Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:32 WIB
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
Ilustrasi gas tertawa N2O. [Freepik]
  • Penyalahgunaan gas tawa N2O pada whip pink picu kerusakan saraf masif.
  • Dosis berlebih gas tawa berisiko sebabkan henti napas hingga henti jantung.
  • Efek euforia N2O bersifat adiktif dan memicu gejala sakau saat berhenti.

Suara.com - Dokter spesialis saraf blak-blakan mengatakan cara kerja whip pink berisi gas tawa atau gas nitrous oxide (N2O) yang disalahgunakan memiliki efek setara narkotika karena memicu kecanduan.

Hal ini karena gas N2O dalam dunia medis umumnya digunakan untuk anestesi atau pembiusan sebelum tindakan seperti operasi. Bahkan, pemberian dosis gas N2O sangat ketat dalam dunia kedokteran karena efeknya bisa mematikan jika diberikan secara berlebihan.

"Nah, dengan dosis-dosis tertentu zat ini bisa sangat mematikan, makanya dalam dunia anestesi diatur, nggak bisa sembarangan pakai ini. Harus dicek dulu, dipremedikasi dulu sebelum dilakukan itu, dilihat kondisi jantungnya, parunya, kemudian organ-organ lainnya, komorbiditasnya, memungkinkan atau tidak dikasih NO ini untuk anestesi," ujar Spesialis Saraf Eka Hospital Bekasi, dr. Novrialdi Kesuma Putra, Sp.N, Kamis (29/1/2026).

dr. Novrialdi menambahkan, jika penggunaan gas N2O ini berlebihan atau tidak sesuai perhitungan dokter, maka pasien bisa mengalami henti napas hingga henti jantung.

Sehingga, jika N2O disalahgunakan untuk mendapatkan euforia atau efek nge-fly di luar tindakan medis, maka bisa merusak saraf bahkan hingga mengganggu fungsi otak. Ini karena gas N2O seperti yang ada dalam tabung whip pink bisa tersisa di sistem saraf tubuh hingga otak.

"Begitu juga N2O saat asupannya berlebih, maka yang berlebih ini akan tersisa. Contoh, misalnya kemampuan tubuh mendetoksnya 20 persen, tapi yang kita masukkan 80 persen, maka sisa 60 persen. Maka 60 persen ini akan tertimbun di tubuh, terutama di sel-sel neurotransmitter," ungkap dr. Novrialdi.

"Apa yang terjadi? Terjadi kerusakan neurotransmitter yang masif karena zat sisa tadi yang tidak terdetoks. Kerusakan neurotransmitter yang masif itu, maka terjadi gangguan fungsi otak," lanjutnya.

Mirisnya lagi, jika tubuh sudah terbiasa terpapar zat ini karena memberi efek euforia, maka tubuh akan sulit lepas karena terbiasa mendapatkan efek kesenangan yang cepat.

Hasilnya, kata dr. Novrialdi, kondisi ini serupa dengan seseorang yang mengalami putus obat secara tiba-tiba atau withdrawal, yang oleh orang awam disebut sakau. Gejalanya diawali sakit kepala, gangguan fokus, hingga sederet kondisi yang membuat tubuh ingin kembali merasakan sensasi euforia.

"Yes, dia adiktif (seperti narkoba), karena nge-fly tadi. Dia sudah terbiasa dengan hal itu, otaknya sudah memiliki persepsi seperti itu. Enak nih pakai kayak gini. Ketika itu dihentikan, seperti ada yang kurang," terangnya.

Adapun jika sudah terlampau kecanduan N2O, maka orang tersebut membutuhkan waktu lama untuk detoks dan harus mengalihkan perhatian saat tubuh kembali menginginkan gas tawa tersebut.

"Tetap saja harus perlahan-lahan. Ya harus dilawan, nggak bisa instan. Paling kita bantu dengan mengalihkan kegiatan. Contohnya dialihkan dengan olahraga, kegiatan-kegiatan positif yang memang juga menimbulkan kesenangan," pungkas dr. Novrialdi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Manfaat Whip Pink yang Beredar di Pasaran? Pahami Kegunaannya

Apa Manfaat Whip Pink yang Beredar di Pasaran? Pahami Kegunaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:19 WIB

Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat

Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:02 WIB

Kenapa Whip Pink Disebut Gas Tertawa N2O? Kenali Bahaya Jika Disalahgunakan

Kenapa Whip Pink Disebut Gas Tertawa N2O? Kenali Bahaya Jika Disalahgunakan

Lifestyle | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:16 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB