Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Dinda Rachmawati

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
Ilustrasi Usus (Pexels.com/LightFieldStudios)
baca 10 detik
  • Ritme sirkadian atau jam biologis tubuh selama 24 jam berperan penting mengatur sistem pencernaan dan metabolisme manusia secara optimal.
  • Gaya hidup modern seperti begadang dan pola makan tidak teratur dapat mengganggu ritme alami serta kesehatan mikrobioma usus.
  • Menjaga konsistensi pola makan, hidrasi, kualitas tidur, serta mengelola stres membantu menyeimbangkan kembali jam biologis tubuh agar tetap sehat.

Suara.com - Banyak orang mengira kesehatan usus hanya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi setiap hari. Padahal, tubuh manusia sebenarnya memiliki sistem pengatur waktu alami yang ikut menentukan bagaimana pencernaan bekerja secara optimal. 

Sistem ini dikenal sebagai ritme sirkadian atau jam biologis tubuh selama 24 jam. Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, kebiasaan begadang, makan tidak teratur, hingga terlalu lama menatap layar pada malam hari ternyata dapat mengganggu ritme alami tersebut. 

Dampaknya bukan hanya membuat tubuh mudah lelah, tetapi juga memengaruhi kesehatan usus dan metabolisme secara keseluruhan. Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki ketepatan waktu biologis yang luar biasa.

“Ritme sirkadian, atau jam biologis internal tubuh selama 24 jam, secara diam-diam mengatur pola tidur, rasa lapar, serta kinerja setiap sistem tubuh sepanjang hari. Jam biologis ini tidak hanya berada di otak, tetapi juga terdapat di hampir setiap sel tubuh, menjaga seluruh tubuh tetap selaras dengan ritme alami siang dan malam,” jelasnya.

Menurut Dr. Vipada, sistem pencernaan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sensitif terhadap ritme waktu tersebut, termasuk bakteri baik di dalam usus atau mikrobioma usus.

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus dan jam biologis tubuh saling berkomunikasi untuk membantu menjaga metabolisme, sensitivitas insulin, kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, hingga berat badan tetap optimal.

Namun, pola hidup modern perlahan mulai mengganggu keseimbangan alami tersebut. Begadang, jadwal makan yang berubah-ubah, kerja shift, hingga paparan layar di malam hari dapat membuat ritme sirkadian menjadi tidak sinkron.

“Tantangannya adalah gaya hidup modern secara perlahan mengganggu komunikasi alami tersebut. Ketika jam biologis tidak lagi sinkron, kondisi usus pun ikut terganggu, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan, ketidakseimbangan gula darah, dan peradangan dalam jangka panjang,” ujar Dr. Vipada.

Kabar baiknya, menjaga keseimbangan jam biologis dan kesehatan usus sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

baca juga

Salah satunya adalah menjaga pola makan yang lebih teratur. Sarapan bergizi di pagi hari dinilai penting karena setelah berpuasa semalaman, sistem pencernaan berada dalam kondisi optimal untuk menyerap nutrisi.

Selain itu, tubuh juga bekerja lebih baik ketika waktu makan dilakukan secara konsisten setiap hari, idealnya dalam rentang delapan hingga 12 jam. Pola makan yang teratur membantu menjaga energi tetap stabil sekaligus mendukung metabolisme tubuh.

Dr. Vipada juga menekankan pentingnya hidrasi yang dilakukan secara sadar dan teratur. Air membantu seluruh proses pencernaan, mulai dari produksi air liur, membantu penyerapan nutrisi, hingga melancarkan pergerakan sisa makanan dalam usus.

“Segelas air sebelum makan pertama di pagi hari dapat membantu memulai proses pencernaan sekaligus mengaktifkan jam biologis tubuh,” jelasnya.

Tidak hanya soal makan dan minum, kualitas tidur juga memiliki hubungan erat dengan kesehatan usus. Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk melambat dan beristirahat sebelum tubuh benar-benar tidur.

Karena itu, konsumsi makanan berat, tinggi lemak, terlalu manis, maupun kafein menjelang tidur sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, aktivitas ringan seperti membaca, peregangan lembut, atau minum teh herbal dapat membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.

Menjaga jam tidur dan bangun yang konsisten juga membantu bakteri baik di usus menyesuaikan ritme biologisnya secara optimal.

Selain pola hidup, stres juga menjadi faktor penting yang memengaruhi hubungan antara usus dan jam biologis tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus sekaligus memicu gangguan pada ritme sirkadian.

Kortisol, hormon utama pemicu stres, diketahui dapat memengaruhi pergerakan usus dan membuat sistem pencernaan menjadi lebih sensitif dalam jangka panjang.

“Hubungan antara usus dan otak merupakan hal yang nyata, dan stres adalah salah satu faktor pengganggu terkuat dalam hubungan tersebut,” kata Dr. Vipada.

Ia menambahkan, jauh sebelum ilmu pengetahuan modern menjelaskan hubungan tersebut, banyak kebiasaan tradisional masyarakat Asia sebenarnya sudah menerapkan pola hidup yang selaras dengan ritme alami tubuh.

“Menghadirkan kembali pola hidup tersebut ke dalam gaya hidup perkotaan tidak membutuhkan kesempurnaan, melainkan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten. Seiring waktu, tubuh akan menemukan kembali keseimbangannya,” tutup Dr. Vipada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yakult Stroberi Hadir di Indonesia, Probiotik dengan 6,5 Miliar Bakteri Baik Plus Vitamin D

Yakult Stroberi Hadir di Indonesia, Probiotik dengan 6,5 Miliar Bakteri Baik Plus Vitamin D

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

Banyak RS Akreditasi Paripurna Tapi Nakes Terlantar! Sistem Penilaian akan Dirombak Total

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?

Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 15:17 WIB

500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas

500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 15:15 WIB

8 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik yang Memberikan Efek Cooling Sensation

8 Rekomendasi Sunscreen Water Based Terbaik yang Memberikan Efek Cooling Sensation

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas

Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas

News | Senin, 14 September 2026 | 15:14 WIB

Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang

Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang

Sumbar | Senin, 14 September 2026 | 15:14 WIB

Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir

Dewi Natalia, Mantri BRI yang Tak Kenal Lelah Bantu Pedagang Keluar dari Jerat Rentenir

Lampung | Senin, 14 September 2026 | 15:11 WIB

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 15:08 WIB

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir

Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 15:07 WIB

Helm yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Lengkap Harganya

Helm yang Bagus Merek Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Lengkap Harganya

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 15:07 WIB

×