Tak Sekadar Banyak, Ini Pentingnya Pilih Air Minum yang Dimurnikan Untuk Kesehatan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 19 Juni 2025 | 13:52 WIB
Tak Sekadar Banyak, Ini Pentingnya Pilih Air Minum yang Dimurnikan Untuk Kesehatan
ilustrasi air minum yang sehat (freepik.com/pressfoto)

Suara.com - Tubuh manusia tidak pernah benar-benar beristirahat. Bahkan saat seseorang tertidur lelap, organ-organ vital seperti ginjal, hati, dan otak tetap bekerja menjalankan fungsinya.

Ginjal terus menyaring limbah dari darah, hati menetralisir racun, sementara otak mengatur seluruh sistem tubuh. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh adalah sistem kompleks yang memerlukan dukungan berkelanjutan, termasuk dari asupan cairan harian yang berkualitas.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan tidur cukup—satu aspek yang sering terabaikan adalah kualitas air minum.

Umumnya, perhatian hanya difokuskan pada jumlah konsumsi air putih per hari, tanpa mempertimbangkan kandungannya. Padahal, kualitas air memiliki pengaruh besar terhadap kinerja organ tubuh, terutama ginjal yang berperan dalam menyaring zat-zat berbahaya dari dalam darah.

Ilustrasi air minum. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi air minum. (Pexels/Pixabay)

Sebuah studi terbaru oleh Maria Latif yang dimuat dalam Applied Water Science Vol. 15 Issue 12 Tahun 2025 mengungkapkan bahwa kandungan logam berat dalam air dapat meningkatkan risiko penyakit karsinogenik dan gangguan ginjal kronis.

Dalam penelitiannya, Maria menekankan pentingnya memilih air minum yang telah melalui proses pemurnian untuk menghindari potensi kontaminasi dan efek jangka panjang terhadap kesehatan.

Sejalan dengan temuan tersebut, dr. Ikhsanuddin Qoth’i menjelaskan bahwa kebutuhan cairan setiap individu idealnya mencapai 30–40 ml per kilogram berat badan per hari. Ia menekankan bahwa air minum yang baik adalah yang telah melewati proses penyaringan yang ketat.

“Produk ini melalui proses disaring (multi filtrasi), yang disaring berulang-ulang dan kemudian dilanjutkan dengan proses distilasi atau pemasakan suhu 110°C, di mana uap hasil pemanasan tersebut lalu didinginkan, sehingga yang diambil hanya uapnya saja,” jelasnya.

Sebagai solusi atas kebutuhan air minum berkualitas, Amidis hadir sebagai salah satu produk dalam kemasan yang telah melalui proses distilasi pada suhu tinggi. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa air benar-benar murni, tanpa logam berat, mineral, atau senyawa terlarut lainnya.

Menurut Head of Marketing Amidis, Astrid Adelaide Siregar,, air yang diproduksi melewati tiga tahapan utama: Multi Filtration, pemurnian lanjutan, dan distilasi. Tahap terakhir melibatkan pemanasan air hingga lebih dari 110°C, kemudian mengubahnya menjadi uap yang dikondensasi kembali menjadi cairan.

“Tingkat kemurniannya mencapai 0 PPM, artinya tidak mengandung zat terlarut, termasuk mineral maupun senyawa lain—benar-benar HO murni,” terang Astrid.

Air murni hasil distilasi ini terbukti aman karena bebas dari kontaminan seperti timbal, arsenik, merkuri, dan senyawa berbahaya lain. Jenis air ini dapat membantu meringankan kerja ginjal, mendukung proses detoksifikasi tubuh, dan menjaga keseimbangan metabolisme.

Beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain: penyerapan yang lebih cepat oleh tubuh karena tidak mengandung partikel asing, mendukung kesehatan ginjal, serta pH yang seimbang sehingga aman dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia.

“Pada prinsipnya, produk ini merupakan air murni tanpa kandungan mineral, sehingga dapat meringankan peran ginjal dalam proses filtrasi,” tambah dr. Ikhsanuddin.

Untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang beragam, air murni ini tersedia dalam berbagai ukuran. Mulai dari botol kecil berukuran 220 ml yang praktis, hingga ukuran 5 liter yang cocok untuk konsumsi keluarga. Ada pula galon 15 liter sekali pakai dengan fitur anti-tumpah, serta galon 19 liter yang biasa digunakan di rumah dan kantor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batu Ginjal vs Kencing Batu Rasa Sakitnya Sama, Tapi Ini Beda dan Pertolongan Pertamanya

Batu Ginjal vs Kencing Batu Rasa Sakitnya Sama, Tapi Ini Beda dan Pertolongan Pertamanya

Health | Kamis, 19 Juni 2025 | 10:21 WIB

Ingin Keluarga Sehat, Alasan Gilang Juragan 99 dan Shandy Purnamasari Fokus di Bisnis Air Minum

Ingin Keluarga Sehat, Alasan Gilang Juragan 99 dan Shandy Purnamasari Fokus di Bisnis Air Minum

Health | Minggu, 15 Juni 2025 | 12:02 WIB

Gugatan Hukum di Tengah Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Akan Hentikan Pengobatan Kemoterapi

Gugatan Hukum di Tengah Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Akan Hentikan Pengobatan Kemoterapi

Entertainment | Jum'at, 06 Juni 2025 | 11:38 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB