Indotnesia - Suriname baru-baru ini menjadi topik hangat bahasan warganet Indonesia, lantaran negara tersebut mengadakan kontes kecantikan khusus untuk putri keturunan Jawa.
Kontes kecantikan itu diadakan oleh Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie (VHIJ) organisasi budaya Jawa terbesar di Suriname dan dinamakan Ajang Putri Jawa Suriname 2022.
Dilansir dari laman Facebook Putri Jawa Suriname, ada 15 kontestan yang masuk babak final dalam ajang pencarian putri ini. Tentunya, seluruh kontestan adalah perempuan yang memiliki garis keturunan orang Jawa.
Hal itu dibuktikan dari nama belakang para putri yang terkesan “njawani banget” dan menjadi fokus warganet. Misalnya, Amatredjo, Ngadino, Katidjo, Kartodikoro, Wirokarso, dan Wiratmadja. Selain itu, paras para kontestan juga menggambarkan wajah-wajah orang Jawa.
![Kontestan Putri Jawa Suriname 2022 [foto FB/ Putri Jawa Suriname]](https://media.suara.com/suara-partners/indotnesia/thumbs/1200x675/2022/07/13/1-kontes.jpg)
Dikutip dari Suara.com, ajang pencarian Putri Jawa Suriname ini pertama kali digelar pada tahun 2002. Pesertanya pun sama, yaitu warga Suriname yang memiliki garis keturunan Jawa.
Namun, perhelatan ini sempat vakum selama 20 tahun hingga kini kembali diselenggarakan pada Juli 2022.
"Setelah 20 tahun, organisasi kami merasa perlu untuk mengadakan kontes kecantikan spesial ini lagi. Setelah tantangan baru-baru ini dengan pandemi, akibatnya semua kegiatan (budaya) terhenti dan tidak banyak acara (budaya) untuk kalangan muda," tutur Sharon Pawiredjo, Petinggi VHIJ dikutip dari Suara.com.
Pada umumnya acara ini sama seperti kontes kecantikan pada umumnya, di mana para kontestan akan mengikuti berbagai seleksi. Bukan hanya kecantikan fisik, tetapi juga tentang bakat dan wawasannya.
"Pemenang Putri Jawa Suriname tidak hanya dinilai pada penampilan dan presentasinya, tetapi juga karisma, kepercayaan diri, fasih berpidato, serta mental pemenang dan pengetahuan budaya," kata Sharon.
Baca Juga: Viral Kontes Kecantikan Putri Jawa Suriname, Kok Bisa Banyak Orang Jawa di Sana?
Sharon menambahkan, tujuan kontes ini yaitu sebagai wadah untuk anak-anak muda menampilkan citra diri secara positif. Acara itu pun mendapat komentar positif dari warganet Indonesia.
“Aku wong Jowo, manggon ing Jowo, melu seneng kontes putri Jawa ing Suriname..” tulis warganet dalam postingan FB Putri Jawa Suriname.
“Mugi tansah ngremboko tiyang jawi wonten suriname,” tulis warganet lain.
“Mugi-mugi sadherek-sadherek ingkang wonten ing Suriname tansah saget nglestantunaken lan nguri-uri kabudayan jawi sanadyan tebih saking tanah leluhur,” imbuh warganet lain.
Diketahui, sekitar abad ke-19 Suku Jawa sudah ada di Suriname karena dibawa oleh kolonial Belanda dari Hindia-Belanda untuk bekerja. Pasalnya, kedudukan Indonesia dan Suriname pada saat itu ialah sama-sama Negara Jajahan Pemerintahan Belanda.
Namun, kemudian Belanda membebaskan budak di Suriname sedangkan Suku Jawa yang berada di sana kemudian dinamakan Etnis Jawa - Suriname.