58 Tahun DBD di Indonesia, Ancaman Belum Usai: Mungkinkah Nol Kematian pada 2030?

Dinda Rachmawati

Minggu, 06 September 2026 | 19:35 WIB
58 Tahun DBD di Indonesia, Ancaman Belum Usai: Mungkinkah Nol Kematian pada 2030?
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) (Pexels/Pixabay)
baca 10 detik
  • Penyakit demam berdarah dengue di Indonesia menimbulkan beban ekonomi hampir sembilan triliun rupiah pada tahun dua ribu dua puluh empat.
  • Dokter Gia Pratama Putra menyatakan keluarga harus segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya pada pasien.
  • Kementerian Kesehatan menyusun Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue untuk mencapai target nol kematian akibat dengue pada tahun dua ribu tiga puluh.

Kementerian Kesehatan telah memimpin penyusunan Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi, akademisi, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, masyarakat sipil hingga lembaga filantropi.

Target tersebut membutuhkan strategi yang menyeluruh, mulai dari deteksi dini, penguatan surveilans, tata laksana pasien, pengendalian vektor, hingga pemanfaatan inovasi seperti teknologi Wolbachia dan vaksinasi dengue.

Country Head Malaysia & Indonesia Takeda, Simon Gallagher, menilai keluarga memiliki peran penting dalam perjalanan menuju target tersebut.

DBD tidak hanya berdampak pada pasien. Ketika satu orang sakit, seluruh keluarga ikut merasakan dampaknya, mulai dari kekhawatiran, waktu yang digunakan untuk merawat, hingga beban finansial,” ujar Simon.

Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa perlindungan dari dengue merupakan tanggung jawab bersama.

Setelah 58 tahun menghadapi dengue, Indonesia memang memiliki lebih banyak pengetahuan dan pilihan intervensi. Namun, tingginya jumlah pasien yang masih membutuhkan perawatan menunjukkan bahwa perjuangan belum selesai.

Semangat “Merdeka dari DBD” pun tidak harus dimulai dari rumah sakit. Perjuangan tersebut justru dapat dimulai dari rumah: tidak menganggap demam sebagai hal sepele, mengenali tanda bahaya, menjaga lingkungan, menjalankan 3M Plus, dan segera mencari pertolongan ketika kondisi memburuk.

Sebab, menuju nol kematian akibat dengue bukan hanya target pemerintah. Ini adalah gerakan bersama yang membutuhkan tindakan nyata dari setiap keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai sektor masyarakat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beban Menjadi Pria Perkasa: Mengapa Toxic Masculinity Menggerus Laki-Laki?

Beban Menjadi Pria Perkasa: Mengapa Toxic Masculinity Menggerus Laki-Laki?

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 14:01 WIB

HPN 2026, Hutama Karya Hadir Lebih Dekat melalui Layanan Kesehatan dan Apresiasi bagi Pengguna Jalan

HPN 2026, Hutama Karya Hadir Lebih Dekat melalui Layanan Kesehatan dan Apresiasi bagi Pengguna Jalan

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 22:55 WIB

Ketika Makan Bergizi Gratis Berubah Menjadi Ancaman: Negara Harus Bertindak

Ketika Makan Bergizi Gratis Berubah Menjadi Ancaman: Negara Harus Bertindak

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

Karier di Indonesia Berujung Pidana, Influencer Malaysia Aisar Khaled Terancam 15 Tahun Penjara

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Konser BTS Geser Jadwal Timnas Indonesia ke Laga Tandang November 2026

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 14:04 WIB

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Golkar dan PKS Sepakat Dorong Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:02 WIB

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Saat Program Andalan Memakan Korban, Bukankah Presiden Seharusnya Geram?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:00 WIB

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

'Silakan Proses Hukum', Respons Golkar Usai Fahd A Rafiq Terjaring OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 13:58 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Apakah Anak Kecil Wajib Pakai? Ini Rekomendasi Helm Anak SNI Motif Lucu Mulai Rp100 Ribuan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Kasus HGB Bogor: KPK Amankan 17 Orang dalam OTT, Ada Pejabat hingga Politisi

Video | Selasa, 15 September 2026 | 13:54 WIB

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

Misteri Jasad Tanpa Identitas di Pulau Enggano, Bagian Rombongan Jurnalis Hilang?

News | Selasa, 15 September 2026 | 13:51 WIB

×