Waspada Kalsium Menumpuk di Jantung, Apa Itu Pemeriksaan Calcium Score dan Cara Kerjanya?

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 03 September 2026 | 12:56 WIB
Waspada Kalsium Menumpuk di Jantung, Apa Itu Pemeriksaan Calcium Score dan Cara Kerjanya?
Pemeriksaan Calcium Score di RS Pusat Pertamina di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
baca 10 detik
  • Dokter Maya Munigar menjelaskan pemeriksaan calcium score di RSPP Jakarta mendeteksi risiko sakit jantung koroner.
  • Penumpukan kalsium dan lemak pada arteri menyebabkan aterosklerosis yang meningkatkan nilai skor serta risiko kardiovaskular.
  • Prosedur noninvasif menggunakan CT scan jantung ini berlangsung cepat dan memindai pembuluh darah koroner.

Suara.com - Pemeriksaan calcium score atau coronary artery calcium (CAC) score bisa jadi salah satu cara untuk mendeteksi risiko sakit jantung koroner. Ini karena kalsium bukan hanya ada di tulang dan gigi tapi juga bisa menumpuk atau kalsifikasi di pembuluh darah jantung.

Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Ekokardiografi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr. Maya Munigar, Sp.JP(K).FIHA mengatakan penumpukan kalsium ini bisa memicu penyempitan bahkan pengerasan pengerasan pembuluh darah atau yang disebut aterosklerosis.

dr. Maya menjelaskan penumpukan kalsium ini bisa terlihat pada pemeriksaan calcium score, karena sudah terjadi proses kalsifikasi yang terjadi pada pembuluh darah koroner.

"Prinsipnya kalsiumnya sama. Kenapa kita periksa di jantung? Karena secara proses, kalsium ini terdeteksi di jantung karena dia mengalami kalsifikasi. Dan di dalamnya itu adalah kalsium," ujar dr. Maya dalam acara diskusi media IHC RS Pusat Pertamina di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, kalsium dapat terakumulasi bersama proses penumpukan lemak di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, semakin banyak kalsifikasi yang ditemukan, semakin tinggi pula nilai calcium score dan risiko kardiovaskular yang perlu diperhatikan.

dr. Maya Munigar, Sp.JP(K).FIHA dalam acara diskusi media IHC RS Pusat Pertamina di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
dr. Maya Munigar, Sp.JP(K).FIHA dalam acara diskusi media IHC RS Pusat Pertamina di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Kalsium itu akan bekerja sama, dia akan nyampur dengan lemak. Semakin lama calcium score ini, tentu semakin tinggi. Individu semakin lama alami penumpukan kalsium, angkanya semakin tinggi, risikonya semakin tinggi," jelasnya.

Pemeriksaan calcium score terutama digunakan untuk menilai adanya kalsifikasi pada arteri koroner dan membantu memperkirakan risiko penyakit jantung koroner, khususnya pada orang yang belum diketahui memiliki penyakit jantung koroner tetapi mempunyai faktor risiko atau hasil pemeriksaan lain yang belum memberikan jawaban pasti.

Sebagai catatan, hasil calcium score ini juga tidak langsung langsung menunjukkan seberapa besar persentase sumbatan pembuluh darah.

Tapi pemeriksaan ini lebih tepat digunakan untuk mengetahui beban plak terkalsifikasi pada pembuluh darah koroner.

baca juga

Karena itu, pemeriksaan ini tidak selalu menjadi pilihan untuk setiap pasien. dr. Maya menekankan bahwa pemeriksaan tetap harus disesuaikan dengan indikasi medis dan kondisi pasien.

"Semua pemeriksaan itu ada indikasinya. Biasanya, seringnya kita lakukan pemeriksaan pada individu yang masih belum, masih curiga. Tapi kita lakukan pemeriksaan-pemeriksaan lain tuh nggak dapat," katanya.

Pada pasien yang sudah diketahui mengalami penyakit jantung koroner atau kondisi tertentu, dokter dapat memilih pemeriksaan lain.

Salah satunya adalah CT coronary angiography (CTCA) yang dapat memberikan gambaran mengenai pembuluh darah koroner, termasuk keberadaan dan karakteristik plak serta penyempitan pembuluh darah.

"Kalau kita mau evaluasi terhadap pasien tersebut, biasanya kita pilihkan bukan CT calcium score lagi. Tapi kita lakukan CT angiography coronary, sesuai dengan panduannya," ujar dr. Maya.

Berbeda dengan angiografi invasif yang menggunakan kateter untuk melihat pembuluh darah, calcium score dilakukan menggunakan CT scan jantung tanpa memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memindai area jantung untuk mendeteksi dan menghitung kalsium yang terdapat pada arteri koroner. Karena bersifat noninvasif, prosedurnya relatif cepat dan memiliki risiko yang rendah.

"Kalau dengan calcium score, pada prinsipnya sebenarnya semua individu bisa. Karena ini non-invasive, sebentar, cepat, less risk, minimal risiko," tutur dr. Maya.

Ia menambahkan, pemeriksaan dapat dilakukan dalam waktu singkat. "Sekitar 15 menit langsung ada," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:08 WIB

Terkini

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Video | Selasa, 15 September 2026 | 13:54 WIB

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:51 WIB

Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan

Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:50 WIB

Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women

Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:48 WIB

Timnas Indonesia Harus Main Tandang pada November, Erick Thohir: Kita Ngalah untuk BTS

Timnas Indonesia Harus Main Tandang pada November, Erick Thohir: Kita Ngalah untuk BTS

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 13:48 WIB

Pujian Menkeu Suahasil ke Purbaya: Masyarakat Jadi Tahu Kerja Kementerian Keuangan

Pujian Menkeu Suahasil ke Purbaya: Masyarakat Jadi Tahu Kerja Kementerian Keuangan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:45 WIB

×