Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 15 Juli 2025 | 16:17 WIB
Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan pengawasan dan pemantauan terkait ketersediaan BBM, LPG, serta beras di sejumlah lokasi, Kamis (6/3/2025). (dok.Istimewa)

Suara.com - Maraknya dugaan beredarnya beras oplosan di pasaran membuat masyarakat harus semakin waspada saat membeli bahan pokok tersebut.

Menurut Pakar Teknologi Industri Pertanian dari IPB University, Prof Tajuddin Bantacut, masyarakat bisa dengan mudah membedakan beras oplosan dengan diamati secara kasat mata.

Ia menjelaskan, beras oplosan umumnya memiliki warna yang tidak seragam, ukuran butiran yang berbeda-beda, dan akan menghasilkan nasi yang lembek setelah dimasak.

"Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur dan butiran maka dapat ‘dicurigai’ sebagai beras yang telah dioplos dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing," ujar Tajuddin seperti dikutip dari laman resmi IPB, Selasa (15/7/2025).

Ilustrasi - Polisi melakukan penggerebekan gudang beras oplosan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. ANTARA/HO
Ilustrasi - Polisi melakukan penggerebekan gudang beras oplosan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. ANTARA/HO

Lebih lanjut, Ia menuturkan, dalam beberapa kasus, beras oplosan bahkan dicampur dengan zat tambahan berbahaya seperti pewarna atau pengawet yang bisa membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi terus-menerus.

Karena itu, Tajuddin mengimbau agar masyarakat lebih selektif dan berhati-hati, terutama saat menemukan beras yang terlihat aneh atau mengeluarkan bau yang tidak biasa.

"Hindari membeli beras tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas. Cuci beras sebelum dimasak dan waspadai bila ada benda asing yang mengambang," katanya.

Dari sisi daya simpan, Tajuddin menegaskan bahwa idealnya beras hanya disimpan maksimal enam bulan untuk menjaga kualitasnya tetap baik.

Sebab, meskipun disimpan dalam tempat terkendali, beras tetap dapat rusak karena faktor lingkungan, hama, maupun mikroorganisme.

"Beras yang rusak bisa dipoles ulang. Namun, jika kerusakannya sudah parah, baik secara fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis, maka tidak layak untuk dikonsumsi. Terlebih apabila mengandung bahan kimia atau pengawet, bisa berbahaya untuk kesehatan," bebernya.

Ia juga menjelaskan ada tiga jenis beras yang kerap dikaitkan dengan praktik oplosan. Pertama, beras yang dicampur dengan bahan lain seperti jagung, umumnya ditemukan di beberapa daerah.

Kedua, beras blended atau hasil campuran dari berbagai jenis beras yang ditujukan untuk memperbaiki rasa dan tekstur. Ketiga, beras yang sudah rusak dan kemudian dipoles ulang agar tampak bagus, padahal kualitas mutunya telah menurun drastis.

Tajuddin mengajak masyarakat agar lebih teliti saat membeli beras serta menghindari penipuan kualitas yang bisa membahayakan kesehatan. Menurutnya, edukasi publik soal kualitas dan keamanan pangan perlu terus ditingkatkan.

"Jika dikelola dengan baik, sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada distribusi dan konsumsi beras secara merata dan aman," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peluncuran Koperasi Merah Putih Mundur Terus Jadi 21 Juli 2025

Peluncuran Koperasi Merah Putih Mundur Terus Jadi 21 Juli 2025

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 15:29 WIB

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Beras Oplosan Hal yang Lazim? Begini Penjelasan Bos Bapanas

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:49 WIB

Jangan Beli! Daftar 26 Merek Beras Oplosan: dari Alfamidi sampai Ramos Premium

Jangan Beli! Daftar 26 Merek Beras Oplosan: dari Alfamidi sampai Ramos Premium

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 13:29 WIB

Terkini

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:44 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB

Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI

Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:29 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:05 WIB

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:58 WIB