2030 Bebas Dengue? Indonesia Hadapi Tantangan Berat, Vaksin Jadi Harapan

Dinda Rachmawati

Selasa, 17 Juni 2025 | 07:27 WIB
2030 Bebas Dengue? Indonesia Hadapi Tantangan Berat, Vaksin Jadi Harapan
Ilustrasi pasien DBD. [Ist]

Suara.com - Setiap 15 Juni, negara-negara di kawasan Asia Tenggara memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) sebagai bentuk komitmen bersama melawan ancaman dengue yang terus membayangi sepanjang tahun. 

Tahun 2025 menjadi momen refleksi penting bagi Indonesia, mengingat angka kasus dengue masih fluktuatif. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hingga 16 Mei 2025 sudah tercatat 56.269 kasus dengue di 456 kabupaten/kota, dengan 250 kematian di 123 kabupaten/kota. 

Angka ini memperlihatkan bahwa meski sudah lebih dari 50 tahun sejak kasus dengue pertama di Indonesia (1968), penyakit ini masih menjadi tantangan besar. Namun, ada harapan besar di balik angka-angka tersebut. 

Hal senada juga disampaikan Prof. Dr. Edi Hartoyo,dr,Sp.A Subsp.Inf.P.T (K), dokter spesialis anak yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar ino. Ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara endemik dengue dengan kasus dengue tertinggi di Asia. 

"Beberapa penelitian menunjukkan dengue yang parah dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk usia dengan peningkatan risiko di kalangan anak-anak yang lebih muda," ujarnya dikutip dari siaran pers ADD 2025, Selasa (17/6/2025).

Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2021-2023, sekitar 73% kasus dengue terjadi pada kelompok umur 5-44 tahun dengan proporsi kematian tertinggi 49% terjadi pada kelompok umur 5-14 tahun. 

Selain itu, data global menunjukkan bahwa selama 30 tahun, anak-anak memiliki insiden dengue yang lebih tinggi dan Disability-Adjusted Life Years (tahun-tahun kehidupan yang hilang akibat kematian atau akibat disabilitas yang disebabkan penyakit/DALYs) dari seluruh populasi. 

"Indonesia merupakan negara dengan beban DALYs tertinggi akibat dengue pada tahun 2021," tambah dia. 

Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A. Subsp.Inf.P.T (K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Barat menyebut, dengue bukanlah penyakit yang bisa dianggap enteng. Seseorang dapat terinfeksi virus dengue lebih dari sekali, dan infeksi kedua berisiko lebih parah. Hal ini karena virus dengue terdiri dari empat serotipe. 

baca juga

Jadi, riwayat pernah terjangkit virus dengue tidak membuat seseorang kebal terhadap virusnya. Oleh karena itu, di dalam Stranas Penanggulangan Dengue, pengendalian vektor menjadi salah satu fokus yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat.

Serta kemampuan tenaga kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat melalui gerakan-gerakan seperti 3M Plus dan 1 Rumah 1 Jumantik (1R1J). Di sisi lain, yang tidak kalah penting adalah memperkuat sistem imun tubuh terhadap virus dengue melalui penggunaan langkah intervensi inovasi. 

"Karena kita tidak pernah tahu kapan dan di mana akan terkena gigitan nyamuk,” jelasnya.

Hal ini menjadikan pencegahan dengue sangat penting dilakukan terutama untuk melindungi populasi dengan risiko lebih tinggi terhadap infeksi dengue. Apalagi Indonesia menargetkan nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.

Ini, lanjut dr. Anggraini sejalan dengan komitmen global yang diusung World Health Organization (WHO) dan dituangkan dalam Strategi Nasional (Stranas) Penanggulangan Dengue.

"Untuk mencapainya, kita harus serius memperkuat upaya pencegahan, terutama melalui pengendalian vektor dan pemanfaatan metode yang inovatif seperti Wolbachia dan vaksinasi,” ucapnya. 

Seiring berkembangnya teknologi, vaksin dengue yang tersedia di Indonesia kini telah melalui kajian ilmiah dan diakui sebagai upaya pelengkap dalam strategi pencegahan. 

Meski vaksin tidak menjamin bebas infeksi 100%, dr. Djatnika Setiabudi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T (K), MCTM (Trop Ped) menegaskan, “Vaksinasi dapat menurunkan tingkat keparahan bila terinfeksi, serta turut memutus mata rantai penularan.”

Untuk itu, langkah menuju nol kematian akibat dengue pada 2030 tidak hanya bergantung pada satu pihak. Ini adalah perjuangan kolektif yang membutuhkan sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, swasta, hingga peran aktif masyarakat. 

Gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang plus tindakan tambahan), program 1 Rumah 1 Jumantik (1R1J), hingga partisipasi dalam vaksinasi menjadi bagian penting dari upaya bersama.

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT mebgatakan Takeda Innovative Medicines memiliki komitmen sebagai mitra jangka panjang bersama pemerintah, tenaga kesehatan, asosiasi medis, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat umum dalam mendukung tujuan bersama: nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. 

“Perjuangan ini membutuhkan aksi kolektif. Mari mulai dari tiga langkah penting: edukasi diri dan orang sekitar tentang pencegahan dengue, disiplin menjalankan 3M Plus, dan terbuka pada solusi pencegahan yang inovatif. Bersama, kita bisa melindungi lebih banyak nyawa dari ancaman virus dengue,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revolusi Kesehatan Indonesia: Kedokteran Nuklir Jadi Kunci Diagnostik Akurat dan Terapi Presisi

Revolusi Kesehatan Indonesia: Kedokteran Nuklir Jadi Kunci Diagnostik Akurat dan Terapi Presisi

Health | Selasa, 17 Juni 2025 | 07:01 WIB

Modernisasi Rumah Sakit: Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Modernisasi Rumah Sakit: Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Health | Senin, 16 Juni 2025 | 22:38 WIB

Infertilitas Bukan Hanya Urusan Perempuan: Saatnya Kesehatan Reproduksi Pria Diperhatikan

Infertilitas Bukan Hanya Urusan Perempuan: Saatnya Kesehatan Reproduksi Pria Diperhatikan

Health | Senin, 16 Juni 2025 | 20:42 WIB

Terkini

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

×