-
Paparan gadget, televisi, tablet, hingga aktivitas belajar online membuat mata anak bekerja lebih intens dibanding generasi sebelumnya.
-
Sayangnya, banyak orang tua baru menyadari adanya gangguan penglihatan setelah anak mengalami kesulitan belajar, sulit fokus membaca, atau mengeluhkan sakit kepala.
- Pemeriksaan dini bertujuan mencegah dampak negatif terhadap kemampuan belajar, perkembangan motorik, serta kualitas hidup anak di masa depan.
“Karena anak sering kali belum mampu menjelaskan keluhan atau rasa tidak nyaman yang mereka alami, proses screening dilakukan melalui observasi yang cermat dan menggunakan metode pemeriksaan yang lebih ramah anak agar masalah penglihatan dapat terdeteksi lebih awal,” katanya.
Optik Tunggal Next Generation sendiri disebut sebagai optik khusus anak pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan konsep pemeriksaan mata dengan pendekatan play integrated approach dan age-appropriate testing.
Mulai dari interior, area edukatif, hingga cara komunikasi selama pemeriksaan dirancang agar anak merasa lebih rileks dan tidak takut saat memeriksakan mata.
Pendekatan ini dinilai penting karena pengalaman pertama anak dalam pemeriksaan mata dapat memengaruhi kebiasaan mereka menjaga kesehatan penglihatan di masa depan.
Di tengah meningkatnya aktivitas digital anak, pemeriksaan mata rutin kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.