- Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan penyakit ginjal kronis kini telah menyerang kelompok usia muda secara nyata.
- Diabetes, hipertensi, pola hidup tidak sehat, dan berbagai kondisi medis lain menjadi pemicu utama kerusakan ginjal.
- Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan klinik khusus untuk menyediakan layanan terpadu penanganan gangguan ginjal dan saluran kemih.
Pemeriksaan fungsi ginjal dapat dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui kadar kreatinin dan memperkirakan eGFR. Pemeriksaan urine juga diperlukan untuk mendeteksi adanya albumin atau protein. Tekanan darah dan gula darah sebaiknya turut dipantau.
“Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala,” kata dr. Mutalib.
Penyakit ginjal juga tidak otomatis berarti seseorang harus menjalani cuci darah. Hemodialisis diperlukan ketika fungsi ginjal telah mengalami penurunan yang sangat berat sehingga tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara memadai.
Untuk mendukung penanganan gangguan ginjal dan saluran kemih secara berkesinambungan, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan Urology & Nephrology Clinic.
Layanan terpadu ini mencakup konsultasi, deteksi dini, pemeriksaan penunjang, diagnosis, terapi medis, tindakan minimal invasif, hingga hemodialisis sesuai kondisi pasien.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan layanan tersebut dihadirkan dengan pendekatan menyeluruh dan terkoordinasi.
“Kami percaya bahwa penanganan penyakit ginjal dan saluran kemih membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujarnya.
Pada akhirnya, menjaga ginjal tidak harus menunggu munculnya keluhan. Mengontrol gula darah dan tekanan darah, menjaga berat badan, menerapkan pola makan seimbang, aktif bergerak, serta melakukan pemeriksaan secara berkala dapat menjadi langkah penting untuk mempertahankan fungsi ginjal lebih lama.