- Penyakit demam berdarah dengue di Indonesia menimbulkan beban ekonomi hampir sembilan triliun rupiah pada tahun dua ribu dua puluh empat.
- Dokter Gia Pratama Putra menyatakan keluarga harus segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya pada pasien.
- Kementerian Kesehatan menyusun Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue untuk mencapai target nol kematian akibat dengue pada tahun dua ribu tiga puluh.
Kementerian Kesehatan telah memimpin penyusunan Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, akademisi, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, masyarakat sipil hingga lembaga filantropi.
Target tersebut membutuhkan strategi yang menyeluruh, mulai dari deteksi dini, penguatan surveilans, tata laksana pasien, pengendalian vektor, hingga pemanfaatan inovasi seperti teknologi Wolbachia dan vaksinasi dengue.
Country Head Malaysia & Indonesia Takeda, Simon Gallagher, menilai keluarga memiliki peran penting dalam perjalanan menuju target tersebut.
“DBD tidak hanya berdampak pada pasien. Ketika satu orang sakit, seluruh keluarga ikut merasakan dampaknya, mulai dari kekhawatiran, waktu yang digunakan untuk merawat, hingga beban finansial,” ujar Simon.
Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa perlindungan dari dengue merupakan tanggung jawab bersama.
Setelah 58 tahun menghadapi dengue, Indonesia memang memiliki lebih banyak pengetahuan dan pilihan intervensi. Namun, tingginya jumlah pasien yang masih membutuhkan perawatan menunjukkan bahwa perjuangan belum selesai.
Semangat “Merdeka dari DBD” pun tidak harus dimulai dari rumah sakit. Perjuangan tersebut justru dapat dimulai dari rumah: tidak menganggap demam sebagai hal sepele, mengenali tanda bahaya, menjaga lingkungan, menjalankan 3M Plus, dan segera mencari pertolongan ketika kondisi memburuk.
Sebab, menuju nol kematian akibat dengue bukan hanya target pemerintah. Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan tindakan nyata dari setiap keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai sektor masyarakat.