Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 18 Februari 2026 | 08:10 WIB
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
Ilustrasi perawat onkologi. (ChatGPT)
baca 10 detik
  • Indonesia hanya memiliki 60 perawat spesialis onkologi di seluruh wilayah.
  • Perawat onkologi krusial dalam menjaga keamanan prosedur kemoterapi yang berisiko tinggi.
  • Roche, UI, dan Siloam berkolaborasi mempercepat pelatihan standar keperawatan onkologi.

Dalam jangka panjang, MRCCC menargetkan 70 persen perawatnya merupakan perawat onkologi. Namun target tersebut diproyeksikan tercapai dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

"Kita memang punya target jangka panjang 70 persen perawat adalah perawat onkologi. Tapi ini perlu waktu karena pelatihan harus berjalan paralel dengan layanan lain seperti hemodialisis, cath lab, dan gawat darurat," ujar Dr. Edy.

Saat ini sudah ada 7 training center keperawatan onkologi dasar di tingkat nasional. Pelatihan dilakukan di rumah sakit pemerintah, termasuk RS Kanker Darmais dan RSUP Dr. Sardjito. Training center tersebut bertugas melatih perawat secara berkelanjutan agar kapasitas nasional meningkat.

Harapannya dengan semakin banyaknya lahir perawat onkologi bisa mengimbangi jumlah pasien kanker yang terus bertambah. Apalagi tanpa SDM yang memadai, beban layanan akan semakin berat dan risiko ketidaksamaan standar penanganan dapat terjadi.

Lucia menegaskan bahwa perawat onkologi tidak hanya bertugas mendampingi dokter, tetapi menjadi bagian penting dalam tim multidisiplin (Multidisciplinary Team/MDT) yang menangani pasien secara komprehensif dari diagnosis hingga paliatif.

"Pasien kanker itu perjalanannya kompleks. Perawat onkologi dilatih secara spesifik agar mampu mendampingi pasien end-to-end, bukan hanya aspek klinis tetapi juga edukasi dan dukungan emosional," pungkas Lucia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung

Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung

Health | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:05 WIB

Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata

Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata

Health | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:08 WIB

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Opini | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:05 WIB

Terkini

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:03 WIB

×