- Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 1.730 kejadian bencana melanda Indonesia sepanjang tahun 2026 hingga tujuh September.
- Sekretaris Utama BNPB Rustian menyatakan pihaknya mengusulkan penambahan Dana Siap Pakai sekitar Rp5,67 triliun kepada Kementerian Keuangan.
- Bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian yang menyebabkan kerusakan puluhan ribu rumah serta berbagai fasilitas umum di Indonesia.
Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.730 kejadian bencana terjadi di Indonesia sepanjang 2026 hingga 7 September. Di tengah tingginya frekuensi bencana tersebut, BNPB tengah mengusulkan penambahan Dana Siap Pakai (DSP) kepada Kementerian Keuangan hingga sekitar Rp5,67 triliun.
Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan, usulan tambahan anggaran tersebut diperlukan dalam konteks kebutuhan penanganan kebencanaan yang terus berjalan sepanjang tahun.
"Tahun 2026 ini sedang berproses usulan penambahan DSP kepada kementerian keuangan mungkin dalam waktu yang dekat ini kami mengusulkan sekitar Rp5.676.326.378.193 (Rp 5,678 triliun) itu anggaran 2026," kata Rustian dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/9/2026).
Adapun DSP untuk BNPB dari Kementerian Keuangan pada tahun ini, Rustian menyebut nominalnya sebesar Rp4.626.112.811.000 atau sekitar Rp4,62 triliun.
Selain DSP, BNPB juga memperoleh anggaran 2026 senilai Rp1,082 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari anggaran BNPB serta dukungan untuk kegiatan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ada pun DSP merupakan dana yang disiapkan pemerintah untuk digunakan dalam kondisi darurat bencana dan kondisi tertentu.
Jenis Bencana yang Terjadi
Dari 1.730 kejadian tersebut, bencana hidrometeorologi menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi.
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sebanyak 627 kali, disusul banjir sebanyak 543 kali dan cuaca ekstrem sebanyak 324 kali. Selain itu, tercatat 105 kejadian tanah longsor, 101 kekeringan, serta 14 gelombang pasang dan abrasi.
Sementara untuk bencana geologi, BNPB mencatat 13 kejadian gempa bumi dan tiga erupsi gunung api.
Berbagai kejadian tersebut turut menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan. BNPB mencatat 29.143 rumah rusak berat, 24.521 rumah rusak sedang, dan 57.869 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada 2.361 satuan pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan, 751 kantor, serta 92 jembatan.