Diam-Diam Mematikan: Bagaimana TCD Bisa Mengungkap Risiko Stroke Sebelum Terlambat

Dinda Rachmawati

Jum'at, 04 Juli 2025 | 06:03 WIB
Diam-Diam Mematikan: Bagaimana TCD Bisa Mengungkap Risiko Stroke Sebelum Terlambat
Diam-Diam Mematikan: Bagaimana TCD Bisa Mengungkap Risiko Stroke Sebelum Terlambat (Dok. Istimewa)

Suara.com - Otak adalah pusat kendali tubuh manusia, mengatur gerak, bicara, memori, hingga emosi. Sayangnya, organ vital ini kerap luput dari perhatian saat kita rutin memeriksa tekanan darah, kadar gula, atau kolesterol. 

Padahal, terganggunya aliran darah ke otak bisa memicu bencana medis bernama stroke yang datang diam-diam namun bisa mengubah hidup dalam sekejap.

Menurut dr. Puspasari, Sp.N, Dokter Spesialis Saraf di Bethsaida Hospital, stroke bisa menyerang siapa saja, kapan saja. 

“Namun, dengan gaya hidup sehat dan deteksi dini, penyakit ini bisa dicegah. Ketika gejala stroke sudah terjadi secara berulang, waktu penanganannya mulai menyempit,” ujarnya. 

Salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan adalah melalui pemeriksaan Transcranial Doppler (TCD), teknologi modern yang memungkinkan pemantauan aliran darah otak secara cepat, non-invasif, dan tanpa rasa sakit.

Apa Itu Transcranial Doppler (TCD)?

Transcranial Doppler adalah prosedur diagnostik yang menggunakan gelombang ultrasound untuk mengukur kecepatan aliran darah dalam pembuluh besar otak. 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menempatkan probe ultrasound di area kepala yang memiliki tulang lebih tipis seperti pelipis, belakang kepala, atau leher. 

Teknologi ini tidak melibatkan pembedahan, tidak menggunakan radiasi, serta tidak memerlukan zat kontras—sehingga aman dilakukan berulang kali tanpa efek samping.

baca juga

TCD sangat bermanfaat bagi pasien dengan risiko stroke tinggi seperti penderita hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau mereka yang memiliki riwayat stroke dalam keluarga. 

Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi adanya penyempitan, penyumbatan, atau kelainan lain dalam sistem pembuluh darah otak sejak dini.

Deteksi Beragam Kondisi Serius

Transcranial Doppler tak hanya relevan untuk mendeteksi risiko stroke, tetapi juga efektif untuk mendiagnosis berbagai kondisi medis lainnya, antara lain:

  • Stroke Iskemik dan TIA (Transient Ischemic Attack)
  • Vasospasme pasca perdarahan subarachnoid
  • Deteksi emboli (gumpalan darah atau udara)
  • Deteksi Paten Foramen Ovale (PFO)
  • Pemantauan anak-anak dengan anemia sel sabit
  • Evaluasi kematian batang otak (brain death)

Pemantauan selama operasi jantung terbuka atau bedah otak

Deteksi hipoperfusi atau hiperemia otak

Kelainan pembuluh darah seperti AVM dan penyakit Moyamoya

Dengan kemampuan mendalam tersebut, TCD menjadi alat diagnostik andalan untuk evaluasi sirkulasi otak secara menyeluruh.

Mengapa Memilih TCD?

Jika dibandingkan dengan metode konvensional seperti CT angiografi atau MRI, Transcranial Doppler memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya semakin digemari:

Non-invasif dan nyaman: Tidak membutuhkan sayatan atau prosedur bedah.

Bebas radiasi: Aman dilakukan berkali-kali tanpa risiko paparan radiasi.

Tanpa zat kontras: Tidak memicu alergi atau efek samping lainnya.

Cepat dan efisien: Pemeriksaan dapat dilakukan dalam hitungan menit, dengan hasil yang langsung bisa dianalisis.

Setiap keunggulan ini berkontribusi pada kenyamanan dan ketenangan pasien, terutama bagi mereka yang harus menjalani pemantauan rutin.

Di Bethsaida Hospital, pemeriksaan Transcranial Doppler dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman dan terlatih. Kolaborasi antara dokter spesialis saraf dan tim radiologi menghasilkan interpretasi hasil yang akurat dan tepat guna. 

“Pemeriksaan TCD menjadi wujud nyata dari inovasi pelayanan kami dalam pencegahan stroke,” tutur dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong. “Dengan teknologi ini, kami bisa memberikan deteksi dini yang akurat dan aman, sehingga pasien memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kualitas hidupnya.”

Serangan stroke sering kali datang tanpa peringatan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengantisipasinya. Pemeriksaan Transcranial Doppler membuka peluang baru untuk mengenali gangguan sirkulasi otak sejak awal, bahkan sebelum gejala muncul. 

Deteksi dini melalui TCD bukan hanya upaya mencegah stroke, tetapi juga investasi untuk mempertahankan kualitas hidup.

Jika Anda atau orang terdekat memiliki faktor risiko, jangan tunggu hingga gejala muncul. Konsultasikan dengan dokter dan jadwalkan pemeriksaan TCD—karena menjaga kesehatan otak adalah langkah bijak yang tak ternilai harganya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Sakit Pergi ke Bali, Dokter Tifa Beri Komentar Menohok soal Kesehatan Jokowi

Masih Sakit Pergi ke Bali, Dokter Tifa Beri Komentar Menohok soal Kesehatan Jokowi

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:59 WIB

Mengurai Luka Batin Lewat Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki 2

Mengurai Luka Batin Lewat Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki 2

Your Say | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:44 WIB

Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Jadi Sorotan Arab Saudi, Ada Apa dengan Istitha'ah?

Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Jadi Sorotan Arab Saudi, Ada Apa dengan Istitha'ah?

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 17:08 WIB

Terkini

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

×