Rahasia Kunyit Asam Sebagai Ramuan Pelancar Haid

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:30 WIB
Rahasia Kunyit Asam Sebagai Ramuan Pelancar Haid
Jamu kunyit asam dan beberapa rempah alami (Freepik)

Suara.com - Haid yang datang terlambat atau terasa tidak lancar sering membuat was-was. Belum lagi kalau disertai nyeri perut, badan pegal, dan mood naik turun. Di tengah kondisi seperti ini, banyak perempuan Indonesia memilih cara alami membantu melancarkan siklus menstruasi.

Salah satu cara tradisional yang terkenal adalah minum minuman herbal seperti kunyit asam. Ramuan herbal ini menyimpan sejuta manfaat yang sering disebut sebagai ‘sahabat’ perempuan setiap bulan.

Seperti apa manfaat hingga cara konsumsinya yang benar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Kandungan dan Cara Kerja Kunyit Asam Melancarkan Haid

Kunyit asam adalah salah satu minuman herbal tradisional yang sudah lama digunakan oleh perempuan Indonesia untuk membantu kesehatan reproduksi. Ramuan ini dikenal dapat melancarkan haid hingga mengurangi rasa tidak nyaman.

Itu karena keduanya memiliki senyawa aktif dengan efek antiinflamasi dan penyeimbang hormon. Tidak heran meskipun berupa ramuan herbal, banyak perempuan di Indonesia masih menggunakannya hingga saat ini.

Kandungan Kunyit Asam

Sering dikonsumsi untuk membantu meredakan keluhan menjelang dan saat haid, berikut sederet kandungan dan efeknya:

  • Terdapat kandungan kurkumin dalam kunyit yang bersifat anti inflamasi dan antioksidan.
  • Kunyit juga mengandung minyak atsiri yang membantu melancarkan peredaran darah.
  • Asam jawa memiliki asam organik yang mendukung daya tahan tubuh.
  • Baik asam jawa dan kunyit memiliki senyawa aktif alami yang berperan dalam keseimbangan hormon.


Cara Kerja Kunyit Asam Melancarkan Haid

Kunyit asam bekerja dengan membantu merangsang kontraksi otot rahim secara alami. Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat meningkatkan aliran darah ke area panggul, sehingga darah haid lebih mudah keluar dan siklus menjadi teratur.

Selain itu, sifat anti inflamasinya membantu mengurangi peradangan dan ketegangan pada rahim. Asam jawa turut berperan dalam memberikan efek relaksasi otot, sehingga tubuh lebih siap menjalani proses haid secara alami.

Sederet Manfaat Kunyit Asam saat Haid

Dengan segudang kandungan yang bagus untuk perempuan, berikut ini manfaat yang akan didapatkan dari kunyit asam ketika menstruasi:

1. Meringankan Nyeri Haid
Rasa nyeri saat haid terjadi akibat kontraksi otot rahim yang berlebihan. Kunyit asam dapat membantu meredakan kondisi ini berkat kandungan kurkumin yang bersifat anti inflamasi alami sehingga peradangan dapat berkurang.

Mengkonsumsi kunyit juga membantu tubuh terasa lebih rileks selama haid. Dengan otot rahim yang tidak terlalu tegang, rasa kram dan nyeri di perut bagian bawah pun dapat terasa lebih ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas.

2. Memperlancar Datang Bulan
Kunyit asam dipercaya mampu membantu melancarkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Kandungan aktif dalam kunyit berperan dalam meningkatkan sirkulasi darah, terutama area panggul, sehingga aliran darah haid menjadi lebih lancar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo

Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo

Otomotif | Minggu, 15 Februari 2026 | 17:30 WIB

IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri

IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri

Otomotif | Minggu, 15 Februari 2026 | 14:57 WIB

Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif

Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif

Otomotif | Minggu, 15 Februari 2026 | 10:55 WIB

Mitsubishi Motors Suguhkan Destinator dan Xforce 55th Anniversary Edition di IIMS 2026

Mitsubishi Motors Suguhkan Destinator dan Xforce 55th Anniversary Edition di IIMS 2026

Otomotif | Selasa, 10 Februari 2026 | 11:27 WIB

Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast

Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast

Otomotif | Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:55 WIB

140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia

140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:03 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB