- Ritme sirkadian atau jam biologis tubuh selama 24 jam berperan penting mengatur sistem pencernaan dan metabolisme manusia secara optimal.
- Gaya hidup modern seperti begadang dan pola makan tidak teratur dapat mengganggu ritme alami serta kesehatan mikrobioma usus.
- Menjaga konsistensi pola makan, hidrasi, kualitas tidur, serta mengelola stres membantu menyeimbangkan kembali jam biologis tubuh agar tetap sehat.
Menjaga jam tidur dan bangun yang konsisten juga membantu bakteri baik di usus menyesuaikan ritme biologisnya secara optimal.
Selain pola hidup, stres juga menjadi faktor penting yang memengaruhi hubungan antara usus dan jam biologis tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus sekaligus memicu gangguan pada ritme sirkadian.
Kortisol, hormon utama pemicu stres, diketahui dapat memengaruhi pergerakan usus dan membuat sistem pencernaan menjadi lebih sensitif dalam jangka panjang.
“Hubungan antara usus dan otak merupakan hal yang nyata, dan stres adalah salah satu faktor pengganggu terkuat dalam hubungan tersebut,” kata Dr. Vipada.
Ia menambahkan, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern menjelaskan hubungan tersebut, banyak kebiasaan tradisional masyarakat Asia sebenarnya sudah menerapkan pola hidup yang selaras dengan ritme alami tubuh.
“Menghadirkan kembali pola hidup tersebut ke dalam gaya hidup perkotaan tidak membutuhkan kesempurnaan, melainkan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Seiring waktu, tubuh akan menemukan kembali keseimbangannya,” tutup Dr. Vipada.