Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:37 WIB
Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprioritaskan penambahan dan pemerataan distribusi dokter di daerah terpencil Indonesia saat ini.
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mengusulkan pemanfaatan teknologi AI untuk mengatasi krisis kekurangan tenaga medis.
  • Menkes menegaskan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan kehadiran fisik dokter dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak boleh mengalihkan fokus utama pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter di daerah terpencil.

Hal ini disampaikan Budi menanggapi usulan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, terkait kemungkinan penggunaan AI sebagai solusi krisis tenaga medis.

Budi menjelaskan bahwa persoalan fundamental yang harus segera diselesaikan adalah ketimpangan jumlah dan distribusi dokter yang belum merata ke seluruh pelosok Tanah Air.

"Saya rasa prioritas utamanya ke sana dulu (penambahan dan distribusi dokter). Bahwa kemudian nanti ditambah dengan telemedicine, dengan AI, dan teknologi-teknologi lainnya, tapi jangan sampai itu mengalihkan fokus kita untuk memperbanyak jumlah dokter dan mendistribusikan mereka ke daerah-daerah," ujar Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, teknologi memang memiliki peran penting dalam dunia kesehatan masa kini, seperti melalui layanan telemedicine.

"Mungkin kita mulai dulu dengan telemedicine. Yang secara fundamental harus dijawab adalah kekurangan dokter itu terjadi terutama di daerah-daerah terpencil. Itu yang harus dijawab, ya," katanya.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa kehadiran fisik seorang tenaga medis tetap tidak tergantikan oleh mesin dalam proses penyembuhan pasien.

"Karena dokter, tenaga kesehatan, dan tenaga medis kan mesti melihat, mesti menyentuh pasiennya juga," tambahnya.

Ilustrasi Rumah Sakit (Unsplash/Piron Guillaume)
Ilustrasi Rumah Sakit (Unsplash/Piron Guillaume)

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mendorong pemerintah untuk mulai melirik pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mengatasi persoalan kronis kekurangan tenaga dokter di berbagai daerah di Indonesia.

baca juga

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI yang membahas perlindungan dan kesejahteraan tenaga medis (nakes) serta tenaga kesehatan (nakes) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Nihayatul mengaku miris mendengar laporan Menteri Kesehatan terkait masih adanya daerah-daerah yang sama sekali tidak memiliki tenaga dokter.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dokter tidak bisa dilakukan secara instan karena proses pendidikan kedokteran yang memakan waktu lama.

"Pendidikan kedokteran ini kan butuh waktu lagi, koas dan sebagainya. Masyarakat tidak mungkin menunggu sampai mereka lulus. Kalaupun ada usulan membiayai putra daerah, itu solusi luar biasa, tapi butuh waktu. Nah, di jenjang waktu tunggu ini, apa yang bisa kita lakukan?" ujar Nihayatul.

Politikus PKB ini mengusulkan agar teknologi AI dapat digunakan untuk menjembatani kekosongan tersebut. AI dinilai bisa membantu proses analisis penyakit awal bagi pasien di wilayah yang sulit terjangkau tenaga medis fisik.

"Bisa tidak ya, di daerah tertentu kita dibantu AI untuk paling tidak membantu pasien menganalisis penyakit dan sebagainya? Untuk menjembatani saja," tuturnya.

Meski menyadari bahwa kehadiran teknologi tidak akan bisa menggantikan peran dokter secara maksimal, Nihayatul menilai langkah ini jauh lebih baik daripada membiarkan masyarakat di daerah tanpa layanan medis sama sekali.

Ia juga menyinggung keberhasilan Menteri Kesehatan dalam melakukan operasi jarak jauh sebagai bukti bahwa teknologi medis sudah sangat maju.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:44 WIB

Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara

Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:39 WIB

Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir

Gaji Dokter Timpang! Menkes: Ada yang Miliaran, Ada yang Selevel Tukang Parkir

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:24 WIB

Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya

Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:18 WIB

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

Richard Lee Heran Jadi Terdakwa, Padahal Produk Dibeli dari Toko Lain

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:29 WIB

Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik

Lawan Dakwaan Jaksa, Richard Lee Siapkan Eksepsi 24 Halaman Bongkar Kasus Kosmetik

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:50 WIB

Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta

Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:15 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

Benarkah Sakit Itu Tabu? Fenomena Seorang Ibu yang Tidak Boleh Sakit

Benarkah Sakit Itu Tabu? Fenomena Seorang Ibu yang Tidak Boleh Sakit

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:22 WIB

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:47 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×