Adapun dengan memperkuat program vaksinasi bisa mencegah penyakit akibat air kotor pascabencana. Sayangnya, perubahan iklim menghambat distribusinya karena infrastruktur jadi rusak, akses jalan ke lokasi bencana jadi terputus, hingga suhu pendingin vaksin (cold chain) terganggu.
Membangun Ketahanan untuk Masa Depan
Dengan menerapkan langkah-langkah untuk meminimalisir risiko, laporan tersebut dinilai efektif karena tak hanya mengurangi penyakit yang ditularkan air, tetapi juga membantu masyarakat menjadi lebih sigap dan peka terhadap dampak kesehatan dari perubahan iklim.
“Perubahan iklim mengubah aturan penyebaran penyakit-penyakit ini,” kata Carlton.
“Kabar baiknya adalah kita sudah memiliki banyak alat yang dibutuhkan untuk mengurangi risiko. Tantangannya sekarang adalah memastikan alat-alat tersebut dirancang dan diterapkan sesuai dengan kondisi iklim yang kita hadapi saat ini dan yang akan kita hadapi di masa depan,” tutupnya.
Pada dasarnya, tidak ada satu strategi yang mampu melindungi dari setiap penyakit yang ditularkan melalui air. Sebaliknya, dengan usaha untuk beradaptasi dengan iklim harus mempertimbangkan bagaimana patogen individu merepons perubahan lingkungan, sehingga petugas kesehatan bisa mengantisipasi dan mencegah wabah di masa mendatang.