Batu Ginjal vs Kencing Batu Rasa Sakitnya Sama, Tapi Ini Beda dan Pertolongan Pertamanya

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 19 Juni 2025 | 10:21 WIB
Batu Ginjal vs Kencing Batu Rasa Sakitnya Sama, Tapi Ini Beda dan Pertolongan Pertamanya
Ilustrasi gambar ciri-ciri batu ginjal. (freepik)

Suara.com - Meski sama-sama menyebabkan nyeri hebat saat buang air kecil, batu ginjal dan batu kencing merupakan dua kondisi berbeda. Lantas, gimana cara mengenali perbedaan batu saluran kemih dan batu ginjal?

Medical Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Hastarita Lawrenti menjelaskan perbedaan mendasar di antara dua kondisi tersebut, yaitu terletak pada rasa nyerinya. Jika batu ginjal umumnya ditandai sakit pinggang, maka batu kencing rasa nyeri berada di saluran kemih.

"Perbedaanya tentu saja ada di lokasi, kalau batu ginjal, batunya ada organ ginjal. Kalau batu kencing, batunya ada saluran kencing. Saluran kencing itu namanya ureter, kalau pada perempuan ureternya cenderung lebih pendek, sedangkan pada lelaki lebih panjang," ujar dr. Hastarita di Depok, Jawa Barat, 14 Juni 2025 lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan batu ginjal umumnya bisa membuat penderita nyeri hebat yang memicu muntah dan mual. Sedangkan pada batu kencing gejala khasnya berupa kencing tidak tuntas atau orang awam mengenal sebagai anyang-anyangan.

“Ada yang tidak tahu apa itu anyang-anyangan, jadi biasanya mereka mengeluh kok saya jarang atau susah buang air kecil, atau merasakan berkemih tapi tidak tuntas itu penyakit baru saluran kemih,” terangnya.

Medical Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Hastarita Lawrenti, M.D (Suara.com/Dini Afrianti)
Medical Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Hastarita Lawrenti, M.D (Suara.com/Dini Afrianti)

Apabila batu kencing berukuran besar maka gejala juga akan disertai nyeri hebat. Kalau sudah begini umumnya disarankan minum air putih yang banyak, agar batu diharapkan bisa terkikis dan ikut terbawa ke luar saat buang air keci.

Atau bisa juga dibarengi dengan pertolongan pertama saat gejala muncul, yaitu obat peluruh batu saluran kemih yang dijual bebas di pasaran, seperti Nephrolit yang punya efek inflamasi karena terbuat dari herbal alami Indonesia. Herbal tersebut seperti daun kejibeling, kumis kucing, tempuyung, meniran, dandaun sendok.

“Kelimanya memiliki manfaat yang kompletdengan indikasi sesuai dengan BPOM, yaitu membantu meluruhkan batu urine di saluran kemih serta membantu melancarkan buang air kecil,” ujar Group Marketing Head PT Hexpharm Jaya Laboratories, apt. Feri Sumarianto, S.Farm.

Kabar baiknya untuk obat berbentuk kapsul ini sejalan dengan kepercayaan masyarakat Indonesia, yang cenderung memilih terapi herbal/jamu/ekstrak. Terlebih Nephrolit, kata Feri hanya perlu diminum saat gejalanya muncul saja, sehingga tidak perlu takut ketergantungan.

Sedangkan batu ginjal pasien biasanya lebih dulu disarankan mengonsumsi pereda nyari dan obat peluruh batu ginjal dengan ukuran lebih kecil, seperti batu asam urat diberikan obat allopurinol. Tapi untuk ukuran batu ginjal lebih besar yaitu biasanya butuh tindakan lebih advance seperti ESWL, yaitu gelombang kejut digunakan untuk memecah batu ginjal. Lalu ada juga operasi terbuka jika batu ginjal sangat kompleks.

Lebih lanjut dr. Hastarita mengatakan penyebab terbentuknya batu ginjal maupun batu kencing cenderung sama, yaitu karena adanya mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat yang mengendap. Kondisi ini terjadi umumnya karena kurang minum air putih.

“Jadi seharusnya mineral ini bisa keluar dari tubuh lewat air kencing, tapi karena sedikit minum jadinya mineral mengendap dan membentuk batu,” jelasnya.

Adapun setiap orang minimal perlu minum 2 liter air putih setiap hari, terlebih dengan orang aktivitas padat maka ia butuh cairan lebih banyak. Bahkan saat dehidrasi juga akan membuat sulit berkeringat, lalu sering menahan buang air kecil juga bisa memicu batu ginjal atau batu kencing.

Tidak hanya itu fakta menarik juga diungkap dr. Hastarita yang mengatakan konsumsi vitamin seperti vitamin C orang itu juga harus cukup minum air putih. Ini karena vitamin C yang berlebih akan kembali terbuang lewat kencing, namun jika orang tersebut kurang minum air putih maka vitamin tersebut berisiko sulit luruh atau keluar.

“Minum dosis vitamin C yang tinggi harus diimbangi dengan minum yang banyak juga. Salah satunya vitamin C yang tinggi bisa mengendap, vitamin C seringnya orang minum 100mg, itu harus diwaspadai kalau asupan air kurang banyak. Suplemen yang mengandung kalsium tapi juga terlalu tinggi bisa membentuk batu kemih atau batu ginjal,” pungkas dr. Hastarita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugatan Hukum di Tengah Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Akan Hentikan Pengobatan Kemoterapi

Gugatan Hukum di Tengah Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Akan Hentikan Pengobatan Kemoterapi

Entertainment | Jum'at, 06 Juni 2025 | 11:38 WIB

Cara Kerja Terapi Rezum untuk Anyang-anyangan pada Lelaki Akibat Pembesaran Kelenjar Prostat

Cara Kerja Terapi Rezum untuk Anyang-anyangan pada Lelaki Akibat Pembesaran Kelenjar Prostat

Health | Minggu, 01 Juni 2025 | 16:43 WIB

Makanan dan Minuman Manis Picu Gangguan Ginjal? Ini Penjelasan IDAI

Makanan dan Minuman Manis Picu Gangguan Ginjal? Ini Penjelasan IDAI

Video | Minggu, 01 Juni 2025 | 15:05 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB