Melahirkan Normal Tingkatkan Risiko Kanker Serviks? Dokter Ungkap Fakta Penting HPV

Budi Arista Romadhoni | Suara.com

Selasa, 22 April 2025 | 16:27 WIB
Melahirkan Normal Tingkatkan Risiko Kanker Serviks? Dokter Ungkap Fakta Penting HPV
Ilustrasi kanker serviks (ANTARA/Pexels/Anna Tarazevich)

Suara.com - Risiko infeksi Human Papillomavirus (HPV) sebagai salah satu penyebab utama kanker serviks semakin menjadi perhatian para tenaga kesehatan, khususnya di tengah minimnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini penyakit ini.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Widyorini Lestari Hanafi, Sp.OG(K)Onk, mengingatkan bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi HPV, termasuk frekuensi persalinan normal dan usia saat pertama kali berhubungan seksual.

"Semakin sering melahirkan secara normal, risikonya bisa meningkat. Ini karena pergerakan serviks yang terbuka saat melahirkan kemudian menutup kembali bisa menyebabkan trauma mikro, dan itu memengaruhi sel-sel serviks,” ujar dr. Wini dikutip dari ANTARA pada Selasa (22/4/2025).

Meski demikian, dr. Wini menegaskan bahwa proses persalinan normal tetap merupakan fungsi alami tubuh yang tidak perlu ditakuti.

Namun, pemahaman tentang risiko ini penting sebagai dasar bagi para perempuan dalam mengambil keputusan-keputusan terkait kesehatan reproduksi, termasuk dalam menjaga dan merawat organ intim secara menyeluruh.

HPV sendiri merupakan virus yang dapat menular melalui kontak kulit, terutama lewat aktivitas seksual. Virus ini dapat menginfeksi area serviks, vagina, hingga vulva.

Salah satu fakta yang kurang diketahui publik, menurut dr. Wini, adalah bahwa bayi yang lahir secara normal juga bisa bersentuhan dengan virus HPV jika sang ibu telah terinfeksi, terutama jika ada luka kecil atau lecet di area genital saat persalinan.

Tak hanya faktor persalinan, usia pernikahan juga memiliki korelasi terhadap potensi infeksi. Perempuan yang menikah di usia muda, terutama di bawah usia 18 tahun, berada dalam kondisi organ reproduksi yang belum matang sepenuhnya, sehingga lebih rentan terhadap infeksi HPV.

“Faktor risiko ini bukan berarti pasti menyebabkan, tapi bisa menambah kemungkinan. Selain menikah muda, memiliki banyak pasangan seksual juga menjadi pemicu,” jelasnya.

Meski virus HPV tidak bisa benar-benar dicegah 100 persen, berbagai upaya dapat dilakukan untuk menekan potensi virus berkembang menjadi kanker serviks.

Salah satu cara pencegahan yang paling efektif adalah melalui vaksinasi HPV, terutama bagi anak perempuan usia 9 hingga 14 tahun, sebelum mereka aktif secara seksual.

Untuk perempuan dewasa yang sudah menikah atau aktif secara seksual, dr. Wini menyarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti pap smear atau tes IVA setiap tiga tahun. Tes ini penting untuk mendeteksi keberadaan sel-sel abnormal di serviks yang bisa menjadi cikal bakal kanker.

“Vaksin bukan jaminan total, tapi sangat membantu menekan risiko. Ditambah dengan pola hidup bersih, pemeriksaan rutin, dan menjaga kesehatan organ intim, kita bisa memperkecil kemungkinan terjadinya kanker serviks,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan pribadi, terutama saat menggunakan toilet umum. Meski virus HPV tidak langsung menular dari toilet, menjaga higienitas tetap penting agar tubuh tidak mudah terpapar mikroorganisme penyebab penyakit.

“Virus bisa ada di mana saja, termasuk di toilet umum. Tapi infeksi HPV umumnya tetap terjadi lewat kontak seksual. Jadi kebersihan pribadi tetap jadi kunci penting,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Masa Depan Perempuan: AdMedika Gelar Seminar Eliminasi Kanker Serviks

Lindungi Masa Depan Perempuan: AdMedika Gelar Seminar Eliminasi Kanker Serviks

Bisnis | Senin, 17 Februari 2025 | 15:00 WIB

7 Cara Mencegah Kanker untuk Orang Usia 10-20 Tahun, Sederhana tapi Krusial

7 Cara Mencegah Kanker untuk Orang Usia 10-20 Tahun, Sederhana tapi Krusial

Lifestyle | Senin, 03 Februari 2025 | 16:05 WIB

Kanker Serviks Bisa Muncul Setelah Menopause, Ini Penyebabnya

Kanker Serviks Bisa Muncul Setelah Menopause, Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 29 Januari 2025 | 12:02 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB