Fertilitas Bukan Cuma Urusan Perempuan: Ini Masalah Kesuburan Pria yang Sering Terlupakan

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 09 Juni 2025 | 12:36 WIB
Fertilitas Bukan Cuma Urusan Perempuan: Ini Masalah Kesuburan Pria yang Sering Terlupakan
Ilustrasi Masalah Kesuburan Pria yang Sering Terlupakan. (Suara.com/Vania)

Suara.com - "Selalu ada harapan!" Kalimat sederhana ini mungkin jadi penguat bagi banyak pasangan yang masih berjuang dengan ganguan fertilitas dan sulit untuk mendapatkan momongan.

Kemajuan teknologi di dunia medis telah memberi banyak harapan — bahwa punya anak bukan lagi mimpi yang mustahil.

Program bayi tabung (IVF), inseminasi buatan, hingga teknologi reproduksi terbaru kini bisa memberi peluang lebih besar bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan.

Namun, satu hal yang masih jarang disadari, bahwa masalah kesuburan tidak selalu datang dari pihak perempuan.

Masalah Kesuburan pada Pria: Realita yang Masih Sering Terlupakan

Ilustrasi  Masalah Kesuburan Pria yang Sering Terlupakan. (dok. Bocah Indonesia)
Ilustrasi Masalah Kesuburan Pria yang Sering Terlupakan. (dok. Bocah Indonesia)

Masih banyak masyarakat yang menganggap kesuburan hanya soal tubuh perempuan.

Padahal, menurut dr. Geraldo Laurus, Sp. And, data menunjukkan bahwa sekitar 40 persen kasus infertilitas disebabkan oleh faktor pria, 40 persen dari wanita, dan 20 persen sisanya adalah kombinasi keduanya.

Artinya, peluang pria mengalami gangguan kesuburan sebenarnya sama besar.

"Gangguan kesuburan pada pria umumnya berkaitan dengan masalah sperma, baik dari segi jumlah, kualitas gerakan, maupun bentuknya," kata dr. Geraldo saat ditemui di acara 6th Anniversary Bocah Indonesia, Minggu (8/6/2025).

Dan sekitar 10 persen kasus infertilitas pria disebabkan oleh azoospermia (tidak ada sperma), baik yang disebabkan karena testis tidak memproduksi sperma, atau karena saluran sperma tersumbat.

Penyebab paling umum dari gangguan sperma pria bukan karena faktor genetik, melainkan gaya hidup.

Dr. Geraldo menyebut bahwa pola makan sembarangan, jarang olahraga, kurang tidur, hingga stres berlebihan bisa menurunkan kualitas sperma.

Konsumsi makanan ultra-proses seperti nugget, mie instan, kornet, dan sarden juga bisa memperburuk kondisi ini.

Sebaliknya, memperbanyak konsumsi buah dan sayur kaya antioksidan seperti stroberi, anggur, kiwi, dan buah naga dapat membantu memperbaiki kualitas sperma.

Penyebab lain gangguan kesuburan pada pria adalah varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah di area testis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hidrosalping hingga Teratozoospermia: Penanganan Fertilitas yang Berbuah Harapan Lewat Bayi Tabung

Hidrosalping hingga Teratozoospermia: Penanganan Fertilitas yang Berbuah Harapan Lewat Bayi Tabung

Health | Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:16 WIB

Hamil Bayi Orang Lain: Bagaimana Kesalahan Klinik Fertilitas Menghancurkan Hidup Seorang Wanita

Hamil Bayi Orang Lain: Bagaimana Kesalahan Klinik Fertilitas Menghancurkan Hidup Seorang Wanita

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 09:20 WIB

Kontroversi! Politikus Jepang Usul Angkat Rahim Perempuan di Usia 30 untuk Atasi Krisis Fertilitas

Kontroversi! Politikus Jepang Usul Angkat Rahim Perempuan di Usia 30 untuk Atasi Krisis Fertilitas

News | Rabu, 13 November 2024 | 04:40 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB