selama ini banyak yang mengira penyebab diabetes hanya dari makanan manis atau minuman tinggi gula. Padahal, karbohidrat seperti nasi, kentang, dan tepung-tepungan juga menghasilkan gula setelah diproses tubuh," kata dokter spesialis penyakit dalam RSUD Kepulauan Seribu, dr. Nur Rahmah Oktariani, dikutip dari Antara, Senin (14/4/2025).

Kombinasi antara nasi sebagai sumber karbohidrat utama dengan makanan berbasis tepung seperti bakso, bihun, serta minuman kemasan dengan kandungan gula lebih dari 20 gram dapat memicu peningkatan kadar gula darah secara signifikan. Pola makan seperti ini, jika terjadi secara berulang, akan memaksa pankreas bekerja lebih keras.

"Sel beta pankreas harus terus-menerus memproduksi insulin dalam jumlah besar. Ini bisa menyebabkan resistensi insulin, di mana insulin menjadi tidak efektif dan pankreas mulai kelelahan. Inilah awal mula terjadinya diabetes melitus," katanya.

Penting untuk diketahui bahwa resistensi insulin tidak hanya memengaruhi pankreas. Organ lain seperti hati dan otot juga akan terganggu dalam mengelola glukosa.

Padahal, otot dan hati berperan penting dalam menyimpan glukosa sebagai cadangan energi. Ketika kerja insulin terganggu, glukosa akan terus menumpuk dalam darah.

Menurut dokter Nur, bukan berarti kita harus menghindari semua bentuk gula. "Gula tetap boleh dikonsumsi, tapi dalam batas yang direkomendasikan," ucapnya.

Ia mengutip panduan dari WHO bahwa konsumsi gula tambahan idealnya tidak lebih dari 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per hari.

Konsumsi gula berlebihan penyebab diabetes bisa juga didapat dari gula tambahan seperti makanan berbahan tepung-tepungan. [Dok. Antara]
Konsumsi gula berlebihan penyebab diabetes bisa juga didapat dari gula tambahan seperti makanan berbahan tepung-tepungan. [Dok. Antara]

Untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, dokter Nur menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi protein, lemak sehat, serta sayur dan buah sebagai sumber serat dan antioksidan. Serat dapat memperlambat penyerapan gula dalam darah, sementara antioksidan membantu menangkal efek buruk dari makanan yang dikonsumsi.

Bagi penderita diabetes melitus, perubahan gaya hidup juga menjadi kunci. Olahraga rutin 30-45 menit setiap hari, seperti jalan cepat, jogging, berenang, atau senam aerobik, sangat dianjurkan untuk membantu tubuh mengelola gula darah secara optimal.

Data Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2024 menunjukkan bahwa angka penderita diabetes melitus terus meningkat.

Dalam satu dekade terakhir, prevalensi diabetes naik dari 6,9 persen menjadi 10,9 persen. Tren ini dipicu oleh pola makan tidak seimbang dan gaya hidup sedentari yang masih banyak ditemui di masyarakat perkotaan.

Karena itu, edukasi tentang gula tambahan, sumber karbohidrat tersembunyi, dan pentingnya aktivitas fisik harus terus disampaikan secara luas.

Pemerintah dan fasilitas kesehatan juga didorong untuk lebih aktif dalam melakukan skrining dini serta mengedukasi masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus sejak usia muda.

Di sisi lain, diabetes melitus kini menjadi momok menakutkan di Indonesia, tercatat sebagai penyebab kematian ketiga tertinggi di Tanah Air. Berdasarkan data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), angka kematian akibat penyakit ini terus menunjukkan tren meningkat, bahkan mencapai angka mengejutkan pada tahun 2021.

Menurut laporan IHME, pada tahun 2019, tercatat sekitar 57,42 kematian per 100.000 penduduk disebabkan oleh diabetes melitus. Dua tahun berselang, pada 2021, angka kematian melonjak drastis hingga menyentuh angka 236.000 jiwa. Kondisi ini menegaskan betapa seriusnya dampak penyakit kronis tersebut terhadap kesehatan masyarakat Indonesia.

Kematian akibat diabetes melitus sebagian besar disebabkan oleh komplikasi serius yang menyertainya. Penderita diabetes sangat rentan mengalami komplikasi seperti penyakit jantung koroner, gagal ginjal kronis, serta stroke. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memperparah kualitas hidup penderita dan mempercepat kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Eksistensi Sambel Pecel Sebagai Lauk Ekonomis yang Cocok Buat Anak Kosan!

Eksistensi Sambel Pecel Sebagai Lauk Ekonomis yang Cocok Buat Anak Kosan!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Basi, Kuning, dan Berbau padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Basi, Kuning, dan Berbau padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Apakah Panci Magic Com Stainless Steel Bikin Nasi Lengket? Ini Tips Biar Gak Nempel

Apakah Panci Magic Com Stainless Steel Bikin Nasi Lengket? Ini Tips Biar Gak Nempel

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Cara Memperbaiki Magic Com yang Bikin Nasi Cepat Kering, Ternyata Ini Penyebabnya!

Cara Memperbaiki Magic Com yang Bikin Nasi Cepat Kering, Ternyata Ini Penyebabnya!

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Penelitian terhadap Jutaan Orang Dewasa Ungkap Temuan soal Risiko Diabetes

Penelitian terhadap Jutaan Orang Dewasa Ungkap Temuan soal Risiko Diabetes

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×