- PT Perfetti Van Melle Indonesia menyelenggarakan acara Chupa Chups Hysteria di Dufan, Jakarta, pada Juli 2026.
- Kegiatan rekreasi luar ruang tersebut bertujuan memberikan pengalaman interaktif bagi anak dan keluarga di luar layar digital.
- Kajian Tunas IBLAM dan BERITA UPI menyatakan aktivitas bermain penting untuk stimulasi fisik, kognitif, serta sosial emosional anak.
Suara.com - Pendidikan formal sering kali dipandang sebagai elemen paling krusial dalam mempersiapkan masa depan anak. Kendati demikian, penekanan yang berlebihan pada kegiatan belajar secara akademis berpotensi mengesampingkan kenyamanan serta hak kebahagiaan anak, terutama dalam momentum peringatan Hari Anak.
Mempersiapkan masa depan generasi muda tidak selalu berarti merenggut masa kecil mereka, karena aktivitas bermain itu sendiri merupakan metode alamiah bagi anak untuk belajar dan mengasah kecerdasan.
Fungsi Bermain dalam Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
Berdasarkan laporan kajian bertajuk Pentingnya Bermain untuk Anak Usia Dini dari Tunas IBLAM dan studi Manfaat Bermain untuk Perkembangan Pada Anak Usia Dini yang dirilis BERITA UPI, bermain memiliki peran sentral yang berfungsi ganda sebagai sarana edukasi.
Aktivitas bermain tercatat memengaruhi tiga aspek utama dalam perkembangan anak:
- Stimulasi Fisik dan Motorik: Aktivitas aktif seperti berlari, melompat, atau menggambar memfasilitasi pembentukan koordinasi tubuh. Kegiatan ini melatih keterampilan motorik kasar maupun halus, sekaligus menjadi saluran untuk menjaga kebugaran fisik anak.
- Asah Kognitif dan Pemecahan Masalah: Melalui permainan eksploratif atau menyusun balok, anak dilatih untuk memahami konsep sebab-akibat dan mempertahankan fokus. Imajinasi yang timbul saat bermain peran (role-play) turut memicu pemikiran kritis.
- Pembentukan Kecerdasan Sosial-Emosional: Saat berinteraksi dengan teman sebaya, anak belajar tentang konsep negosiasi, berbagi hak, mematuhi aturan, serta mengelola emosi. Hal ini menjadi fondasi awal dalam membangun empati dan keterampilan komunikasi.
Penyediaan Ruang Interaktif di Luar Layar Digital
Di tengah tingginya dominasi aktivitas digital dalam kehidupan sehari-hari, ketersediaan ruang bermain fisik dan pengalaman nyata yang interaktif menjadi kebutuhan bagi generasi muda dan keluarga.
Merespon kebutuhan akan ruang interaksi sosial ini, PT Perfetti Van Melle Indonesia melalui merek Chupa Chups menyelenggarakan kegiatan aktivasi bertajuk Hysteria di taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta, pada Juli 2026.
Kegiatan di Dufan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kampanye yang sebelumnya telah diselenggarakan di area Car Free Day (CFD) Jakarta dan Taman Literasi.
Perwakilan pihak Chupa Chups menyebutkan bahwa Dufan dipilih sebagai lokasi karena dipandang relevan dengan konsep kegiatan rekreasi luar ruang, terutama bagi anak dan keluarga.
Kegiatan ini turut membagikan paket produk edisi terbatas dan cendera mata kepada pengunjung. Hadir pula dalam acara tersebut Zee Asadel selaku Brand Representative Chupa Chups Indonesia, yang memberikan pernyataan terkait partisipasinya.
"Menurutku, Chupa Chups punya cara yang kreatif dalam menghadirkan pengalaman," ungkap Zee Asadel saat ditemui di area Dufan.