Gaya Hidup Modern Bikin Diabetes di Usia Muda Meningkat? Ini Kata Dokter

Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:16 WIB
Gaya Hidup Modern Bikin Diabetes di Usia Muda Meningkat? Ini Kata Dokter
Ilustrasi Anak Muda Kena Diabetes (Freepik)
  • Gaya hidup instan dan kurang gerak memicu diabetes di usia muda. Fast food, kurang tidur, dan gadget berlebihan jadi pemicunya.
  • Kebiasaan modern membuat tubuh rentan resistensi insulin. Cegah dengan olahraga, tidur cukup, dan periksa gula darah rutin.
  • Bethsaida Hospital imbau masyarakat ubah gaya hidup agar terhindar dari diabetes sejak dini.

Suara.com - Di tengah kemajuan teknologi dan kehidupan serba instan, gaya hidup modern telah memberikan banyak kemudahan, mulai dari makanan cepat saji yang tinggal dipesan lewat aplikasi, pekerjaan yang bisa diselesaikan dari layar gadget, hingga hiburan yang hanya sejauh sentuhan jari.

Praktis memang, tapi di balik kenyamanan itu tersimpan ancaman serius, meningkatnya kasus diabetes di usia muda.

Menurut dr. Timoteus Richard, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital Gading Serpong, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari yang tampak biasa bisa menjadi pemicu diabetes.

“Banyak pasien yang tidak sadar bahwa kebiasaan sederhana seperti sering makan fast food, kurang gerak, hingga tidur larut malam karena gadget bisa memicu terjadinya diabetes,” jelas dr. Timoteus.

Fast Food, Manis di Lidah, Berisiko di Tubuh

Makanan cepat saji biasanya tinggi kalori, gula, garam, dan lemak jenuh, namun rendah serat serta nutrisi penting. Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh akan menyimpan energi berlebih sebagai lemak, terutama di area perut. 

Kondisi ini bisa memicu resistensi insulin, yaitu ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik—cikal bakal diabetes tipe 2.

Selain itu, lonjakan gula darah setelah makan membuat pankreas bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Dalam jangka panjang, organ ini bisa kewalahan, menyebabkan kadar gula darah sulit dikendalikan.

Gadget dan Gaya Hidup Pasif

Di era digital, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gadget. Kebiasaan ini membuat tubuh kurang bergerak dan metabolisme melambat. 

Akibatnya, lemak tubuh mudah menumpuk dan risiko resistensi insulin meningkat. Tak hanya itu, paparan layar gadget menjelang tidur bisa mengganggu kualitas istirahat. 

Tidur yang tidak cukup meningkatkan hormon stres seperti kortisol, yang berpengaruh langsung pada kestabilan kadar gula darah.

“Kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres dan memicu fluktuasi kadar gula darah. Pola tidur yang buruk dalam jangka panjang bisa memperparah risiko diabetes,” tambah dr. Timoteus.

Gejala yang Sering Diabaikan

Diabetes sering berkembang tanpa disadari karena gejalanya muncul perlahan. Rasa haus berlebihan, sering buang air kecil di malam hari, mudah lelah, penurunan berat badan drastis, atau luka yang sulit sembuh adalah tanda-tanda yang patut diwaspadai.

“Diabetes sering kali berkembang tanpa gejala jelas. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting agar kadar gula darah bisa dipantau sejak dini,” tegas dr. Timoteus.

Cegah Sejak Dini dengan Perubahan Gaya Hidup

Kabar baiknya, diabetes dapat dicegah dengan perubahan sederhana pada rutinitas harian, seperti:

  • Mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis.
  • Mengatur waktu penggunaan gadget dan memberi jeda untuk bergerak.
  • Melakukan olahraga ringan, minimal jalan kaki 30 menit setiap hari.
  • Tidur cukup 7–8 jam setiap malam.
  • Melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.

Untuk membantu masyarakat lebih waspada terhadap diabetes, Klinik Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan diagnosis, pengobatan, dan pencegahan yang komprehensif. 

Didukung oleh dokter spesialis berpengalaman, fasilitas laboratorium modern, dan pemeriksaan radiologi, rumah sakit ini memastikan penanganan yang akurat dan menyeluruh, mulai dari konsultasi hingga perawatan jangka panjang.

“Di Bethsaida Hospital Gading Serpong, kami berkomitmen memberikan perawatan kesehatan yang optimal. Karena bagi kami, setiap pasien adalah bagian dari keluarga yang harus dijaga dan didukung dengan penuh dedikasi,” tutup dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Dengan kesadaran dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, risiko diabetes bisa ditekan dan hidup modern tak harus berarti hidup dengan penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Healing ke Hustling: Gaya Hidup Anak Muda yang Terjebak Produktivitas

Dari Healing ke Hustling: Gaya Hidup Anak Muda yang Terjebak Produktivitas

Your Say | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Krimer Tanpa Gula dan Kolesterol, Pilihan Cerdas untuk Hidup Seimbang

Krimer Tanpa Gula dan Kolesterol, Pilihan Cerdas untuk Hidup Seimbang

Lifestyle | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:47 WIB

Tren Quiet Weekend Jadi Gaya Healing Baru Anak Muda

Tren Quiet Weekend Jadi Gaya Healing Baru Anak Muda

Your Say | Senin, 20 Oktober 2025 | 17:15 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB