Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat

Vania Rossa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:02 WIB
Kanker Paru Kini Bisa Dideteksi Lebih Dini, Peluang Sembuh Juga Meningkat
Ilustrasi batuk yang tidak kunjung sembuh sebagai salah satu gejala yang perlu diwaspadai sebagai kanker paru. (Unsplash/towfiquy barbhuiy)
baca 10 detik
  • Kanker paru di Indonesia menyebabkan lebih dari 34.000 kematian setiap tahun dan sering terdeteksi pada stadium lanjut.
  • Pemeriksaan Low-Dose CT Scan direkomendasikan untuk mendeteksi tumor berukuran kecil pada kelompok berisiko tinggi secara lebih dini.
  • Pengobatan modern menggunakan pendekatan personal dan tes genetik untuk memberikan terapi yang lebih tepat sasaran.

Perkembangan dunia kedokteran juga mengubah cara dokter menangani kanker paru.

Jika dulu sebagian besar pasien mendapatkan kemoterapi sebagai terapi utama, kini pengobatan semakin bersifat personal atau precision medicine. Artinya, terapi dipilih berdasarkan karakteristik biologis kanker pada masing-masing pasien, bukan hanya berdasarkan lokasi tumornya.

Di IHH Healthcare Singapore, pendekatan ini dilakukan melalui pemeriksaan genetik tumor menggunakan Next-Generation Sequencing (NGS).

Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengidentifikasi mutasi gen tertentu, seperti EGFR atau ALK, yang cukup sering ditemukan pada pasien Asia.

Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar untuk menentukan terapi yang paling sesuai.

Terapi yang Lebih Tepat Sasaran

Berkat kemajuan teknologi, pasien kini memiliki lebih banyak pilihan pengobatan.

Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Targeted therapy, yaitu obat yang secara spesifik menyerang sel kanker berdasarkan mutasi gennya sehingga kerusakan pada sel sehat lebih minimal.
  2. Imunoterapi, yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.
  3. Bedah minimal invasif, termasuk operasi dengan bantuan robot yang membuat luka operasi lebih kecil dan masa pemulihan lebih cepat.
  4. Radioterapi presisi dan terapi proton, yang memfokuskan radiasi langsung ke tumor sehingga jaringan sehat di sekitarnya lebih terlindungi.

Menurut Dr. Chin Tan Min, Medical Oncologist di Gleneagles Hospital, kemajuan ini telah mengubah cara dokter memandang kanker paru stadium lanjut.

baca juga

"Secara historis, diagnosis kanker paru stadium lanjut sering dianggap seperti vonis. Namun dengan profil molekuler dan imunoterapi, kami tidak lagi melihat semua kanker paru sebagai penyakit yang sama. Kami menyesuaikan pengobatan berdasarkan profil molekuler kanker dan kondisi masing-masing pasien," ujar Dr. Chin Tan Min.

Ia menjelaskan, pasien kini juga ditangani oleh tim multidisiplin yang terdiri dari ahli bedah toraks, onkolog, radiolog, hingga ahli patologi sehingga keputusan terapi dapat dibuat lebih cepat dan lebih tepat.

"Pendekatan ini mengubah diagnosis yang dulu dianggap fatal menjadi kondisi kronis yang bisa dikelola. Tujuannya bukan hanya memperpanjang harapan hidup, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien," katanya.

Jangan Tunggu Gejala Memburuk

Kemajuan teknologi memang membawa harapan baru bagi pasien kanker paru. Namun, semua inovasi tersebut akan memberikan hasil terbaik bila penyakit ditemukan sedini mungkin.

Karena itu, batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas yang terus berulang, atau keluhan lain yang berlangsung berminggu-minggu sebaiknya tidak dianggap sepele.

Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang kanker paru ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih sulit diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:27 WIB

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Terkini

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 18:00 WIB

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:52 WIB

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:50 WIB

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:20 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 17:03 WIB

×