Cara Kerja Terapi Rezum untuk Anyang-anyangan pada Lelaki Akibat Pembesaran Kelenjar Prostat

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 01 Juni 2025 | 16:43 WIB
Cara Kerja Terapi Rezum untuk Anyang-anyangan pada Lelaki Akibat Pembesaran Kelenjar Prostat
Ilustrasi gangguan prostat. (Shutterstock)

Suara.com - Buang air kecil di malam hari hingga anyang-anyangan jadi salah satu tanda pembesaran kelenjar prostat atau hiperplasia prostat jinak (BPH). Kondisi ini bisa diatasi dengan pengobatan terapi rezum, tindakan apa itu?

BPH juga disebut dengan pembesaran prostat jinak yaitu kondisi saat kelenjar prostat membesar, yang menyebabkan aliran urine atau air kencing tidak lancar lalu buang air kecil terasa tidak tuntas alias anyang-anyangan.

Dokter Spesialis Urologi RS Abdi Waluyo (RSAW), dr. Adistra Imam Satjakoesoemah, Sp.U., FICS mengatakan saat ini prosedur medis sudah berfokus pada kenyamanan dan kecepatan sehingga pasien tidak perlu bergantung seumur hidup. Termasuk dalam pengobatan pembesaran prostat jinak.

dr. Adistra mengatakan terapi rezum jadi salah satu pilihan pengobatan pembesaran prostat jinak yang cukup modern dan kian diminati karena tindakan ini bukanlah metode operasi besar. Terlebih sudah ada lebih dari 50 pasien yang menjalani tindakan ini di RS Abdi Waluyo.

"Tanpa ketergantungan obat seumur hidup, dan tanpa mengganggu fungsi seksual, menjadikannya inovasi unggulan dalam pelayanan urologi minimal invasif di RSAW," ujar dr. Adistra melalui keterangannya di Jakarta, Kamis, 22 Mei 2025 lalu.

Dalam situs resminya, RS Abdi Waluyo, yang diklaim sebagai Rezum Center of Excellence pertama di Indonesia, menjelaskan, rezum adalah terapi modern yang menggunakan uap air untuk menghancurkan jaringan prostat yang membesar.

Teknologi medis di RS Abdi Waluyo Jakarta. (Dok. Istimewa)
Teknologi medis di RS Abdi Waluyo Jakarta. (Dok. Istimewa)

Prosedur ini dilakukan dengan bius umum dan menggunakan sistoskop yang dimasukkan melalui uretra, tanpa perlu sayatan. Alat genggam kecil digunakan untuk mengarahkan uap air yang dihasilkan dari gelombang radiofrekuensi ke jaringan prostat yang membesar.

Uap ini menyebabkan kerusakan pada jaringan tersebut, yang kemudian diserap tubuh secara alami, sehingga prostat mengecil.

Ketika jaringan prostat yang membesar ini mengecil, uretra kembali terbuka dan gejala BPH seperti anyang-anyangan berkurang.

baca juga

Tapi, tindakan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu tidak cocok untuk semua ukuran dan bentuk prostat. Saat tindakan perlu pemasangan kateter selama 3 hingga 5 hari pasca tindakan, karena pembengkakan awal prostat.

Ditambah kemungkinan adanya rasa tidak nyaman saat buang air kecil dalam 4–6 minggu setelah tindakan, serta kemungkinan terdapat darah dalam urin atau air mani. Namun kondisi ini tidak hanya terjadi saat terapi rezum tapi juga prosedur lain untuk pembesaran prostat jinak.

Perlu diketahui, pembesaran prostat jinak bukanlah kanker, dan kondisi ini kerap terjadi pada lelaki seiring bertambahnya usia, khususnya saat menginjak usia 85 tahun. Apalagi data memperkirakan nyaris 90 persen lelaki akan alami kondisi ini.

"RSAW menjadi pusat terapi yang menggunakan teknologi terbaik, menyediakan fasilitas lengkap dan tenaga medis berpengalaman dalam prosedur ini, serta menghadirkan kenyamanan, kecepatan, dan keefektifan tanpa harus menjalani operasi besar," ungkap dr. Adistra seraya memperingati RS Abdi Waluyo yang sudah berdiri sejak 1984 atau sudah berusia 41 tahun.

Selain rumah sakit ini sudah memiliki teknologi canggih seperti MRI 3 Tesla, Photon Counting CT Scan serta tindakan minimal invasif di bidang layanan medis seperti miom, urologi, hingga obgyn. Ada juga momen di mana Pendiri RS Abdi Waluyo, dr. Sutrisno T. Subagyo, Sp.PD-JP menceritakan perjuangannya diragukan sebagai rumah sakit swasta independen yang dibangun untuk masyarakat.

"Dan memang benar, banyak sekali jatuh bangun yang kami alami dalam prosesnya. Namun saya tetap yakin dengan tujuan utama kami untuk menolong masyarakat. Sehingga saya banyak berserah dan berdoa agar prosesnya bisa berjalan dengan baik,” cerita dr. Sutrisno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Peneliti Swedia: Mengendus Bau Badan Bisa Bermanfaat dalam Terapi Kecemasan

Temuan Peneliti Swedia: Mengendus Bau Badan Bisa Bermanfaat dalam Terapi Kecemasan

Lifestyle | Rabu, 16 April 2025 | 15:42 WIB

7 Obat Herbal untuk Pembesaran Prostat yang Terbukti Efektif

7 Obat Herbal untuk Pembesaran Prostat yang Terbukti Efektif

Health | Selasa, 15 April 2025 | 13:39 WIB

Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh

Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh

Your Say | Rabu, 02 April 2025 | 08:05 WIB

Apa Itu Terapi Deep Brain Stimulation ?

Apa Itu Terapi Deep Brain Stimulation ?

News | Senin, 17 Maret 2025 | 12:58 WIB

Mengenal K-Rehab, Metode Rehabilitasi dari Korea yang Fokus pada Personalisasi Terapi

Mengenal K-Rehab, Metode Rehabilitasi dari Korea yang Fokus pada Personalisasi Terapi

Health | Sabtu, 15 Maret 2025 | 00:27 WIB

Terkini

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

×