Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Dinda Rachmawati

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat (Dok. AIA)
  • Indonesia mencatat partisipasi tertinggi dalam ajang AIA Healthiest Schools 2026 dengan 2.896 pendaftar dan 359 proyek sekolah.
  • Sekolah di Indonesia menerapkan inisiatif kesehatan fisik dan lingkungan guna membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan bagi siswa.
  • Keberhasilan program di SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa membuktikan aksi nyata mampu menciptakan perubahan perilaku positif.

Suara.com - Pendidikan tidak lagi hanya berbicara tentang nilai akademik dan prestasi di ruang kelas. Di tengah meningkatnya berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi anak dan remaja, sekolah kini memiliki peran yang semakin penting sebagai ruang pembentukan kebiasaan hidup sehat yang dapat bertahan hingga dewasa.

Kesadaran tersebut semakin terlihat dari berbagai inisiatif yang muncul di sekolah-sekolah Indonesia. Tidak hanya mengajarkan teori tentang kesehatan, banyak sekolah mulai mendorong siswa untuk terlibat langsung dalam aksi nyata yang menyentuh persoalan sehari-hari di lingkungan mereka. 

Mulai dari kebiasaan minum air putih, pengelolaan sampah, kesehatan mental, hingga gaya hidup aktif, berbagai program dirancang agar kesehatan menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar materi pelajaran.

Semangat itulah yang tercermin dalam ajang AIA Healthiest Schools 2026. Tahun ini, Indonesia mencatat partisipasi tertinggi dibandingkan negara peserta lainnya dengan 2.896 pendaftar dan 359 proyek sekolah sehat yang berhasil dikumpulkan. 

Tingginya angka tersebut menunjukkan semakin banyak sekolah yang menyadari pentingnya membangun lingkungan belajar yang mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial siswa secara berkelanjutan.

Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.

"AIA ingin berkontribusi terhadap kualitas generasi bangsa dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari perjalanan belajar setiap anak. Itulah mengapa AIA Healthiest Schools menghadirkan modul pembelajaran yang dirancang secara khusus bagi siswa-siswi di Asia Pasifik termasuk Indonesia yang dapat diakses secara gratis, fleksibel, dan menyenangkan, lalu dilanjutkan dengan Kompetisi Proyek Sekolah Sehat," ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa upaya membangun budaya hidup sehat tidak cukup dilakukan melalui kampanye sesaat. Diperlukan proses pembelajaran yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga komunitas sekitar.

Salah satu contoh menarik datang dari SDN Cipedak 01 Jakarta yang berhasil meraih penghargaan nasional untuk kategori sekolah dasar. Berangkat dari persoalan sederhana namun sering luput diperhatikan, yaitu rendahnya konsumsi air putih pada siswa, sekolah ini mengembangkan program GEMARIPAH SEGAR atau Gerakan Minum Air Putih Aah Segar.

Program tersebut tidak mengandalkan fasilitas mahal atau teknologi canggih. Sekolah justru membangun kebiasaan melalui langkah-langkah sederhana seperti jadwal minum bersama, kartu pemantauan hidrasi, lomba poster edukasi, hingga pembentukan Duta Hidrasi Cilik.

Hasilnya cukup signifikan. Dalam waktu satu minggu, jumlah siswa yang memenuhi kebutuhan konsumsi air harian meningkat drastis, sementara risiko dehidrasi yang sebelumnya masih ditemukan pada sebagian siswa berhasil ditekan hingga nol persen.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku dapat tercipta ketika sekolah mampu mengubah pengetahuan menjadi kebiasaan yang dilakukan bersama-sama setiap hari.

Sementara itu, di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste, SMP IL Kapten Fatubaa dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menghadirkan pendekatan berbeda. 

Sekolah ini mengangkat isu lingkungan melalui Huka Upcycling Project (HUP), sebuah program yang mengolah limbah kulit pisang menjadi es krim, pupuk kompos, dan pupuk cair organik.

Proyek tersebut tidak hanya mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengenalkan konsep kewirausahaan dan ekonomi sirkular sejak usia sekolah. 

Menariknya lagi, kegiatan ini melibatkan siswa dari Timor-Leste melalui seminar kolaboratif dan pengujian produk bersama.

Dampaknya tidak berhenti di lingkungan sekolah. Petani lokal, masyarakat sekitar, hingga ratusan siswa lintas negara turut merasakan manfaat dari program tersebut.

Dua contoh tersebut memperlihatkan bahwa budaya hidup sehat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Ada yang berfokus pada kesehatan fisik melalui kebiasaan minum air putih, ada pula yang menggabungkan aspek kesehatan lingkungan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.

Chief Marketing Officer AIA, Kathryn Parapak, menekankan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah sederhana yang relevan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

"Kami percaya proyek sekolah sehat tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, yang terpenting adalah memahami tantangan nyata di lingkungan sekolah masing-masing, menghadirkan solusi yang relevan, serta memastikan dampaknya dapat dirasakan dan diukur secara berkelanjutan. Ketika guru, siswa, orang tua, dan komunitas bergerak bersama, perubahan positif akan tercipta lebih kuat dan bertahan lebih lama," ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan program kesehatan di sekolah bukan diukur dari besarnya anggaran atau kompleksitas kegiatan, melainkan dari kemampuannya menciptakan perubahan perilaku yang konsisten dan berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi generasi muda saat ini, sekolah memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan. 

Ketika budaya hidup sehat tumbuh melalui aksi nyata yang dilakukan setiap hari, sekolah tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang lebih sehat, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesadaran untuk menjaga kualitas hidup mereka di masa depan.

Pada akhirnya, investasi terbaik yang dapat diberikan kepada anak-anak bukan hanya pendidikan yang baik, melainkan juga kebiasaan hidup sehat yang akan mereka bawa sepanjang hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Info Lengkap SPMB Bersama Jakarta 2026: Jadwal Pendaftaran, Daya Tampung, dan Kriteria Seleksi

Info Lengkap SPMB Bersama Jakarta 2026: Jadwal Pendaftaran, Daya Tampung, dan Kriteria Seleksi

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:40 WIB

Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi

Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:53 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB