- Gunung Anak Krakatau meletus sejak 4 September 2026, menyebarkan abu vulkanik ke Banten, Lampung, Bengkulu, dan Jawa Barat.
- Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil berisiko masuk ke saluran pernapasan dan memicu peradangan paru serta berbagai gangguan kesehatan.
- Masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, menutup rumah, memakai masker pelindung, serta segera membersihkan diri setelah terpapar abu.
Bahkan, jika muncul sesak napas berat, kesulitan berbicara karena sesak, nyeri dada berat, bibir atau ujung jari kebiruan, kebingungan, atau penurunan kesadaran, pertolongan medis harus segera dicari.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, turut mengingatkan bahwa kondisi lingkungan dapat berdampak langsung terhadap kesehatan paru.
“Paparan abu vulkanik mengingatkan kita bahwa kondisi lingkungan dapat berdampak langsung terhadap kesehatan paru,” tuturnya.
Kewaspadaan menjadi penting selama abu masih berpotensi menyebar. Sebab, melindungi paru bukan hanya soal mengatasi gejala setelah terpapar, tetapi terutama mengurangi jumlah partikel yang masuk ke tubuh sejak awal.