Suara Joglo - Segala hal yang berbau Papua akan kembali menyeruak di akhir November sampai awal Desember. Ini agaknya sudah menjadi isu tahunan. Sebab tepat 1 Desember, aktivis kemerdekaan pro Papua bakal beraksi.
Seperti tahun ini misalnya. Papua kembali diwarnai kekerasan. Korbannya dua tukang ojek yang ditembak mati oleh beberapa orang diduga dari kelompok bersenjata (KKB). Peristiwa ini terjadi kemarin, Senin (05/12/2022).
Korban atas nama La Aman dan La Usu. Mereka tersungkur setelah diduga ditembak oleh KKB di Pangkalan Kali Digoel, Distrik Oksem, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Hal itu seperti disampaikan saksi mata bernama La Sambo, yang juga berprofesi sebagai tukang ojek. Peristiwa itu terjadi kemarin, Senin (05/12/2022) sekitar pukul 12.00 WIT.
Saat itu saksi menuju pangkalan kali Okse, Distrik Oksebang. Ia sempat singgah di SMP Bulangkop, dan terlihat La Ati mendahului menuju pangkalan kali Okse.
"Pembunuhan yang terjadi Senin (05/12/2022) dilaporkan itu salah satu tukang ojek," kata Kepala Polres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, yang menghubungi dari Jayapura, Papua, Selasa (06/12/2022).
Cahyo melanjutkan, sekira pukul 14.00 WIT, kurang lebih 20 meter dari pangkalan kali Digoel, saksi mata bertemu kelompok bersenjata yang membawa dua pucuk senjata laras panjang sehingga saksi memutar balik motornya.
"Tak lama terdengar bunyi tembakan tiga kali hingga saksi langsung menuju ke Oksibil untuk melaporkan insiden itu ke Polres," kata dia.
Kemudian saat dicek ke lokasi, dua tukang ojek atas nama La Aman dan La Usu sudah ditemukan tersungkur meninggal dunia. Jasad keduanya hingga kini masih di TKP.
Dari laporan yang diterima ada tiga tukang ojek saat ini diamankan masyarakat di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, sedang seorang lainnya belum diketahui nasibnya.
Dijadwalkan Selasa (6/12) korban akan dipindahkan. "Mudah-mudahan evakuasi jenazah korban berjalan aman dan lancar karena anggota sekaligus melakukan olah TKP, " kata Sukarnito.
Di Papua gaduh isu kekerasan. Tapi di media sosial berbeda lagi. Aktivis HAM Papua Veronica Koman memilih menyindir Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) yang dinilai mamakai baju adat papua secara asal-asalan.
Baca Juga: Parah! Meta Induk Facebook Ingkar Janji soal Pesangon Korban PHK
Lewat akun Twitternya, @VeronicaKoman menulis cuitan begini: "Contoh textbook apropriasi budaya: @kaesangp ga pernah bicara soal penderitaan Orang Papua, tau2 pake pakaian adat Papua, secara asal-asalan pula."
Cuitan itu menyorot foto preweding Kaesang dan Erina jelang pernikahannya pada 10 Desember 2022 nanti. Kaesang dan Erina memakai baju adat budaya Papua. Namun bukannya ikut gembira, Veronica memilih nyinyir dengan keputusan foto prewedding itu.