Terungkap! Ini Rahasia Otak Tetap Prima, Meski di Usia Lanjut

Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 23:29 WIB
Terungkap! Ini Rahasia Otak Tetap Prima, Meski di Usia Lanjut
Ilustrasi Kesehatan Otak (Freepik)
  • Dr. Vipada Sae-Lao menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak di era serba cepat melalui nutrisi seimbang, aktivitas fisik, dan tantangan mental yang teratur.
  • Otak hanya 2% dari berat tubuh, namun mengonsumsi 20% energi — menjadikannya organ vital yang perlu dirawat dengan pola makan sehat, olahraga, dan hubungan sosial positif.
  • Dengan langkah sederhana seperti makan bergizi, bergerak aktif, dan menjaga koneksi sosial, kita dapat memperlambat penuaan otak sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Suara.com - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan penuh distraksi, banyak dari kita merasa otak terus bekerja tanpa henti. Informasi datang bertubi-tubi dari berbagai arah, pekerjaan, media sosial, hingga tuntutan multitasking.

Tapi, seberapa sering kita benar-benar memberi perhatian pada kesehatan otak kita sendiri? Menurut Dr. Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific, Herbalife, otak adalah pusat tenaga tubuh yang bekerja tanpa istirahat.

Otaklah kata dia yang mengatur hampir setiap fungsi penting dalam diri, mulai dari belajar, mengingat, hingga mengambil keputusan.

“Otak hanya 2% dari berat tubuh kita, tapi mengonsumsi hampir 20% energi. Itu menunjukkan betapa tinggi aktivitas dan tuntutan metaboliknya,” jelas Dr. Sae-Lao.

Namun, di tengah tekanan hidup modern, banyak orang mulai mengalami penurunan daya ingat, sulit fokus, dan cepat lelah mental. 

“Pernah berhenti sejenak karena lupa satu kata atau di mana meletakkan kunci? Itu normal, tapi jika semakin sering terjadi seiring bertambahnya usia, berarti otak kita butuh perhatian,” tambahnya.

Gangguan Otak, Masalah Kesehatan yang Kian Meningkat

Data Global Burden of Disease 1990–2021 menunjukkan peningkatan signifikan kasus gangguan otak di Asia, seperti stroke, migrain, Alzheimer, dan demensia. 

Di Indonesia sendiri, Survei Kesehatan 2023 mencatat prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk, dengan pembiayaan mencapai Rp5,2 triliun, menjadikannya salah satu beban kesehatan terbesar setelah penyakit jantung dan kanker.

Seiring bertambahnya usia penduduk Asia, Dr. Sae-Lao menekankan pentingnya pencegahan dan perawatan proaktif.

“Kabar baiknya, otak manusia tetap mampu belajar dan beradaptasi bahkan di usia lanjut. Artinya, kita selalu punya kesempatan untuk memperkuat fungsi kognitif jika tahu caranya,” ujarnya.

Lima Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Otak

1. Mulai dari Makanan

Apa yang kita makan berpengaruh langsung pada cara otak berpikir, merasa, dan bereaksi.

“Pepatah you are what you eat sebenarnya berarti your brain feels what you eat,” ungkap Dr. Sae-Lao.

Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya antioksidan dan omega-3, seperti bayam, alpukat, telur, ikan berlemak, dan kacang-kacangan. Nutrisi ini membantu memperbaiki sel otak, menjaga memori, serta melindungi dari stres oksidatif.

Hindari juga gula, garam, dan makanan olahan berlebihan, karena inflamasi akibat lemak berlebih di tubuh dapat mempercepat penuaan otak.

2. Bergerak untuk Melatih Kognisi

Aktivitas fisik bukan hanya untuk tubuh, tapi juga untuk otak. CDC merekomendasikan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu.

Olahraga rutin terbukti memperbaiki suasana hati, menurunkan stres, dan memperlambat penurunan fungsi otak.

“Saat bergerak, aliran darah ke otak meningkat, membawa oksigen dan nutrisi yang menjaga sel saraf tetap aktif,” jelas Dr. Sae-Lao.

3. Tantang Otak dengan Hal Baru

Belajar bahasa baru, bermain musik, atau sekadar mengisi teka-teki silang dapat menjaga jaringan saraf tetap aktif.

“Otak seperti otot, perlu tantangan untuk tetap kuat,” kata Dr. Sae-Lao.

Aktivitas kreatif seperti melukis, memasak, atau tai-chi juga dapat memperkuat kewaspadaan dan meningkatkan keseimbangan emosional.

4. Lingkungan Bersih, Pikiran Jernih

Paparan polusi, asap, dan kebisingan dapat menurunkan fungsi kognitif. Jaga lingkungan sekitar tetap bersih dan minim distraksi digital.

Batasi waktu layar dan hindari konsumsi alkohol atau rokok. 

“Kebiasaan sederhana seperti tidur cukup dan menjaga ruang hidup tetap rapi sangat membantu kejernihan berpikir,” ujar Dr. Sae-Lao.

5. Bangun Hubungan Sosial yang Bermakna

Interaksi sosial bukan sekadar hiburan — tapi juga nutrisi bagi otak. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat dapat meningkatkan daya ingat dan memperlambat penuaan kognitif.

“Bertemu teman, berbagi cerita, atau sekadar tertawa bersama keluarga dapat melepaskan hormon kebahagiaan yang melindungi otak dari stres,” tutup Dr. Sae-Lao.

Otak adalah organ yang luar biasa — mampu belajar, menyesuaikan diri, dan berkembang sepanjang hidup kita. 

Dengan memberi asupan nutrisi tepat, menjaga tubuh tetap aktif, serta membangun koneksi sosial yang hangat, kita tak hanya memperkuat memori, tapi juga menambah kualitas hidup secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025: Kesehatan Mental Hak Semua Orang

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025: Kesehatan Mental Hak Semua Orang

Your Say | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 18:53 WIB

Buntut Ribuan Siswa Keracunan, Kemenkes Terbitkan Aturan Baru Keamanan Pangan untuk Program MBG

Buntut Ribuan Siswa Keracunan, Kemenkes Terbitkan Aturan Baru Keamanan Pangan untuk Program MBG

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 18:28 WIB

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia: Negara Kuat Dimulai dari Ketenangan Batin Warganya

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia: Negara Kuat Dimulai dari Ketenangan Batin Warganya

Your Say | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB