Suara Joglo - Saban akhir tahun, sebagian besar masyarakat Indonesia--terutama para pengagum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur--akan selalu mengenang sosok Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) itu.
Gus Dur memang memiliki keunikan sendiri. Ia ulama, penganjur kebaikan, politisi, negarawan, budayawan, penulis, juga tak kalah penting juga seorang komedian. Gus Dur komplet. Salah satu yang diingat oleh para pengagumnya adalah joke-joke yang menjadi ciri khasnya.
Ada banyak cerita guyonan atau joke-joke khas Gus Dur ini. Joke-joke ini bahkan sudah diabadikan dalam bentuk buku, beberapa lagi dituturkan dalam peringatan haul-haul.
Gus Dur meninggal pada Rabu, 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Wafatnya Gus Dur ini tepat setelah perayaan Natal dan menjekang perayaan Tahun Baru.
Untuk kembali menyegarkan ingatan tentang sosok Gus Dur, ada baiknya kembali 'ngakak' dengan lelucon-lelucon yang pernah disampaikannya. Ini salah satunya:
Cerita Pak Dandim menebak umur mumi
Guyonan satir ini dilontarkan Gus Dur untuk menyindir pemerintah Orde Baru. Kisah ini tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, mesir. Saat itu puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, dan sebagian besar mengirimkan jagonya.
Amerika Serikat, misalnya, mengirimkan tim ahli paleo-antropologi-nya yang terbaik. Begitu pula Jerman, Prancis, Jepang, RRC, Inggris, dan lain-lain. Pemerintah Indonesia lain dari yang lain, hanya mengirim seorang Komandan Kodim (Dandim).
Tim Prancis tampil pertama kali membawa peralatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, lalu dua jam kemudian menyerah tanpa hasil. Pakar Amerika perlu waktu lebih lama, tapi taksirannya keliru. Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit, tapi salah.
Baca Juga: Mau Dikirim ke Jakarta, Peredaran Ganja 73 Kg Digagalkan Polisi Pekanbaru
Ahli dari Jepang menyebut angka yang hampir sama, setelah meneliti selama tiga jam. Nah, giliran peserta dari Indonesia maju. Pak Dandim kita ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruang tertutup.
"Oh, tentu saja boleh, silakan," jawab panitia.
Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berkeringat Pak Dandim keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri.
"Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan dan tujuh hari," katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun.
Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum. Jawaban itu tepat sekali. "Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu?," ucap salah seorang tim juri, heran.
Hadiah pun diberikan. Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagainya. Pak Dubes dan seluruh staf KBRI bangga bukan kepalang.