Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata

Achmad Fauzi

Selasa, 15 Juli 2025 | 16:17 WIB
Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pengawasan dan pemantauan terkait ketersediaan BBM, LPG, serta beras di sejumlah lokasi, Kamis (6/3/2025). (dok.Istimewa)

Suara.com - Maraknya dugaan beredarnya beras oplosan di pasaran membuat masyarakat harus semakin waspada saat membeli bahan pokok tersebut.

Menurut Pakar Teknologi Industri Pertanian dari IPB University, Prof Tajuddin Bantacut, masyarakat bisa dengan mudah membedakan beras oplosan dengan diamati secara kasat mata.

Ia menjelaskan, beras oplosan umumnya memiliki warna yang tidak seragam, ukuran butiran yang berbeda-beda, dan akan menghasilkan nasi yang lembek setelah dimasak.

"Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur dan butiran maka dapat ‘dicurigai’ sebagai beras yang telah dioplos dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing," ujar Tajuddin seperti dikutip dari laman resmi IPB, Selasa (15/7/2025).

Ilustrasi - Polisi melakukan penggerebekan gudang beras oplosan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. ANTARA/HO
Ilustrasi - Polisi melakukan penggerebekan gudang beras oplosan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. ANTARA/HO

Lebih lanjut, Ia menuturkan, dalam beberapa kasus, beras oplosan bahkan dicampur dengan zat tambahan berbahaya seperti pewarna atau pengawet yang bisa membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi terus-menerus.

Karena itu, Tajuddin mengimbau agar masyarakat lebih selektif dan berhati-hati, terutama saat menemukan beras yang terlihat aneh atau mengeluarkan bau yang tidak biasa.

"Hindari membeli beras tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas. Cuci beras sebelum dimasak dan waspadai bila ada benda asing yang mengambang," katanya.

Dari sisi daya simpan, Tajuddin menegaskan bahwa idealnya beras hanya disimpan maksimal enam bulan untuk menjaga kualitasnya tetap baik.

Sebab, meskipun disimpan dalam tempat terkendali, beras tetap dapat rusak karena faktor lingkungan, hama, maupun mikroorganisme.

baca juga

"Beras yang rusak bisa dipoles ulang. Namun, jika kerusakannya sudah parah, baik secara fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis, maka tidak layak untuk dikonsumsi. Terlebih apabila mengandung bahan kimia atau pengawet, bisa berbahaya untuk kesehatan," bebernya.

Ia juga menjelaskan ada tiga jenis beras yang kerap dikaitkan dengan praktik oplosan. Pertama, beras yang dicampur dengan bahan lain seperti jagung, umumnya ditemukan di beberapa daerah.

Kedua, beras blended atau hasil campuran dari berbagai jenis beras yang ditujukan untuk memperbaiki rasa dan tekstur. Ketiga, beras yang sudah rusak dan kemudian dipoles ulang agar tampak bagus, padahal kualitas mutunya telah menurun drastis.

Tajuddin mengajak masyarakat agar lebih teliti saat membeli beras serta menghindari penipuan kualitas yang bisa membahayakan kesehatan. Menurutnya, edukasi publik soal kualitas dan keamanan pangan perlu terus ditingkatkan.

"Jika dikelola dengan baik, sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada distribusi dan konsumsi beras secara merata dan aman," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peluncuran Koperasi Merah Putih Mundur Terus Jadi 21 Juli 2025

Peluncuran Koperasi Merah Putih Mundur Terus Jadi 21 Juli 2025

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 15:29 WIB

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:49 WIB

Jangan Beli! Daftar 26 Merek Beras Oplosan: dari Alfamidi sampai Ramos Premium

Jangan Beli! Daftar 26 Merek Beras Oplosan: dari Alfamidi sampai Ramos Premium

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 13:29 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×